TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Ujang Komarudin Prediksi KIB Bubar Usai PDIP Usung Ganjar Jadi Capres 2024

Ujang Komarudin Prediksi KIB Bubar Usai PDIP Usung Ganjar Jadi Capres 2024

By Joni Sitohang
24 April 2023
691
0
Ujang Komarudin Prediksi KIB Bubar Usai PDIP Usung Ganjar Jadi Capres 2024

TIKTAK.ID – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan bahwa langkah PDIP mengusung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (Capres) akan mengubah konfigurasi koalisi partai politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sebab, Ujang menduga PDIP bakal mengajak partai lain untuk berkoalisi dengan tawaran kursi Cawapres.

“Kemungkinan masih ada perubahan-perubahan konfigurasi koalisi karena PDIP hari ini mencapreskan Ganjar Pranowo, namun tidak mengumumkan Cawapresnya. Artinya, PDIP bakal mencari Cawapres yang cocok untuk Ganjar,” ujar Ujang, seperti dilansir Republika, pada Jumat (21/4/23) malam.

Kemudian Ujang memprediksi akan ada partai politik dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang bergabung dengan poros koalisi PDIP. Pasalnya, kata Ujang, KIB yang terdiri atas Partai Golkar, PAN, dan PPP bakal bubar.

Baca juga : Relawan JoMan Buka Opsi Dukung Anies Jika Prabowo Maju Cawapres

“KIB hingga kini masih belum mengusung Capres-Cawapres, padahal KIB sudah terbentuk sejak lama. KIB bisa saja goyah atau guncang hingga terpecah. Mungkin saja ada yang beralih mendukung Prabowo atau ke Ganjar,” terang Ujang.

Menurut Ujang, tidak akan ada partai eks KIB yang beralih mendukung Anies Baswedan. Dia menyebut Golkar dan PAN bakal bergabung dengan poros koalisi Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres. Sementara PPP kemungkinan akan ikut mengusung Ganjar, karena PDIP perlu berkoalisi dengan partai Islam.

Tidak hanya memprediksi konfigurasi koalisi, Ujang juga memperkirakan bakal ada tiga pasang Capres-Cawapres dalam Pilpres 2024. Ujang menjelaskan, pertama, pasangan Anies Baswedan dan Cawapresnya yang akan diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Baca juga : Silaturahmi ke Habib Syech di Solo, Prabowo Dapat Pesan Penting

Kedua, Ujang menyebut pasangan Prabowo dan Cawapresnya dengan dukungan dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Ketiga, pasangan Ganjar Pranowo dan Cawapresnya yang diusung oleh PDIP bersama partai lain.

Ujang memaparkan bahwa dengan tiga pasangan calon, maka Pilpres akan berlangsung dua putaran.

Sekadar informasi, pemilihan presiden harus digelar dua putaran alias pemilih mencoblos ulang jika tidak ada satu pun pasangan calon yang memperoleh suara di atas 50 persen pada putaran pertama. Adapun putaran kedua diikuti oleh dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pada putaran pertama.

TagsCapres 2024GanjarGanjar PranowoKIBKoalisi Indonesia BersatuPDIPPemilu 2024Pilpres 2024Ujang Komarudin

Related articles More from author

  • 'Anies Effect' Mulai Bergulir, Bisakah Gubernur yang Lain Ikuti Jejaknya?
    Nasional

    Masa Depan ‘Poros Perubahan’ Anies, Antara Solid atau Bubar

    27 Oktober 2022
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Diisukan Buntuti Daerah Kampanye Ganjar, Istana: Salahnya Apa?
    Nasional

    Jokowi Diisukan Buntuti Daerah Kampanye Ganjar, Istana: Salahnya Apa?

    8 Januari 2024
    By Joni Sitohang
  • Resmi Diusung PDIP Jadi Capres, Ini Profil dan Total Harta Ganjar Pranowo
    Nasional

    Resmi Diusung PDIP Jadi Capres, Ini Profil dan Total Harta Ganjar Pranowo

    27 April 2023
    By Joni Sitohang
  • Anies Bakal Umumkan Cawapres Usai Kembali dari Tanah Suci?
    Nasional

    Anies Bakal Umumkan Cawapres Usai Kembali dari Tanah Suci?

    5 Juli 2023
    By Joni Sitohang
  • Janji Ajak Bicara Relawan Soal Capres 2024, Jokowi: Tak Usah Grasah-grusuh
    Nasional

    Janji Ajak Bicara Relawan Soal Capres 2024, Jokowi: Tak Usah Grasah-grusuh

    13 Juni 2022
    By Joni Sitohang
  • Hasto Tanggapi Sindiran Anies ke Jokowi Soal Harga Pangan Naik
    Nasional

    Hasto Tanggapi Sindiran Anies ke Jokowi Soal Harga Pangan Naik

    7 Agustus 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Kesal Lihat Antrean Padat di Bandara Soetta Saat Pandemi, Aming: Mbok Ya Terapkan Protokoler yang Benar
    Selebriti

    Kesal Lihat Antrean Padat di Bandara Soetta Saat Pandemi, Aming: Mbok Ya Terapkan Protokoler yang Benar

  • Polemik Bansos dari Pemprov DKI dan Jokowi Dibagikan ke Orang yang Sama, TNP2K: Disengaja oleh Anies
    Nasional

    Polemik Bansos dari Pemprov DKI dan Jokowi Dibagikan ke Orang yang Sama, TNP2K: Disengaja oleh Anies

  • Apa Mungkin Hak Angket DPR Bisa Batalkan Hasil Pemilu?
    Nasional

    Apa Mungkin Hak Angket DPR Bisa Batalkan Hasil Pemilu?

  • PKS Sebut Pemerintah Tak Siap Pindah ke Ibu Kota Baru, Kok Bisa? TIKTAK.ID - Anggota panitia khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ecky Awal Mucharam menyatakan bahwa Pemerintah masih belum siap dengan skema pemindahan IKN. Sebab, Ecky menyebut Pemerintah tidak memberikan gambaran meyakinkan kalau IKN memang layak untuk dipindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. "Saat membahas rencananya seperti apa, master plan-nya seperti apa, itu tidak terjawab. Bahkan terkesan masih belum siap," ungkap Ecky di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/1/22), seperti dilansir Republika.co.id. Kemudian Ecky mengatakan RUU IKN berpotensi melanggar Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dia menjelaskan, hal itu karena pemerintah daerah khusus IKN bakal setingkat kementerian dan selanjutnya disebut sebagai Otorita IKN. "Naskah awal RUU ini berpotensi bertentangan dengan UUD 1945, konstitusi kita, karena memang sejak awal RUU ini ingin pemerintahan ibu kota otorita," tegas Ecky. Ecky mengklaim Indonesia tidak mengenal konsep otorita dan hal itu juga tak tercantum dalam UUD 1945. Terutama, kata Ecky, dalam Pasal 18 yang menyebut Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan provinsi dibagi atas beberapa kabupaten/kota. "Semua berkutat pada otorita saja, dan Pemerintah tetap tidak mau mundur terkait otorita. Padahal hal itu tidak ada dalam nomenklatur Pasal 18 UUD 1945," jelas Ecky. Selain itu, Ecky mengaku tidak yakin jika pemindahan dan pembangunan IKN tidak akan membebani keuangan negara. Dia menerangkan, dalam RUU IKN tak dijelaskan berapa persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang akan dialolasikan untuk IKN. "Berbahaya dari sisi peruntukan anggaran, yang harusnya untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), malah dialihkan untuk anggaran pembangunan ibu kota," ucap Ecky. Di sisi lain, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengapresiasi pengesahan RUU IKN menjadi Undang-Undang. Meski begitu, dia menganggap pengesahan itu tidak serta-merta membuat pemindahan IKN bisa langsung dilakukan. Suharso memaparkan, pemindahan dan pembangunan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bakal dilakukan secara bertahap. Dia juga menjamin proses pelaksanaannya akan memperhatikan kesinambungan fiskal dan skema pendanaan.
    Nasional

    Giring Unggah Lirik Oktober Bakal Ada yang Tumbang, Sindir Anies?

  • Pengamat Olahraga: Formula E di Jakarta Hanya Bakal Jadi 'Ajang Sirkus'
    Olahraga

    Pengamat Olahraga: Formula E di Jakarta Hanya Bakal Jadi ‘Ajang Sirkus’

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.