TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Ternyata Segini Harga Rapid Test Corona yang Diimpor Indonesia dari China

Ternyata Segini Harga Rapid Test Corona yang Diimpor Indonesia dari China

By Joni Sitohang
23 Maret 2020
940
0
Ternyata Segini Harga Rapid Test Corona yang Diimpor Indonesia dari China

TIKTAK.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon membocorkan obrolannya dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto soal rencana impor alat rapid test virus Corona. Melalui akun Twitter pribadinya @fadlizon, ia mengaku sempat menanyakan harga alat rapid test virus Corona ke Prabowo.

Seperti yang dibocorkan oleh Fadli Zon, menurut penuturan Prabowo, harga alat rapid test sekitar Rp55 ribu.

“Waktu saya ketemu @prabowo Sabtu lalu, saya sudah dengar rencana impor alat tes cepat ini. Saya tanya beliau, berapa harganya? Kata Prabowo, hanya USD 3,5 (sekitar Rp55 ribu),” cuit Fadli Zon.

Baca juga : KPU Tunda Gelar Pilkada Serentak 2020, Kenapa?

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan pelaksanaan rapid test virus Corona untuk mendeteksi Covid-19 secara massal di Indonesia. Dengan adanya rapid test itu, Jokowi berharap bisa dilakukan deteksi dini atas indikasi awal seseorang menderita Covid-19.

Rapid test sendiri sudah dilakukan sejak Jumat (20/3/20) sore terhadap sejumlah warga di Jakarta Selatan. Pelaksanaan rapid test itu diprioritaskan untuk masyarakat yang diduga terinfeksi virus Corona karena melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19. Metode menggunakan alat rapid test dengan cara mengambil usapan lendir dari hidung atau tenggorokan.

“Rapid test sudah dilakukan sore hari ini di wilayah yang dulu sudah diketahui ada kontak tracing pasien positif, dan didatangkan dari rumah ke rumah,” ujar Jokowi melalui siaran live streaming di akun YouTube Sekretariat Presiden, seperti dilansir Tribunnews.com, Jumat (20/3/20).

Baca juga : Gerindra Desak Jokowi Pecat Luhut yang Membuat Rakyat Marah Soal 49 TKA China

Jokowi menjelaskan, Jakarta Selatan dipilih menjadi lokasi rapid test massal pertama karena banyak warga yang diketahui melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19. Ia menyatakan Pemerintah memprioritaskan wilayah yang paling rawan.

Selain itu, untuk menekan penyebaran virus Corona, Pemerintah juga menerapkan metode social distancing. Masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah dan hanya keluar dalam keadaan mendesak.

Diketahui, kasus positif virus Corona di wilayah Indonesia terus bertambah. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Pemerintah, kasus positif COVID-19 mencapai 514 orang.

Baca juga : Ternyata ini Alasan Kenapa Lockdown Tak Jadi Pilihan Jokowi

“Berdasarkan data yang dihimpun Pemerintah sampai pukul 12.00 WIB, penambahan kasus positif Corona sebanyak 64 orang,” jelas Juru Bicara Pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan di channel YouTube BNPB, Minggu (22/3/20).

TagsCOVID-19Indonesiarapid testVirus Coronawabah Corona

Related articles More from author

  • Giliran Tenaga Kesehatan yang Mulai Kewalahan Minta Jokowi Tunda Pilkada, Masih Tak Bakal Digubris Juga?
    Nasional

    Giliran Tenaga Kesehatan yang Mulai Kewalahan Minta Jokowi Tunda Pilkada, Masih Tak Bakal Digubris Juga?

    23 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Jokowi: Pandemi, Krisis dan Resesi seperti Api, Membakar Sekaligus Menerangi. Maksudnya?
    Nasional

    Jokowi: Pandemi, Krisis dan Resesi seperti Api, Membakar Sekaligus Menerangi. Maksudnya?

    17 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Langgar Protokol Kesehatan, Sejumlah Petinggi Irlandia Mundur Berombongan
    Internasional

    Langgar Protokol Kesehatan, Sejumlah Petinggi Irlandia Mundur Berombongan

    24 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Sri Mulyani Tambah Dana Lawan Corona Rp 62 T, KPK Ancam Hukum Mati jika Dikorupsi
    Nasional

    Sri Mulyani Tambah Dana Lawan Corona Rp 62 T, KPK Ancam Hukum Mati jika Dikorupsi

    22 Maret 2020
    By Johan Arif
  • Hasil Survei Populi Center Ungkap 74,9 Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi
    Nasional

    Hasil Survei Populi Center Ungkap 74,9 Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

    21 Desember 2021
    By Joni Sitohang
  • Positif Corona, Menteri Energi Rusia Tetap Ikut Pertemuan OPEC+
    Internasional

    Positif Corona, Menteri Energi Rusia Tetap Ikut Pertemuan OPEC+

    19 Agustus 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Samsung Luncurkan 'Kulkas Ungkep' untuk Simpan Masakan Ungkep
    Teknologi

    Samsung Luncurkan ‘Kulkas Ungkep’ untuk Simpan Masakan Ungkep

  • Anies Terbitkan Izin Reklamasi Ancol, Lupa Janji Kampanye?
    Nasional

    Anies Terbitkan Izin Reklamasi Ancol, Lupa Janji Kampanye?

  • Demokrat Sebut Sandiaga Susah Dampingi Anies di Pilpres 2024, Apa Sebabnya?
    Nasional

    Demokrat Sebut Sandiaga Susah Dampingi Anies di Pilpres 2024, Apa Sebabnya?

  • Israel Akui Bidik Indonesia untuk Normalisasi
    Internasional

    Israel Akui Bidik Indonesia untuk Normalisasi

  • PSI Mendadak Bela Anies yang Diserang Narasi Rasis ‘Orang Yaman’
    Nasional

    PSI Mendadak Bela Anies yang Diserang Narasi Rasis ‘Orang Yaman’

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.