TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›PSI Soal Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres: Inkonsistensi Pembuat UU

PSI Soal Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres: Inkonsistensi Pembuat UU

By Johan Arif
26 September 2026
0
0
PSI Soal Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres: Inkonsistensi Pembuat UU

Wacana pemisahan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) yang mencuat dalam pembahasan RUU Pemilu menuju tanggapan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, menilai kemunculan gagasan tersebut sebagai bukti inkonsistensi DPR RI selaku lembaga pembuat undang-undang.

Contents

  • 1. PSI Soroti Inkonsistensi Lembaga Pembuat UU
  • 2. Usulan Pemisahan Berawal dari Golkar
    • 2.1. Tiga Alasan di Balik Usulan Pemisahan
  • 3. Respons Partai Politik terhadap Wacana Ini

PSI Soroti Inkonsistensi Lembaga Pembuat UU

Bestari mengaku pihaknya tidak ingin buru-buru mengambil sikap soal isu ini. Menurutnya, PSI masih menunggu momentum yang tepat sebelum menyampaikan pandangan secara utuh, alias tidak mau asal mengeluarkan tanggapan. Meski begitu, ia menegaskan sorotan partainya justru tertuju pada keraguan lembaga pembuat undang-undang dalam berpijak pada aturan yang sudah disepakati bersama.

Hal itu ia sampaikan saat dihubungi pada Jumat (25/9). Bagi Bestari, kemunculan wacana pemisahan ini mencerminkan kebijakan yang tidak pernah tuntas diselesaikan hingga akhir.

“Kok enggak kelar-kelar gitu ya? Urusan pemilu ini kok enggak bisa jadi legacy, padahal mereka-mereka yang bikin dulu mungkin sekarang ikut bikin gitu,” katanya.

Lebih lanjut, ia menggugat pola yang terus berulang setiap kali masa pemilu mendekat. Menurutnya, perubahan undang-undang selalu muncul dengan dalih penyempurnaan, sehingga aturan pemilu terasa tak pernah final dan justru menjadi tradisi tahunan menjelang pesta demokrasi.

“Sehingga setiap masa pemilu harus berdalih dengan menyempurnakan undang-undang itu. Gitu loh,” ujarnya.

Usulan Pemisahan Berawal dari Golkar

Wacana pemisahan pileg dan pilpres ini awalnya diusulkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia. Ide tersebut ia sampaikan dalam sebuah keterangan resmi pada Selasa (22/9).

“Kami memang sejak awal mengusulkan agar ketiga jenis pemilu yang kita miliki, pileg, pilpres, dan pilkada sebaiknya diselenggarakan terpisah, tidak ada yang disatukan,” kata Doli.

Tiga Alasan di Balik Usulan Pemisahan

Doli menjabat sejumlah alasan yang melatarbelakangi usulannya. Pertama, pemisahan dinilai mampu menjaga fokus masyarakat. Dalam pemilu serentak, materi kampanye dan banyaknya sosok yang diperebutkan suara membuat pemilih kerap kehilangan konsentrasi ketika menentukan pilihan pada setiap jenis pemilu.

Kedua, penyelenggaraan pilpres yang serentak dipandang melemahkan legitimasinya. Pasangan calon presiden masih diukur dengan syarat suara dari hasil pileg lima tahun sebelumnya, padahal dalam rentang waktu selama itu sikap partai politik terhadap calon yang diusungnya bisa saja berubah.

Ketiga, pemisahan ini dianggap dapat meringankan beban penyelenggara pemilu yang selama ini harus menangani seluruh tahapan dalam satu waktu bersamaan.

Respons Partai Politik terhadap Wacana Ini

Usulan Golkar ternyata menarik perhatian sejumlah partai, terutama terkait penerapannya pada Pemilu 2029. PKS dan PDIP menyatakan mendukung gagasan pemisahan tersebut. Namun, PDIP memberikan catatan penting: hasil pileg tidak boleh dijadikan penentu tiket untuk mencalonkan pasangan di pilpres.

Dukungan PKS terhadap gagasan ini sendiri telah disampaikan lebih dulu, sebagaimana dijelaskan dalam artikel PKS dukung usul pileg dan pilpres digelar terpisah pada Pemilu 2029.

Sementara itu, kritik seperti yang disampaikan PSI menegaskan bahwa setiap perubahan aturan pemilu akan terus diawasi ketat, mengingat dampaknya begitu besar bagi jalannya demokrasi di Indonesia.


File tersimpan: /root/jarvis-agents/articles/psi-soal-wacana-pemisahan-pileg-pilpres-inkonsistensi-pembuat-uu.md (~530 kata)

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Anggaran Formula E Jakarta Bengkak Jadi 767 Miliar, Buat Apa?
    Nasional

    Anggaran Formula E Jakarta Bengkak Jadi 767 Miliar, Buat Apa?

    15 Februari 2020
    By Johan Arif
  • Pegawai KPK Nonaktif Tepis Isu Novel Lindungi Anies dalam Penyidikan
    Nasional

    Pegawai KPK Nonaktif Tepis Isu Novel Lindungi Anies dalam Penyidikan

    30 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Disebut Belum Resmi, PKS Jelaskan Soal Rencana Usung Raffi Ahmad Jadi Capres 2024
    Nasional

    Disebut Belum Resmi, PKS Jelaskan Soal Rencana Usung Raffi Ahmad Jadi Capres 2024

    30 Mei 2022
    By Joni Sitohang
  • Sewot Anies Ketemu Ketum PAN, PKB: Jangan Beri Contoh Tak Baik
    Nasional

    Sewot Anies Ketemu Ketum PAN, PKB: Jangan Beri Contoh Tak Baik

    17 Mei 2021
    By Johan Arif
  • Soal Vonis Ringan Penyiram Novel Baswedan, Gerindra: Terus Terang Rasa Keadilan Kita Terusik
    Nasional

    Soal Vonis Ringan Penyiram Novel Baswedan, Gerindra: Terus Terang Rasa Keadilan Kita Terusik

    18 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Naik dalam Sebulan Terakhir, Disusul Prabowo dan Anies
    Nasional

    Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Naik dalam Sebulan Terakhir, Disusul Prabowo dan Anies

    15 Mei 2023
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • Sebut Perilaku Trump Mengerikan, Istri Obama Minta Semua Akun Medsos Presiden AS itu Diblokir Selamanya
    Internasional

    Sebut Perilaku Trump Mengerikan, Istri Obama Minta Semua Akun Medsos Presiden AS itu Diblokir Selamanya

  • NasDem Beberkan Alasan Elektabilitas Anies Merosot di Survei
    Nasional

    NasDem Beberkan Alasan Elektabilitas Anies Merosot di Survei

  • Bahlil Ungkap Pelaku Usaha Minta Pilpres 2024 Ditunda
    Nasional

    Bahlil Ungkap Pelaku Usaha Minta Pilpres 2024 Ditunda

  • Sony Pamerkan Stik PS5 untuk Penyandang Disabilitas
    Teknologi

    Sony Pamerkan Stik PS5 untuk Penyandang Disabilitas

  • Wow, Anies Pajang Foto Dirinya Gunakan Batik Merah Motif Banteng
    Nasional

    Wow, Anies Pajang Foto Dirinya Gunakan Batik Merah Motif Banteng

Artikel Terbaru

  • PSI Soal Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres: Inkonsistensi Pembuat UU 26 September 2026
  • 8 Cara Mengatasi HP Vivo Lemot dengan Mudah (Update 2026) 26 September 2026
  • Manfaat Berjemur Pagi untuk Tulang dan Daya Tahan Tubuh 26 September 2026
  • 9 Cara Mengatasi Laptop Lemot dengan Mudah Tanpa Install Ulang 26 September 2026
  • HP Vivo Y28: Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Kelebihannya 25 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (55)
  • Keuangan (8)
  • Kuliner (1,057)
  • Nasional (7,934)
  • Olahraga (1,132)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,214)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.