TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Terkait Nama IKN ‘Nusantara’ Pilihan Jokowi, Begini Penjelasan Sejarawan UGM

Terkait Nama IKN ‘Nusantara’ Pilihan Jokowi, Begini Penjelasan Sejarawan UGM

By Joni Sitohang
22 Januari 2022
502
0
Jokowi Disebut Sudah Siapkan Nama Ibu Kota Negara yang Baru

TIKTAK.ID – Pemerintah diketahui telah secara resmi memberi nama calon Ibu Kota Negara (IKN) dengan “Nusantara”. Namun penamaan daerah yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tersebut menimbulkan pro dan kontra.

Menurut Sejarawan Universitas Gajah Mada (UGM), Dr Arif Akhyat, kata Nusantara tidak hanya muncul pada masa Majapahit. Dia menyebut kata Nusantara sudah dipakai sejak masa kerajaan Singasari untuk merujuk ke wilayah pulau luar.

Arif menjelaskan, Nusantara dibedakan dengan dvipantara, yaitu dvipa yang berarti Jawa. Dia mengatakan konsep Nusantara pada masa Majapahit sendiri adalah konsep geopolitik untuk mengidentifikasi wilayah yang meliputi Bali, Malayu, Madura, dan Tanjungpura.

Baca juga : PKS Sebut Pemerintah Tak Siap Pindah ke Ibu Kota Baru, Kok Bisa?

Dia melanjutkan, termasuk pula Singapura, Malaysia, Sumatra, Borneo, Sulawesi, Maluku, Lombok, dan Timor. Bahkan, kata Arif, pengaruhnya juga sampai Champa, Cambodia, Annam, dan Siam. Oleh sebab itu, dia menyatakan secara geografis Nusantara lebih luas dari apa yang disebut Indonesia.

“Dengan sedikit ulasan tadi, sebetulnya Nusantara bukan Jawa, melainkan justru merujuk luar Jawa,” ujar dosen Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, UGM tersebut, seperti dilansir Republika.co.id, Rabu (19/1/22).

Arif lantas mengklaim Nusantara untuk penamaan suatu wilayah tidak mengandung perspektif negatif atau positif. Dia berpendapat hal itu hanya sebuah nama untuk menyebut wilayah di luar Jawa.

Baca juga : Giring Unggah Lirik Oktober Bakal Ada yang Tumbang, Sindir Anies?

Arif menilai tafsir nama dipakai sebagai kebijakan politik untuk pemerataan, keseimbangan, dan keadilan pembangunan. Dia pun menganggap inti pemindahan bukanlah nama, namun sejauh mana persiapan yang dilakukan dengan berbagai analisis secara komprehensif dan multidisipliner.

“Jangan sampai pemindahan Ibu Kota Negara hanya menjadi retorika politik dan praktik politik mercusuar,” tegas Arif.

Lebih lanjut, Arif menyebut Presiden Soekarno sempat bercita-cita memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan, yang pasti memiliki motif berbeda dari sekarang. Contohnya pemindahan ke Yogyakarta 1946 karena kondisi Jakarta secara politik tidak aman.

Baca juga : Jokowi Setuju Luas Kompleks Istana Presiden 100 Hektare

Gagasan pemindahan 1957 ke Palangkaraya tersebut sangat mungkin karena salah satunya intrik politik militer dengan gerakan separatisme dari berbagai daerah, sehingga Jakarta menjadi tidak aman. Hal itu berarti pemindahan ini tidak hanya mengenai relevan atau tidak, melainkan seberapa jauh urgensi dan kesiapan berbagai bidang mengatur keseimbangan dan keadilan pembangunan.

Arif lantas mengaku punya pandangan sendiri soal nama baru Ibu Kota Negara. Dia menerangkan, sebaiknya merujuk wilayah sebelumnya lantaran nama baru biasanya menghilangkan historis dan konstruksi sosial budaya masyarakat yang telah menempati sebelumnya.

“Berdasarkan kajian sejarah, nama-nama kota, apalagi Ibu Kota, selalu terkait dengan kemegahan kota masa lalu,” tutur Arif.

TagsIbu Kota BaruIbu Kota NegaraIKNJokowiUGM

Related articles More from author

  • BTP Jadi Kandidat Kepala IKN, PA 212: Ada Rahasia Penting Jokowi yang Dipegang Ahok
    Nasional

    BTP Jadi Kandidat Kepala IKN, PA 212: Ada Rahasia Penting Jokowi yang Dipegang Ahok

    5 Maret 2020
    By Johan Arif
  • Rapat Kabinet Jokowi
    Nasional

    Ada Perintah Khusus dari Jokowi untuk Tito Karnavian

    27 Februari 2020
    By Adam Humain
  • Benarkah Jokowi Siapkan KIB untuk Usung Ganjar Pranowo di 2024?
    Nasional

    Benarkah Jokowi Siapkan KIB untuk Usung Ganjar Pranowo di 2024?

    30 Mei 2022
    By Joni Sitohang
  • Komnas HAM usulakan Presiden Keluarkan Perppu Terkait Pelanggaran HAM
    Nasional

    Komnas HAM Desak Jokowi Keluarkan Perppu Penuntasan Kasus Kejahatan HAM Masa Lalu

    27 November 2019
    By Adam Humain
  • SMRC Ungkap Pandangan Pemilih Prabowo dan Jokowi Soal Isu Kebangkitan PKI
    Nasional

    SMRC Ungkap Pandangan Pemilih Prabowo dan Jokowi Soal Isu Kebangkitan PKI

    3 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Sebut Penanganan Pandemi Buruk, DPD RI Desak Jokowi Segera Rombak Kabinet
    Nasional

    Sebut Penanganan Pandemi Buruk, DPD RI Desak Jokowi Segera Rombak Kabinet

    29 Agustus 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Negara Lain Tak Punya, 'Harta Karun Super Langka' ini Ada di Indonesia
    Nasional

    Negara Lain Tak Punya, ‘Harta Karun Super Langka’ ini Ada di Indonesia

  • Elite PAN Merapat ke Rumah Zulhas, Benarkah Bahas Reshuffle?
    Nasional

    Elite PAN Merapat ke Rumah Zulhas, Benarkah Bahas Reshuffle?

  • Habib Rizieq Bisa Bebas sebelum Pilpres 2024 Usai MA Sunat Hukuman Jadi 2 Tahun
    Nasional

    Habib Rizieq Bisa Bebas sebelum Pilpres 2024 Usai MA Sunat Hukuman Jadi 2 Tahun

  • Tips Dakota Fanning Sukses Hindari Kutukan Tenar di Hollywood
    Selebriti

    Tips Dakota Fanning Sukses Hindari Kutukan Tenar di Hollywood

  • Wakil Ketua MPR Apresiasi Jokowi Soal Stop Investasi Miras, Tapi…
    Nasional

    Wakil Ketua MPR Apresiasi Jokowi Soal Stop Investasi Miras, Tapi…

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.