Tag: Tips Kesehatan

  • Waspadai Dampak Buruk Polusi Udara Bagi Kesehatan

    Waspadai Dampak Buruk Polusi Udara Bagi Kesehatan

    TIKTAK.ID – Partikel polusi udara yang terhirup dapat menimbulkan masalah kesehatan, lantaran bisa menyerang berbagai bagian tubuh, termasuk paru-paru, jantung, dan otak. Bahkan orang-orang yang mengidap penyakit tertentu bakal mengalami kondisi yang lebih parah jika terpapar polusi udara.

    Mengutip WebMD dan Medical News Today, polusi udara mengandung partikel kecil yang mampu memberikan dampak buruk pada kesehatan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini efek jangka pendek yang terjadi akibat polusi udara untuk kesehatan:

    • Memicu infeksi saluran pernapasan dan terjadinya penurunan fungsi paru-paru
    • Memperburuk kondisi penderita asma
    • Mengalami risiko kerusakan mata
    • Mengalami iritasi pada kulit.

    Sementara efek jangka panjang yang terjadi akibat polusi udara untuk kesehatan yaitu:

    • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang berpotensi menyebabkan penyumbatan saluran pernapasan dan membuat seseorang sulit bernapas
    • Kanker paru-paru yang disebabkan oleh partikel polusi udara yang sangat kecil, sehingga dapat masuk ke bagian bawah saluran pernapasan
    • Penyakit kardiovaskular. Misalnya stroke dan serangan jantung
    • Kelahiran bayi prematur bagi wanita yang sedang hamil
    • Memicu gejala asma lebih parah
    • Mengalami keracunan monoksida yang mampu mengancam nyawa
    • Bronkitis kronis yang membuat napas pendek dan produksi mukosa atau lendir yang pekat
    • Pneumonia atau inflamasi paru yang lebih sering menyerang orang tua dan anak-anak serta bisa sangat fatal jika tak segera diatasi
    • Penyakit autoimun yang bisa merusak jaringan dan menyebabkan inflamasi di sekitar jantung dan paru-paru
    • Menyebabkan keguguran pada ibu hamil yang masih dalam masa awal kehamilan. Sebab, polusi udara menyebabkan inflamasi di sekitar plasenta
    • Memicu kematian dini, terutama akibat stroke, penyakit jantung, kanker paru, PPOK, dan infeksi saluran pernapasan
    • Mengganggu kerja otak dan tumbuh kembang anak, serta meningkatkan risiko terkena demensia pada orang tua
    • Mengalami iritasi mata dan hidung.

    Polusi udara sendiri dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk dari asap kendaraan, pestisida, sampai asap rokok.

    Meski polusi udara terkadang tak dapat dihindari secara sepenuhnya, tapi ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan dari efek buruk polusi udara.

    Dilansir Cleveland Clinic menje, berikut ini di antaranya:

    • Menutup jendela rumah dan kendaraan bila tinggal di area dengan kualitas udara yang buruk
    • Mengganti filter udara secara teratur supaya dapat secara efektif menyaring partikel dari polusi udara
    • Menghindari metode memanggang terlalu sering supaya tak memicu timbulnya asap
    • Mempertimbangkan penggunaan air purifier atau pembersih udara di dalam ruangan yang sering dipakai beraktivitas
    • Berada di dalam ruangan saat level polusi udara sedang tinggi
    • Memakai masker saat berada di luar ruangan, demi mengurangi risiko paparan polusi udara.
  • Tips Naikkan Berat Badan dengan Sehat

    Tips Naikkan Berat Badan dengan Sehat

    TIKTAK.ID – Punya berat badan sehat sangat penting supaya bisa awet muda dan terhindar dari penyakit. Menaikkan berat badan mungkin menjadi keinginan orang-orang yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) kurus.

    Healthline menjelaskan bahwa mengonsumsi soda, gorengan, dan makanan cepat saji lainnya, mungkin mudah membantu menaikkan berat badan Anda dengan memperbanyak lemak perut. Akan tetapi cara ini tidak sehat dan harus dihindari karena meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

    Sebaiknya Anda melakukan pendekatan yang sehat untuk meningkatkan berat badan, yakni memperhitungkan jumlah massa otot dan lemak subkutan yang seimbang. Seperti dikutip Kompas.com dari Mayo Clinic dan Everyday Health, berikut ini langkah-langkah untuk menaikkan berat badan dengan sehat:

    Makan lebih sering

    Jika ingin menaikkan berat badan dengan sehat, Anda perlu makan setiap tiga jam sekali. Anda bisa makan 5-6 kali dalam porsi kecil-kecil di siang hari.

    Anda juga perlu merencanakan waktu makan itu, walaupun tidak terlalu lapar. Jika makan setiap beberapa jam, Anda akan makan lebih banyak kalori dan mencegah kehilangan massa tubuh.

    Memilih makanan dengan banyak nutrisi

    Sebaiknya Anda memiliki makanan yang mengandung banyak nutrisi dan kalori. Dalam makan sehari, Anda perlu variasi makanan yang mengandung ragam nutrisi, supaya dapat membangun otot, setidaknya tiga makanan berbeda.

    Meningkatkan asupan protein

    Anda perlu mengonsumsi protein minimal 1,5 gram per kilogram berat badan Anda. Pastikan Anda mengonsumsi beragam sumber protein dalam sehari dan setiap makan. Protein paling mudah diubah menjadi massa otot tanpa lemak yaitu susu rendah lemak, daging tanpa lemak, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

    Makan makanan berpati

    Karbohidrat termasuk kelompok makanan yang bisa membantu menambah berat badan, terutama dari sumber mengandung pati.

    Bila Anda membangun massa otot, maka perlu mengonsumsi pati yang cukup untuk memakai protein ekstra. Pati disimpan di otot, sehingga memberikan energi yang Anda butuhkan untuk membuat jaringan tubuh.

    Contoh karbohidrat yang cukup mengandung pati yakni nasi merah, lentil, ubi jalar, dan kacang-kacangan.

    Makan sehat sebelum tidur

    Bila ingin menaikkan berat badan, Anda dapat makan sebelum tidur. Namun makanan yang harus dipilih tentu makanan sehat, seperti ragam buah dan sayuran. Pasalnya, pada malam hari tubuh kita sangat aktif dengan sel-sel beregenerasi dan memperbaiki serta menyembuhkan. Dengan makan sebelum jam tidur, maka Anda membiarkan tubuh menambah kalori dari makanan.

  • Anak-anak Wajib Minum Susu untuk Pertumbuhan, Mitos atau Fakta?

    Anak-anak Wajib Minum Susu untuk Pertumbuhan, Mitos atau Fakta?

    TIKTAK.ID – Banyak orang meyakini minum susu penting untuk anak, khususnya kalau mereka masih dalam masa pertumbuhan. Di pasaran sendiri ada banyak susu yang dijual dengan klaim membantu mengoptimalkan pertumbuhan anak.

    Ketika anak masih berusia di bawah satu tahun, nutrisi terbaik untuk tumbuh kembangnya yaitu ASI. Anda sudah bisa memberikan Si Kecil susu sapi atau susu formula yang banyak dijual di toko saat anak menginjak usia 1 tahun. Akan tetapi, apakah susu benar-benar penting untuk anak?

    Menurut Ahli nutrisi dari Universityof North Carolina, Amy Lanou, sebetulnya susu tak terlalu penting untuk anak-anak. Namun susu merupakan sumber nutrisi yang bagus lantaran mengandung protein, kalsium, vitamin, dan berbagai nutrisi yang tidak disediakan dalam makanan sehari-hari. Artinya, susu merupakan cara termudah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

    Kemudian selama masa pertumbuhan, kebutuhan nutrisi anak sangat tinggi. Susu sapi termasuk makanan padat nutrisi dan sumber nutrisi yang diperlukan anak untuk mendukung perkembangan mereka secara keseluruhan. Susu sapi juga sumber vitamin B yang baik termasuk vitamin B12, yang mendukung sel darah merah dan B2 yang mampu membantu mengubah makanan menjadi energi.

    Susu juga termasuk sumber kalsium yang membantu memperkuat tulang dan gigi anak. Sejumlah susu yang dijual di toko juga pun kerap diperkaya dengan vitamin D.

    Sementara itu, sangat sedikit makanan yang mengandung vitamin D. Padahal, kekurangan vitamin D dapat menimbulkan rakhitis, penyakit yang memicu pembengkokan dan melemahnya tulang, serta berbagai masalah pada otot dan saraf.

    Selain itu, lemak dalam susu menyediakan kalori penting untuk anak kecil. Pasalnya, anak-anak tidak punya kapasitas untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, namun membutuhkan pilihan yang kaya nutrisi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

    Lemak sendiri diperlukan tubuh untuk melarutkan beberapa jenis vitamin, salah satunya vitamin A. Vitamin yang larut dalam lemak tersebut akan mendorong pertumbuhan dan membantu tubuh membangun selaput lendir yang kuat, yang penting untuk membantu melawan infeksi. Vitamin A juga penting bagi kesehatan kulit dan mata.

    Meski begitu, Anda tidak perlu kahwatir jika anak enggan minum susu, karena hal yang harus Anda utamakan yakni memenuhi kebutuhan nutrisinya. Susu hanya menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Jadi saat anak tidak mau minum susu, Anda dapat memberikan makanan lain yang kaya nutrisi.

  • Tips Hilangkan Rasa Kantuk di Siang Hari

    Tips Hilangkan Rasa Kantuk di Siang Hari

    TIKTAK.ID – Saat timbul rasa kantuk di siang hari, padahal Anda sedang melakukan aktivitas yang penting atau mendesak, maka Anda perlu menahan rasa kantuk itu. Ada sejumlah cara yang biasa dilakukan, mulai dari minum kopi sampai mendengarkan lagu dengan irama yang cepat.

    Seperti dikutip Kompas.com dari WebMD dan Healthline, berikut ini beberapa tips menghilangkan kantuk di siang hari yang dapat dicoba.

    Minum kopi

    Minum kopi mampu meningkatkan aktivitas otak dan sistem saraf, sehingga bisa melawan rasa kantuk. Namun Anda perlu menghindari minum kopi dalam jumlah yang banyak, karena akan meningkatkan irama jantung dan rasa gelisah.

    Makan makanan ringan

    Makanan ringan rendah gula seperti yogurt dan kacang-kacangan, dapat menjaga energi tetap stabil. Sebaiknya hindari makan siang yang terlalu berat dan mengandung gula tinggi karena bakal membuat Anda merasa lebih mengantuk.

    Tidur sebentar

    Tidur siang selama 15-30 menit akan meningkatkan energi dan menghindari rasa mengantuk. Akan tetapi, Anda tetap perlu tidur selama setidaknya 7 jam di malam hari supaya tidak mengantuk di keesokan harinya.

    Berolahraga

    Rutin berolahraga akan menghindarkan tubuh dari rasa mengantuk saat siang hari. Dengan hanya berjalan kaki selama 15 menit di siang hari usai makan, sudah bisa meningkatkan energi dan melawan rasa mengantuk.

    Terkena paparan sinar matahari

    Memperoleh paparan sinar matahari di siang hari dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi. Namun bila Anda berada di ruangan yang tidak punya jendela, sebaiknya nyalakan lampu tambahan supaya dapat mengurangi rasa mengantuk di siang hari.

    Minum air putih

    Rasa mengantuk atau lelah yang muncul dapat disebabkan dehidrasi. Untuk mengatasi hal itu, Anda perlu minum air putih dengan jumlah yang disarankan, terutama di siang hari saat cuaca panas.

    Menghindari stres

    Stres dapat mengurangi energi tubuh dan membuat rasa kantuk mudah menyerang. Sebaiknya Anda mulai menghindari penyebab stres atau stresor serta melakukan kegiatan yang menyenangkan, seperti melakukan yoga atau berolahraga.

    Mengobrol

    Mengobrol dengan orang lain mampu meningkatkan kewaspadaan otak sehingga rasa kantuk pun hilang.

  • Ketahui Penyebab Sakit Punggung Bawah dan Cara Mengatasinya

    Ketahui Penyebab Sakit Punggung Bawah dan Cara Mengatasinya

    TIKTAK.ID – Biasanya, sakit punggung bagian bawah disebabkan oleh cedera otot atau tendon. Namun kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kondisi medis yang lain, seperti peradangan kronis pada sendi dan sejumlah jenis kanker.

    Walaupun sakit punggung bagian bawah sebenarnya dapat sembuh sendiri, tapi pengobatan secara medis juga diperlukan jika penyebabnya adalah kondisi kesehatan lainnya. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui penyebab sakit punggung bawah dan cara mengatasinya.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Cleveland Clinic, ada berbagai kondisi, termasuk cedera dan penyakit, yang dapat menjadi penyebab sakit punggung bawah. Berikut ini di antaranya:

    1. Mengalami cedera pada otot, tendon, atau ligamen, akibat mengangkat barang yang terlalu berat atau hanya sekadar membungkukkan punggung.
    2. Mengalami retak pada tulang belakang, baik karena mengalami kecelakaan atau kondisi medis lain, seperti osteoporosis.
    3. Mengalami gangguan pada disc atau cakram sehingga membuatnya menonjol dari tulang belakang serta menekan saraf.
    4. Mengalami stenosis spinal yang terjadi akibat adanya penyempitan ruas tulang belakang, sehingga menyebabkan rasa sakit, kaku, dan sulit untuk bergerak.
    5. Mengalami peradangan sendi atau arthritis sehingga menimbulkankan nyeri, inflamasi, dan kekakuan tulang belakang.
    6. Mengalami gangguan kesehatan tertentu, seperti tumor tulang belakang, infeksi, dan beberapa jenis kanker yang dapat memicu rasa sakit atau nyeri.
    7. Mengalami spondylolisthesis yang membuat vertebra di tulang belakang tak berada di posisi yang seharusnya, sehingga menimbulkan rasa sakit di punggung bawah dan area kaki.

    Sejumlah kondisi di atas dapat menyebabkan rasa sakit di punggung di bagian bawah, mulai dari yang terasa ringan sampai yang sangat parah. Bahkan rasa sakit bisa menjalar ke area kaki sehingga beberapa aktivitas, seperti membungkuk, berdiri, atau berjalan, bakal terasa sangat menyiksa.

    Mengutip NHS, sakit punggung bagian bawah sebenarnya dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Akan tetapi, terdapat sejumlah cara untuk mengatasi sakit punggung bawah yang bisa dicoba, seperti:

    • Tetap melakukan aktivitas fisik dan menghindari berbaring di tempat tidur dalam jangka waktu yang lama.
    • Mengonsumsi obat anti nyeri, misalnya ibuprofen atau naproxen sesuai dengan dosis yang disarankan.
    • Mengompres area yang sakit menggunakan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
    • Mengompres dengan kompres hangat guna mengurangi kekakuan atau kram otot.
    • Berolahraga dan melakukan gerakan peregangan yang baik untuk nyeri punggung bawah, seperti berjalan kaki, berenang, dan yoga.
  • Ketahui Manfaat Olahraga Teratur

    Ketahui Manfaat Olahraga Teratur

    TIKTAK.ID – Sejak dulu, olahraga selalu direkomendasikan sebagai cara meningkatkan kesehatan, karena sudah terbukti bisa memberikan sejumlah keuntungan bagi tubuh. Ketimbang orang yang jarang berolahraga, orang-orang yang rutin olahraga 2 hingga 3 kali seminggu tergolong lebih fit.

    Seperti dikutip detik.com dari berbagai sumber, berikut ini manfaat olahraga bagi kesehatan tubuh.

    1. Mengontrol Berat Badan

    Mengelola berat badan tak hanya dilakukan dengan menjaga pola makan, namun juga rutin olahraga. Mengutip website Centers for Disease Control and Prevention (CDC), olahraga selama 150 menit tiap minggunya bisa membuat berat badan lebih terjaga, karena antara jumlah kalori yang masuk dan dibakar jadi seimbang.

    1. Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke

    Biasanya, usia yang bertambah tua seringkali linear dengan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan stroke. Kedua penyakit tersebut pun dapat dibilang cukup mematikan. Oleh sebab itu, Anda perlu rutin melakukan olahraga kardio selama 150 menit dalam seminggu untuk mengurangi tingkat risiko penyakit jantung dan stroke.

    1. Menurunkan Tekanan Darah

    Mayo Clinic menjelaskan bahwa berolahraga secara rutin sudah terbukti mampu membuat tekanan darah menurun. Pasalnya, olahraga berpotensi menyebabkan jantung yang lebih kuat. Artinya, proses pemompaan darah dapat dilakukan dengan usaha yang lebih rendah, sehingga tekanan pada arteri juga berkurang.

    1. Menguatkan Tulang dan Otot

    Olahraga akan membuat tubuh lebih banyak bergerak daripada aktivitas sehari-hari. Tidak heran kalau rutin berolahraga bakal membuat otot, tulang, dan persendian jadi lebih sehat. Anda pun jadi tidak mudah lelah ketika sedang beraktivitas.

    1. Menjaga Suasana Hati

    Healthline memaparkan bahwa sebuah penelitian menyatakan olahraga bisa meningkatkan kepekaan otak terhadap hormon serotonin dan norepinefrin yang menurunkan tingkat depresi. Olahraga juga bakal meningkatkan endorfin yang secara otomatis membuat suasana hati jadi lebih positif.

    1. Memperbaiki Kulit

    Kondisi kulit yang tidak kunjung membaik salah satunya disebabkan kadar stres oksidatif dalam tubuh. Dengan berolahraga, akan menyebabkan kerusakan pada oksidatif, dan pada akhirnya sel kulit yang baru dapat terbentuk.

    1. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Usai berolahraga, tubuh pasti merasa lelah karena energi yang hilang. Pemulihan energi ini terjadi saat kita tidur dan beristirahat. Untuk itu, setiap selesai berolahraga, tidur terasa lebih nyenyak daripada biasanya dan badan akan terasa lebih segar ketika bangun.

  • Ketahui Manfaat Renang untuk Kesehatan

    Ketahui Manfaat Renang untuk Kesehatan

    TIKTAK.ID – Renang termasuk salah satu olahraga air yang banyak digemari karena menyenangkan. Berenang juga memiliki segudang manfaat yang baik untuk tubuh.

    Seperti dikutip detik.com dari laman Healthline, Women’s Health, dan sumber lainnya, berikut ini sejumlah manfaat berenang untuk tubuh dan kesehatan.

    1. Melatih Pernapasan

    Berenang perlu latihan pola pernapasan yang baik, sehingga akan membantu paru-paru lebih terlatih dan punya kapasitas yang semakin besar. Untuk itu, berenang cocok bagi penderita asma.

    Akan tetapi, beberapa penelitian menyatakan kandungan klorin yang ada di kolam renang juga bisa memperburuk asma. Bila memungkinkan, sebaiknya mencari kolam yang menggunakan air asin, bukan klorin.

    1. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Berenang bisa membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari. Sebab, berenang membuat tubuh kita rileks, sehingga dapat mencegah depresi, kecemasan, dan gangguan jiwa lainnya.

    1. Baik untuk Kesehatan Tulang

    Berdasarkan hasil sebuah penelitian yang diterbitkan di BioMed Research International, berenang selama tiga hingga enam jam per minggu mampu meningkatkan kepadatan mineral tulang pada wanita pascamenopause.

    1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Sama seperti latihan aerobic lainnya, berenang bisa meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Berenang bisa membuat jantung menjadi lebih kuat dan paru-paru lebih efisien dalam memanfaatkan oksigen.

    1. Menggerakkan Seluruh Tubuh

    Berenang adalah salah satu olahraga yang dapat menggerakkan seluruh tubuh, sehingga akan melatih kekuatan dan daya tahan tubuh. Berolahraga di air juga membuat tubuh bekerja lebih keras, sehingga 30 menit Anda berenang di kolam renang, sama dengan 45 menit Anda beraktivitas di luar kolam renang.

    1. Membakar Kalori

    Berenang termasuk salah satu cara paling efektif untuk membakar kalori. Berenang selama setengah jam bisa membakar kalori lebih dari 200 kalori. Bahkan berenang diklaim membakar kalori jauh lebih cepat dibandingkan dengan berlari atau bersepeda.

    1. Olahraga yang Aman Bagi Ibu Hamil

    Secara umum, berenang adalah salah satu olahraga yang aman bagi kehamilan. Berenang dapat membantu mengurangi pembengkakan pada kaki ibu hamil.

    Tidak hanya itu, penelitian menyebut wanita hamil yang berenang selama awal hingga pertengahan kehamilan dapat memiliki resiko persalinan prematur dan cacat bawaan yang lebih rendah.

  • Waspadai Efek Samping Rokok Elektrik ke Perokok Pasif

    Waspadai Efek Samping Rokok Elektrik ke Perokok Pasif

    TIKTAK.ID – Rokok elektrik atau vape tak cukup aman bagi perokok pasif karena berdampak buruk untuk kesehatan. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Dimas Dwi Saputro, Sp.A menjelaskan bahwa semua zat berbahaya yang terkandung dalam rokok konvensional juga terdapat pada rokok elektrik.

    Salah satu perbedaan rokok elektrik dan konvensional yakni rokok elektrik menghasilkan aerosol, yang dihasilkan dari memanaskan cairan. Aerosol rokok elektrik memiliki kandungan zat berbahaya, termasuk nikotin, logam berat (seperti timbal), senyawa organik, dan zat-zat penyebab kanker (bersifat karsinogenik).

    Dr. Dimas menyebut kandungan itu tak hanya berbahaya pada pengguna aktif, namun juga pada perokok pasif atau secondhand smoke.

    “Dulu pernah dikatakan kalau secondhand smoke tidak terkena efek sampingnya. Akan tetapi ini ada buktinya (itu salah),” ujar Dr. Dimas ketika berbicara di forum Dampak Merokok Pasif pada Kesehatan Anak, pada Sabtu (27/5/23), seperti dilansir Kompas.com.

    Menurut penelitian Southern California Children Health Study pada 2.097 anak usia 17 tahun yang diikuti selama 2014 hingga 2019, ditemukan efek samping paparan rokok elektrik atau vaping pada perokok pasif. Pada 2022, anak-anak yang diteliti selama kurang lebih 5 tahun itu mengalami sejumlah masalah kesehatan akibat paparan rokok elektrik.

    “Pada 2022, sebanyak 2.097 anak-anak usia 17 tahun yang diikuti dari 2014 hingga 2019 diperiksa, ternyata kejadian mengi meningkat sekitar 15 persen,” jelas Dr. Dimas.

    Paparan vape secondhand nicotine juga dikaitkan dengan peningkatan risiko gejala bronkitis dan sesak napas di kalangan orang dewasa muda.

    “Orang yang terkena paparan vape secondhand nicotine diasosiasikan 1,4 kali lebih mungkin mengalami gejala bronkitis dan 1,5 kali lebih mungkin mengalami sesak napas,” tutur Dr. Dimas.

    Dr. Dimas menilai tren vaping dan efek sampingnya pada pengguna dan perokok pasif, tidak baik bagi proyeksi masa depan negara Indonesia. Dia memaparkan bahwa pada 2045 Indonesia diproyeksikan bakal mengalami masa keemasan karena memperoleh bonus demografi dengan usia produktif (16-64 tahun) mencapai 70 persen dari total penduduk.

    Ketika itu, pendapatan per kapita di Indonesia dapat mencapai 47.000 USD. Indonesia pun nantinya bisa menjadi salah satu dari 7 kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

    “Tapi jika saat ini anak-anak remajanya sakit-sakitan akibat terkena paparan asap rokok elektrik, maka apa yang akan terjadi kemudian hari? Apa kita mampu menjadi bangsa yang maju menikmati masa emas?” tegas Dr. Dimas.

  • Mengenal Shokuiku, Edukasi Makan Sehat Sejak Dini ala Jepang

    Mengenal Shokuiku, Edukasi Makan Sehat Sejak Dini ala Jepang

    TIKTAK.ID – Shokuiku merupakan edukasi makan khas Jepang yang diajarkan bersamaan dengan makan siang bersama di sekolah. Pendidikan tersebut sudah dimulai pada abad ke-19, lalu dibuat standar untuk seluruh penjuru Negeri Sakura pada 2005.

    Shokuiku bertujuan mendidik murid sejak sekolah dasar untuk makan dengan menu bergizi lengkap dan seimbang, belajar tata krama seperti memberikan salam sebelum makan, hingga bersosialisasi dengan teman ketika makan.

    Menu yang dibuat di sekolah setempat pun diarahkan langsung oleh ahli gizi sekolah. Makanan itu juga disiapkan dan dibuat secara higienis di dapur sekolah.

    “Bagi kami, makan siang adalah edukasi, tidak hanya untuk memenuhi tuntutan rasa lapar,” ungkap ahli gizi di sekolah dasar St. Dominic’s Institute Tokyo, Namekawa, seperti dilansir Kompas.com.

    Namekawa mengatakan saat menyiapkan menu makan siang Shokuiku, ia memakai takaran kalori yang dianjurkan sesuai kebutuhan anak usia sekolah dasar. Mereka juga memakai bahan makanan bebas atau minim pesitisda, menggunakan sayur dan buah organik, serta tidak menggunakan bahan atau bumbu instan.

    Selain itu, komposisi gizinya diperhatikan secara cermat. Setiap menu terdiri dari protein, karbohidrat, dan serat. Menu makan itu didesain untuk mengakomodasi kebutuhan siswa yang baru pulang sore hari.

    “Sebisa mungkin semuanya kami siapkan sendiri (tidak menggunakan bahan dan bumbu instan). Kami menghargai cita rasa asli makanan, sekaligus supaya bisa mengontrol asupan garam dan gula,” terang Namekawa.

    Kemudian ahli gizi bersertifikat ini menjelaskan bahwa jenis menunya menyesuaikan dengan agenda tertentu. Hal itu untuk memperkenalkan lidah anak dengan beragam cita rasa dari berbagai negara dan kultur berbeda. Dia mencontohkan menu untuk Tokyo Citizen Day, kemah musim panas, dan terkadang pihak sekolah juga menyediakan makanan khas perayaan seperti Helloween.

    “Sebelum makan, murid di sini kami kenalkan apa dan dari mana makanan yang mereka makan hari itu, termasuk bahan bakunya. Dengan begitu, mereka memiliki kesadaran menghargai makanan,” terangnya.

    Sementara itu, pakar gizi dari Kanagawa Institute of Technology Jepang, Profesor Naomi Aiba menyebut program Shokuiku yang dijalankan di seluruh penjuru Negeri Sakura memakai aturan dasar atau Basic Law of Shokuiku dari pemerintah setempat.

    “Program Shokuiku dibuat standar untuk mempromosikan edukasi makan dan nutrisi yang mampu menjaga kesehatan fisik dan mental,” tutur Aiba.

  • Waspadai Faktor Risiko Diabetes Tipe 2 Ini

    Waspadai Faktor Risiko Diabetes Tipe 2 Ini

    TIKTAK.ID – Anda perlu mengenali faktor risiko diabetes tipe 2 supaya dapat lebih waspada dan melakukan tindakan pencegahan. Mayo Clinic menyebut diabetes tipe 2 merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat adanya masalah dalam cara tubuh mengatur dan menggunakan gula darah (glukosa) sebagai bahan bakar.

    Hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan diabetes tipe 2. Oleh sebab itu, sekali terkena, maka diabetes akan membayangi Anda seumur hidup. Untuk mencegahnya, sebaiknya Anda mengenali faktor risiko diabetes tipe 2, sehingga bisa mawasdiri dan melakukan langkah antisipasi.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini faktor risiko diabetes tipe 2.

    Kelebihan berat badan atau obesitas

    Kondisi ini menjadi risiko utama penyebab diabetes. Terlebih bila Anda punya lemak perut yang berlebihan, maka risiko diabetes juga akan lebih besar. Risiko diabetes tipe 2 lebih tinggi terjadi pada pria dengan lingkar pinggang di atas 101,6 cm dan pada wanita yang memiliki lingkar pinggang di atas 88,9 cm.

    Kurang melakukan aktivitas fisik

    Jika Anda sangat sedikit beraktivitas fisik atau isitilah kekiniannya adalah “mageran”, maka semakin besar risiko Anda mengidap diabetes. Aktivitas fisik mampu membantu mengontrol berat badan, memakai glukosa sebagai energi, dan membuat sel lebih sensitif terhadap insulin.

    Riwayat penyakit di keluarga

    Risiko seseorang terkena diabetes tipe 2 dapat meningkat kalau orang tua atau saudara kandungnya menderita diabetes tipe 2. Bahkan Anda berisiko terkena diabetes tipe 2 sebanyak 2-6 kali lebih, bila Anda punya orang tua, saudara laki-laki, saudara perempuan, atau anak yang menderita diabetes.

    Rendahnya kadar kolesterol baik

    Rendahnya kadar High-Density Lipoprotein (HDL) sebagai kolesterol baik, namun kadar trigliserida tinggi, dapat membuat faktor risiko diabetes Anda lebih tinggi.

    Usia

    Usia merupakan salah satu faktor risiko diabetes yang tak dapat diubah. Saat Anda semakin bertambah usia, maka semakin besar pula risiko terkena diabetes. Umumnya, kondisi ini dimulai pada usia 35 tahun, meski diabetes tipe 2 bisa terjadi pada usia berapa saja. Sebetulnya anak-anak juga dapat mengalami diabetes tipe 2, apalagi mereka yang obesitas.