
TIKTAK.ID – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mempersoalkan serta menagih lagi ambisi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehubungan nasib kelautan.
Sebagaimana dilansir TribunWow.com, Selasa (18/8/20), Susi mengungkapkan rasa sakit hati menyaksikan kondisi ekosistem kala itu, khususnya ekosistem laut.
Baca juga: Akun @OpiniDin Unggah ‘Cabut Mandat Rezim Jokowi’, Din Syamsuddin: Akun Saya di-Hack
Penyataan itu dilontarkan Susi Pudjiastuti kepada Najwa Shihab melalui unggahan YouTube Najwa Shihab, Minggu (16/8/20).
Dirinya menyatakan bahwa perhatiannya atas ekosistem laut tak sekadar karena pernah menjabat posisi Menteri Kelautan dan Perikanan.
Susi juga menolak andai sikapnya itu dipandang cuma untuk menarik perhatian melalui langkah memperbandingkan antara kebijakan pada masanya dan kebijakan menteri yang kini menempati jabatannya, yakni Edhy Prabowo.
Baca juga: Prabowo Wacanakan Pendidikan Militer 1 Semester untuk Mahasiswa, Buat Apa?
Namun alasannya tak lain disebabkan telah terlibat di dunia kelautan tidak sekadar kala menjabat menteri saja, melainkan memang telah menjalani pekerjaan yang dilalui selama 30 tahun, sehingga dapat dikatakan telah mendarah daging.
Sehingga dengan demikian, saat terdapat kebijakan dari Menteri Kelautan dan Perikanan yang dipandang kurang tepat, Susi mengungkapkan sangat bersedih hati dan tak dapat membiarkan begitu saja.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










