
TIKTAK.ID – Akun Twitter Din Syamsuddin (@OpiniDin) mengunggah sejumlah poster dengan ilustrasi para tokoh yang hadir dalam Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Tokoh-tokoh yang ada di dalam poster itu mulai dari Gatot Nurmantyo sampai Said Didu.
Dilihat detikcom, Selasa (18/8/20), unggahan itu dilakukan sehari sebelum Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi berlangsung. Salah satu cuitannya mengumumkan bahwa Gatot akan hadir di Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta.
Selain memuat tokoh, poster itu juga menyelipkan kalimat-kalimat. Salah satu contohnya, pada poster yang bergambarkan wajah Gatot, diunggah dengan tulisan kalimat “Bersama Gerakan KAMI, mari hancurkan pemerintahan oligarki ini! Sudah saatnya rakyat mengambil alih!”
Baca juga: Babak Baru Upaya para Oposan Jokowi ‘Selamatkan Indonesia’
Adapun poster lain bertuliskan “Tidak ada titik kembali dan tidak ada titik menyerah! Rakyat harus bersatu dan cabut mandat rezim Jokowi sekarang juga! Salam Merdeka! Kami (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia)”.
Dimintai konfirmasi secara terpisah, Din selaku pembentuk KAMI menjelaskan soal cuitan-cuitan itu. Din sendiri mengakui kalau akun @OpiniDin adalah akun Twitter pribadinya. Namun sudah lama tidak diakses.
“Ya itu akun Twitter saya, namun sudah cukup lama saya tidak pakai. Jelas tweet dengan meme-meme itu bukan dari saya. Twitter saya dikendalikan pihak tertentu, mungkin oleh pihak yang punya kemampuan meng-hack,” ucap Din.
Baca juga: Din Syamsuddin: Jokowi Pernah Minta Bantuan Muhammadiyah untuk Hadapi Mafia di Berbagai Sektor
Halaman selanjutnya…
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










