TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Soal Rencana Anies Bangun Museum Sejarah Nabi di Lahan Reklamasi Ancol, Pengamat: Ini Rayuan Gombal

Soal Rencana Anies Bangun Museum Sejarah Nabi di Lahan Reklamasi Ancol, Pengamat: Ini Rayuan Gombal

By Joni Sitohang
12 Juli 2020
703
0
Soal Rencana Anies Bangun Museum Sejarah Nabi di Lahan Reklamasi Ancol, Pengamat: Ini Rayuan Gombal

TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan sempat menyatakan rencananya membuat Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW terbesar setelah Saudi Arabia. Ia menyebut museum itu akan dibangun di area seluas tiga hektare di atas daratan buatan (reklamasi) di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

“Museum ini akan menjadi museum terbesar mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW di luar Saudi Arabia,” ujar Anies dalam rekaman video di kanal Youtube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (11/7/20), seperti dikutip CNNIndonesia.com dari Antara.

Menanggapi hal itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah mengatakan wacana pembangunan Museum Sejarah Nabi dan masjid apung merupakan upaya dari Anies untuk merayu warga Jakarta agar setuju reklamasi.

Baca juga : KPK Minta Pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang IV Dihentikan Sementara, Ada Apa?

“Jadi sepertinya hanya sebagai rayuan gombal supaya masyarakat setuju (reklamasi) itu,” tutur Trubus.

Trubus pun menyebut reklamasi di kawasan Ancol sebagai bentuk keberpihakan Gubernur Anies kepada pengusaha.

Lebih lanjut, Trubus menganggap wajar jika banyak pihak, termasuk pendukung Anies menolak kebijakan tersebut. Apalagi, kata Trubus, Anies pernah berjanji akan menyetop reklamasi di Jakarta.

Baca juga : Tanggapi Polemik Perluasan Tanah Ancol, Wagub DKI: Apa yang Dilakukan Pak Gubernur Sudah Baik dan Tepat

“Hal ini seperti meninabobokkan masyarakat, bahwa itu nanti akan dibangun simbol keagamaan supaya masyarakat mendukung reklamasi ini. Padahal ini keberpihakan kepada pengusaha,” imbuhnya.

Sebelumnya, Anies mengklaim target pembuatan Museum Sejarah Nabi tersebut ialah untuk mendatangkan turis mancanegara.

“InsyaAllah ini akan menjadi magnet bagi wisatawan. Bukan hanya wisatawan dari Indonesia, tapi seluruh dunia,” ucap Anies.

Baca juga : Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19: Di Tempat-tempat Ini Corona Menular Lewat Udara

Meski begitu, Anies belum menjelaskan detail apa saja yang akan disimpan di dalam museum. Sebab, dia menyatakan masih sibuk mengurusi segala perizinannya.

“Nah untuk itu, semua dokumen legal administratifnya harus disiapkan agar pengurusan lahannya bisa dilakukan, sehingga pembangunan bisa segera dilaksanakan,” kata Anies.

Tidak hanya Museum Sejarah Nabi, Pemprov DKI Jakarta juga berencana untuk membuat masjid terapung di lahan buatan tersebut.

Baca juga : PAN: RUU HIP Bisa Ciptakan Krisis Ideologi dan Sosial

Seperti diketahui, saat Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies dan mantan wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno, menegaskan bahwa mereka menolak reklamasi di Teluk Jakarta. Mereka menilai reklamasi dapat merugikan para nelayan di sana.

TagsAniesMuseum Sejarah NabiPemprov DKI JakartaReklamasi AncolTrubus Rahadiansyah

Related articles More from author

  • Sandiaga 'Buka Kartu' Saat Ditanya Pilih Duet Bareng Anies atau AHY di Pilpres 2024 Lawan Prabowo-Puan
    Nasional

    Sandiaga ‘Buka Kartu’ Saat Ditanya Pilih Duet Bareng Anies atau AHY di Pilpres 2024 Lawan Prabowo-Puan

    22 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • Waketum NasDem Ungkap Isi Pembicaraan Paloh, Sohibul, AHY di Resepsi Putri Anies
    Nasional

    Waketum NasDem Ungkap Isi Pembicaraan Paloh, Sohibul, AHY di Resepsi Putri Anies

    2 Agustus 2022
    By Joni Sitohang
  • PKS Klaim Digoda Tinggalkan Koalisi Perubahan dengan Imbalan Uang dan Jabatan
    Nasional

    PKS Klaim Digoda Tinggalkan Koalisi Perubahan dengan Imbalan Uang dan Jabatan

    18 Juni 2023
    By Joni Sitohang
  • Soal Wacana Duet Anies-Andika di Pilgub Jakarta, PKS: Itu kan Misalnya
    Nasional

    Soal Wacana Duet Anies-Andika di Pilgub Jakarta, PKS: Itu kan Misalnya

    6 Juli 2024
    By Joni Sitohang
  • Anies Didukung 'Nyapres', Gerindra Tetap Jagokan Prabowo
    Nasional

    NasDem Sarankan Prabowo Jadi Cawapres Anies, Perindo: Anies Bukan Siapa-siapa

    7 Desember 2022
    By Joni Sitohang
  • PKS Sebut Pemerintah Tak Siap Pindah ke Ibu Kota Baru, Kok Bisa? TIKTAK.ID - Anggota panitia khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ecky Awal Mucharam menyatakan bahwa Pemerintah masih belum siap dengan skema pemindahan IKN. Sebab, Ecky menyebut Pemerintah tidak memberikan gambaran meyakinkan kalau IKN memang layak untuk dipindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. "Saat membahas rencananya seperti apa, master plan-nya seperti apa, itu tidak terjawab. Bahkan terkesan masih belum siap," ungkap Ecky di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/1/22), seperti dilansir Republika.co.id. Kemudian Ecky mengatakan RUU IKN berpotensi melanggar Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dia menjelaskan, hal itu karena pemerintah daerah khusus IKN bakal setingkat kementerian dan selanjutnya disebut sebagai Otorita IKN. "Naskah awal RUU ini berpotensi bertentangan dengan UUD 1945, konstitusi kita, karena memang sejak awal RUU ini ingin pemerintahan ibu kota otorita," tegas Ecky. Ecky mengklaim Indonesia tidak mengenal konsep otorita dan hal itu juga tak tercantum dalam UUD 1945. Terutama, kata Ecky, dalam Pasal 18 yang menyebut Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan provinsi dibagi atas beberapa kabupaten/kota. "Semua berkutat pada otorita saja, dan Pemerintah tetap tidak mau mundur terkait otorita. Padahal hal itu tidak ada dalam nomenklatur Pasal 18 UUD 1945," jelas Ecky. Selain itu, Ecky mengaku tidak yakin jika pemindahan dan pembangunan IKN tidak akan membebani keuangan negara. Dia menerangkan, dalam RUU IKN tak dijelaskan berapa persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang akan dialolasikan untuk IKN. "Berbahaya dari sisi peruntukan anggaran, yang harusnya untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), malah dialihkan untuk anggaran pembangunan ibu kota," ucap Ecky. Di sisi lain, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengapresiasi pengesahan RUU IKN menjadi Undang-Undang. Meski begitu, dia menganggap pengesahan itu tidak serta-merta membuat pemindahan IKN bisa langsung dilakukan. Suharso memaparkan, pemindahan dan pembangunan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bakal dilakukan secara bertahap. Dia juga menjamin proses pelaksanaannya akan memperhatikan kesinambungan fiskal dan skema pendanaan.
    Nasional

    Giring Unggah Lirik Oktober Bakal Ada yang Tumbang, Sindir Anies?

    21 Januari 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Tips Penuhi Kebutuhan Gizi untuk Anak Kos
    Tips & Tutorial

    Tips Penuhi Kebutuhan Gizi untuk Anak Kos

  • Seorang Youtuber Nawa Squid Game ke Dunia Nyata
    Internasional

    Seorang Youtuber Bawa Squid Game ke Dunia Nyata

  • Pakar Pidana: PDIP Bisa Dibubarkan Jika Terbukti Terlibat Korupsi Bansos
    Nasional

    Pakar Pidana: PDIP Bisa Dibubarkan Jika Terbukti Terlibat Korupsi Bansos

  • Song Joong Ki Akan Main di Drama 'Chaebol Family’s Youngest Son'
    Selebriti

    Song Joong Ki Akan Main di Drama ‘Chaebol Family’s Youngest Son’

  • Andres Iniesta Kritik Barcelona Soal Rumor Xavi Jadi Pelatih Baru Mereka
    Olahraga

    Andres Iniesta Kritik Barcelona Soal Rumor Xavi Jadi Pelatih Baru Mereka

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.