TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Sejumlah Pihak Tak Terima Cuitan Ferdinand Disandingkan Ucapan Gus Dur

Sejumlah Pihak Tak Terima Cuitan Ferdinand Disandingkan Ucapan Gus Dur

By Joni Sitohang
9 Januari 2022
700
0
Sejumlah Pihak Tak Terima Cuitan Ferdinand Disandingkan Ucapan Gus Dur

TIKTAK.ID – Cuitan Ferdinand Hutahaean yang disandingkan dengan pernyataan Presiden ke-4 RI sekaligus mantan Ketua Umum PBNU, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menimbulkan kritik. Sejumlah pihak merasa tak terima jika keduanya disamakan.

Sebelumnya, Ferdinand dilaporkan ke Bareskim akibat mencuit, “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela…”. Cuitan Ferdinand tersebut pun disandingkan dengan kalimat Gus Dur yang pernah mengatakan “Tuhan tidak perlu dibela”.

Ketua PP GP Ansor, Luqman Hakim meminta agar cuitan “Allahmu ternyata lemah” Ferdinand Hutahaean tidak disamakan dengan Gus Dur. Dia mengklaim Gus Dur tak pernah menghakimi bahwa Tuhan yang diyakini seseorang keadaannya lemah sehingga harus dibela.

Baca juga : Modal Ambang Batas 20 Persen, Hasto Sebut Jokowi Sulit Dapat Dukungan Kuat Rakyat

“Menurut saya, cuitan Ferdinand tidak sama dengan kalimat Gus Dur. Sebab, Gus Dur sama sekali tidak menghakimi bahwa Tuhan yang diyakini seseorang keadaannya lemah harus dibela. Gus Dur justru menegaskan kalau Tuhan tidak perlu dibela karena Tuhan Maha Kuat dan Kuasa,” ujar Luqman, seperti dilansir detik.com, Jumat (7/1/22).

Menurut Luqman, cuitan Ferdinand itu justru dapat berpotensi membuat keonaran. Dia menduga cuitan Ferdinand telah menghina agama tertentu.

“Sementara cuitan Ferdinand bisa dikategorikan sebagai serangan penghinaan dan penistaan terhadap agama tertentu. Hal itu berpotensi menimbulkan keonaran dan permusuhan bernuansa agama serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Sangat jauh berbeda antara cuitan Ferdinand dengan perkataan Gus Dur, jadi jangan disamakan antara keduanya!” tegas Luqman.

Baca juga : Golkar Angkat Bicara Soal Usulan Duet Airlangga-Anies di 2024, PKS Mengaku Tertarik

Sementara itu, Ketua DPP PKS, Bukhori Yusuf menyebut Ferdinand terkesan merendahkan Allah. Dia pun menjelaskan perbedaan cuitan Ferdinand dengan pernyataan Gus Dur. Bukhori mengatakan Gus Dur menunjukkan kalau Allah berkuasa segala-galanya, sedangkan Ferdinand merendahkan Allah dengan kata “lemah”.

“Ya tentu tidak sama lah, karena pernyataan Gus Dur itu menunjukkan Allah memang berkuasa segala-galanya sehingga tidak perlu bantuan siapa pun, bahkan apalagi hambanya yang Ia ciptakan sendiri. Tapi cuitan Ferdinand itu dapat dipahami terkesan merendahkan Allah, karena disifati dengan kata lemah,” tutur Bukhori.

Kemudian Anggota Komisi VIII DPR tersebut mengimbau Ferdinand untuk lebih memperdalam agamanya. Dia juga meminta ke depannya Ferdinand dapat lebih bijak dalam berkata dan bersikap.

Baca juga : Basuki Tunggu Instruksi Jokowi untuk Bangun Istana Baru di IKN

“Sebaiknya Saudara Ferdinand Hutahaean lebih mendalami agamanya, supaya lebih bijak dalam berkata dan bersikap,” terang Bukhori.

TagsDemokratFerdinand HutahaeanGP AnsorGus DurPBNU

Related articles More from author

  • Gerindra Sindir Partai yang 'Mengkarbit' Anak Ketumnya, Demokrat Malah Bangga
    Nasional

    Rocky Gerung Sindir Deklarasi Koalisi Perubahan Tertunda Transaksi Parpol, Demokrat Buka Suara

    15 November 2022
    By Joni Sitohang
  • Saat Masalah Kejiwaan Ferdy Sambo Dipertanyakan TIKTAK.ID - Belakangan ini kondisi kejiwaan tersangka pembunuhan berencana, Irjen Ferdy Sambo, menjadi sorotan. Beredar kesimpang-siuran yang mengklaim Sambo memiliki masalah kejiwaan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik. Kemudian Taufan meluruskan isu itu. Dia menilai pernyataan dia sebelumnya dimaknai secara keliru dalam sebuah pemberitaan. Padahal, Taufan hendak menyampaikan kalau Sambo sudah melampaui abuse of power. "Salah nangkap, jadi maksudnya orang ini [Sambo] memiliki kekuasaan yang sangat besar. Dia Kadiv Propam, tapi dia juga mampu menggerakkan di luar lingkungan bawah Propam, bisa menggerakan di Metro Jaya, Reskrim," ujar Taufan, seperti dilansir CNNIndonesia.com, pada Kamis (15/9/22). "Inilah yang dimaksud melebihi abuse of power. Seseorang dengan kekuasaan tertentu di luar kekuasaannya," sambung Taufan. Taufan pun menduga karena Sambo merasa berkuasa, maka berani mengeksekusi ajudannya, Brigadir J di rumah dinas, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Taufan bahkan menyebut Sambo jemawa bisa kebal hukum. Selain itu, kata Taufan, Sambo juga dapat mengerahkan puluhan polisi untuk menghilangkan barang bukti, merusak Tempat Kejadian Perkara (TKP), hingga menambah skenario palsu. "Itu kan artinya orang ini sangat percaya diri kalau tindakan kejahatannya tidak akan terbongkar," jelas Taufan. Sebelumnya, beredar informasi soal Sambo mempunyai masalah kejiwaan. Dalam suatu pemberitaan nasional, hal itu disampaikan oleh Taufan. Seperti diketahui, Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Sambo pada 8 Juli lalu. Polisi sudah menetapkan lima tersangka, yakni Sambo, Putri, RR, RE dan KM. Kelimanya dijerat dengan Pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. Empat tersangka sudah ditahan, sedangkan Putri masih menunggu pemeriksaan selanjutnya. Tidak hanya itu, polisi juga menetapkan tujuh orang tersangka terkait obstruction of justice dalam kasus ini, yaitu Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto. Mereka diduga telah melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.
    Nasional

    Kritik Pemerintahan Jokowi Soal BLT, AHY: Dulu Dihina-hina

    16 September 2022
    By Joni Sitohang
  • AHY Sambangi Anies di Balai Kota, Ada Apa?
    Nasional

    AHY Sambangi Anies di Balai Kota, Ada Apa?

    7 Mei 2021
    By Johan Arif
  • Jokowi Tunjuk Yaqut Cholil Qoumas Jadi Menteri Agama, PA 212: Banyak yang Lebih Pantas!
    Nasional

    Jokowi Tunjuk Yaqut Cholil Qoumas Jadi Menteri Agama, PA 212: Banyak yang Lebih Pantas!

    23 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • Nasional

    Disindir Jokowi ‘Terlibat’ Kisruh Jiwasraya, Demokrat: SBY Sih Ketawa Aja

    22 Desember 2019
    By Adam Humain
  • Gerindra Sindir Partai yang 'Mengkarbit' Anak Ketumnya, Demokrat Malah Bangga
    Nasional

    Surya Paloh Buka Peluang Gabung KIB, Demokrat: Cuma Pencair Suasana

    4 Februari 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Terkait Investor Asing di Ibu Kota Baru, Pengamat: Jokowi Jangan Pertaruhkan Informasi Intelijen dan Kepentingan Politik
    Nasional

    Terkait Investor Asing di Ibu Kota Baru, Pengamat: Jokowi Jangan Pertaruhkan Informasi Intelijen dan Kepentingan Politik

  • Pemerintah Terbitkan Keputusan Resmi 'FPI Organisasi Terlarang', Begini Isi Lengkapnya
    Nasional

    Pemerintah Terbitkan Keputusan Resmi ‘FPI Organisasi Terlarang’, Begini Isi Lengkapnya

  • Prabowo Blak-blakan Soal Isi Pertemuannya dengan Menhan China di Jakarta
    Nasional

    Prabowo Blak-blakan Soal Isi Pertemuannya dengan Menhan China di Jakarta

  • Seo Ye Ji Comeback Lewat Drama 'Eve's Scandal'
    Selebriti

    Seo Ye Ji Comeback Lewat Drama ‘Eve’s Scandal’

  • Sejumlah Kota Indonesia 'Dipanggang Bara', Ternyata Ini Penyebabnya
    NasionalViral

    Sejumlah Kota Indonesia ‘Dipanggang Bara’, Ternyata Ini Penyebabnya

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.