
TIKTAK.ID – Adamas Belva Syah Devara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (21/4/20).
Dalam surat terbuka melalui akun Instagram-nya, Belva mengaku tidak ingin polemik mengenai posisinya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, dan mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Jokowi dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19.
Pendiri perusahaan Ruangguru itu merupakan satu dari tujuh Stafsus Jokowi yang dikenal sebagai Stafsus Milenial. Jokowi menunjuk jajaran milenial berprestasi itu untuk diminta nasihatnya terkait sejumlah hal.
Baca juga: Jokowi Diminta Beri Stafsusnya Pilihan, Lepas Jabatan Perusahaan atau Angkat Kaki dari Istana
Belva mengundurkan diri setelah banyak pihak menuding posisinya rawan konflik kepentingan. Pasalnya, perusahaan Ruangguru menjadi mitra pemerintah untuk terlibat memberikan materi dalam program Kartu Prakerja.
Di tengah situasi pandemi Covid-19, program Kartu Prakerja yang diinisiasi Jokowi itu belakangan ramai diperbincangkan. Sebab, tidak sedikit materi yang ada dibanderol dengan tarif selangit, padahal masyarakat kini tengah dihadapkan pada situasi ekonomi yang sulit.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.









