Tag: Stafsus Milenial

  • Ombudsman RI Minta Jokowi Tegur Stafsus  Milenial, Ada Apa?

    Ombudsman RI Minta Jokowi Tegur Stafsus Milenial, Ada Apa?

    TIKTAK.ID – Anggota Ombudsman RI, Adrianus Meliala mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menegur dan mengevaluasi Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma’ruf yang telah mengeluarkan surat perintah kepada Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN).

    Adrianus menyebut Jokowi mesti melakukan evaluasi karena kejadian semacam itu bukan pertama kali dilakukan staf khusus presiden, sehingga bisa berpengaruh pada citra presiden.

    “Presiden perlu mengevaluasi dan memberikan teguran kepada Saudara Aminuddin Ma’ruf selaku Staf Khusus. Dengan begitu, ke depannya kejadian serupa tidak terulang kembali dan keberadaan staf khusus bisa memberikan peran yang konkret dan image positif bagi Presiden, bukan malah sebaliknya,” ujar Adrianus dalam siaran pers, seperti dilansir Kompas.com, Senin (9/11/20).

    Baca juga : Jokowi Targetkan 2025 Seluruh Tanah di Indonesia Sudah Bersertifikat

    Menurut Adrianus, sebagai staf khusus, Aminuddin seharusnya tidak dapat mengeluarkan surat yang berisi perintah. Pasalnya, ia menilai surat-surat yang sifatnya berisi perintah itu lazimnya diterbitkan dalam koordinasi antara atasan dan bawahan.

    “Sedangkan hubungan antara staf khusus dengan Dema PTKIN ini kan setara,” terang Adrianus.

    Adrianus menjelaskan, instansi yang berwenang untuk menerbitkan surat perintah atau penugasan yakni pimpinan dari satuan kerja, bukan staf khusus yang secara administratif bertanggung jawab kepada Sekretariat Kabinet.

    Baca juga : Anies dan Dirinya Masuk Daftar Prioritas Disuntik Vaksin Corona, Begini Reaksi Wagub Riza Patria

    Ia mengatakan kesalahan tersebut mengindikasikan staf khusus presiden kurang memahami tata kerja dari instansi/lembaga pemerintah serta asas-asas umum pemerintahan yang baik. Oleh sebab itu, Adrianus mengaku Ombudsman RI bersedia memberikan pelatihan kepada staf khusus milenial tersebut.

    Halaman selanjutnya…

  • Bikin Gaduh Lagi Soal Typo Surat, Berikut Sederet Kontroversi Stafsus Milenial Jokowi

    Bikin Gaduh Lagi Soal Typo Surat, Berikut Sederet Kontroversi Stafsus Milenial Jokowi

    TIKTAK.ID – Belakangan, Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari kalangan milenial kembali menjadi sorotan publik lantaran ditemukan banyak kesalahan dalam surat yang dikirim stafsus kepada Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Namun tidak hanya itu, ternyata sudah ada kontroversi stafsus milenial Jokowi sebelumnya.

    Seperti dilansir Suara.com, berikut ini deretan kontroversi stafsus milenial Jokowi sejak dilantik hingga sekarang.
    1. Andi Taufan Garuda Putra
    Andi Taufan Garuda Putra menyalahi wewenang dengan mengirim surat kepada camat dengan tujuan bekerja sama dalam program Relawan Desa Lawan Covid-19. Akan tetapi, ia mencantumkan nama perusahaan tempatnya menjadi CEO.

    Melalui surat yang berkop Sekretariat Kabinet Republik Indonesia itu, Andi menyinggung perusahaan miliknya, PT Amartha Mikro Fintek. Ia mengatakan petugas lapangan Amartha akan berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, dan PT Amartha akan melakukan pendataan kebutuhan APD di Puskesmas atau layanan kesehatan desa, serta memenuhi jalur donasi.

    Baca juga : Habib Rizieq Diajak Gabung Partai Masyumi, Apa Jawabannya?

    2. Angkie Yudistia
    Angkie Yudistia mengunggah informasi palsu di akun Instagram pribadinya, @angkie.yudistia, mengenai cara sederhana mendeteksi virus Corona selama 10 detik dengan tarik napas. Setelah mendapat teguran dari warganet, Angkie lantas menghapus unggahan tersebut dan meminta maaf.

    3. Belva Devara
    Adamas Belva Syah Devara mendapat kritik usai menyampaikan pernyataan dan motivasi di tengah wabah Corona. Kritikan kepada Belva juga mempermasalahkan kalimat dalam poster yang dibuat oleh BNPB.

    4. Billy Membrasar
    Belum genap 100 hari menjabat sebagai stafsus, Billy Membrasar sudah membuat kontroversi akibat cuitannya di Twitter.

    Baca juga : BPS Sebut Angka Pengangguran DKI Tertinggi se-Indonesia, Anies: Lapangan Kerja Mandeg Sementara

    Halaman selanjutnya…

  • Resmi Mundur dari Stafsus Presiden, Ini Kisah Belva Devara Masuk Istana hingga Kejanggalan Kartu Pra Kerja

    Resmi Mundur dari Stafsus Presiden, Ini Kisah Belva Devara Masuk Istana hingga Kejanggalan Kartu Pra Kerja

    TIKTAK.ID – Adamas Belva Syah Devara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (21/4/20).

    Dalam surat terbuka melalui akun Instagram-nya, Belva mengaku tidak ingin polemik mengenai posisinya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, dan mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Jokowi dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19.

    Pendiri perusahaan Ruangguru itu merupakan satu dari tujuh Stafsus Jokowi yang dikenal sebagai Stafsus Milenial. Jokowi menunjuk jajaran milenial berprestasi itu untuk diminta nasihatnya terkait sejumlah hal.

    Baca juga: Jokowi Diminta Beri Stafsusnya Pilihan, Lepas Jabatan Perusahaan atau Angkat Kaki dari Istana

    Belva mengundurkan diri setelah banyak pihak menuding posisinya rawan konflik kepentingan. Pasalnya, perusahaan Ruangguru menjadi mitra pemerintah untuk terlibat memberikan materi dalam program Kartu Prakerja.

    Di tengah situasi pandemi Covid-19, program Kartu Prakerja yang diinisiasi Jokowi itu belakangan ramai diperbincangkan. Sebab, tidak sedikit materi yang ada dibanderol dengan tarif selangit, padahal masyarakat kini tengah dihadapkan pada situasi ekonomi yang sulit.

    Halaman selanjutnya…

  • Jokowi Diminta Beri Stafsusnya Pilihan, Lepas Jabatan Perusahaan atau Angkat Kaki dari Istana

    Jokowi Diminta Beri Stafsusnya Pilihan, Lepas Jabatan Perusahaan atau Angkat Kaki dari Istana

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo didorong memberi opsi bagi para staf khusus milenial, yaitu memilih mundur dari jabatan stafsus atau melepas jabatan di perusahaan mereka. Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi UGM Zaenur Rohman menyebut hal itu dapat menjadi solusi untuk mencegah terjadinya konflik kepentingan para stafsus tersebut.

    “Untuk mencegah kerusakan yang lebih besar, maka Jokowi harus memberikan penawaran kepada para stafsusnya untuk memilih salah satu di antara dua jabatan yang sedang diemban oleh para stafsus tersebut,” ujar Zaenur, seperti dilansir Kompas.com, Senin (20/4/20).

    Zaenur mengatakan opsi itu mesti diberikan karena rangkap jabatan yang diemban para stafsus tersebut rawan terjadi konflik kepentingan dan dapat berujung pada tindak pidana korupsi.

    Baca juga: Meski Kepercayaan pada Pemerintah Masih Tinggi, Sandiaga Prihatin Konflik Kepentingan Stafsus Jokowi Gerus Simpati Publik

    Zaenur menilai konflik kepentingan itu sudah terlihat ketika perusahaan milik Belva Devara, Ruangguru, yang menjadi mitra program Kartu Prakerja. Ia juga mengkritik Andi Taufan yang terbukti mengirim surat kepada camat se-Indonesia untuk kepentingan perusahaan miliknya, Amartha.

    Oleh karena itu, Zaenur pun menyarankan Belva dan Andi Taufan sebaiknya berinisiatif mengundurkan diri tanpa diberikan opsi oleh Jokowi.

    “Ini harus segera diselesaikan tanpa berlarut-larut, apalagi saat bangsa ini sedang berjuang melawan pandemi Corona. Jadi cara penyelesaiannya adalah Belva dan Taufan mengundurkan diri, sementara yang lainnya diberi pilihan,” tutur Zaenur.

    Halaman selanjutnya…