TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Ekonom Indef: Pelatihan Online Tak Relevan di Masa Pandemi Corona, Dana Rp 5,6 Triliun Kartu Prakerja Lebih Baik Diberikan Langsung ke Rakyat Saja

Ekonom Indef: Pelatihan Online Tak Relevan di Masa Pandemi Corona, Dana Rp 5,6 Triliun Kartu Prakerja Lebih Baik Diberikan Langsung ke Rakyat Saja

By Joni Sitohang
28 April 2020
677
0
Tokopedia, Ruangguru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Pijar Mahir, Sekolahmu,

TIKTAK.ID – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra P.G Talattov menilai pelatihan daring (online) dalam Program Kartu Prakerja sudah tak relevan di tengah pandemi virus Corona. Oleh karena itu, ia menyarankan dana pelatihan sebesar Rp5,6 triliun itu dialihkan ke Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau berupa bantuan sosial (Bansos) saja.

“Sayang sekali dana sebesar Rp5,6 triliun untuk pelatihan itu terbuang begitu saja dalam jangka pendek. Jadi lebih baik dialokasikan langsung untuk cash transfer atau bantuan sosial,” kata dia saat diskusi virtual Senin (27/4/20).

Abra menuturkan, para peserta yang mayoritas terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pandemi virus Corona ini kurang membutuhkan pelatihan saat ini. Mereka lebih membutuhkan bantuan yang sifatnya cepat.

Baca juga : Eks Menkes Siti Fadilah Supari Surati Jokowi dari Penjara, Beri Solusi Tangani Corona

“Dengan kondisi ekonomi sekarang ini, mereka latihan empat bulan ya tidak otomatis ada pasar tenaga kerja yang bisa menyerap,” ucapnya.

Adapun saat ini, Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan delapan mitra penyedia platform digital Kartu Prakerja. Kedelapan mitra itu ialah Tokopedia, Ruangguru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Pijar Mahir, Sekolahmu, serta Sistem Informasi Ketenaga Kerjaan (Sisnaker) milik Kementerian Ketenagakerjaan.

Secara keseluruhan Program Kartu Prakerja menyedot anggaran mencapai Rp20 triliun untuk pelaksanaannya satu tahun ini. Program ini pun juga menargetkan hingga 5,6 juta orang penerima manfaat.

Baca juga : Densus 88 Temukan Buku Propaganda Anti Syiah di Kediaman Terduga Teroris Sidoarjo

Masing-masing peserta program Kartu Prakerja ini akan mendapatkan insentif sebesar Rp3.550.000. Apabila dirinci, manfaat Program Kartu Prakerja di 2020 terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, serta insentif survei ketenagakerjaan sebesar Rp50 ribu per survei untuk tiga kali survei atau total Rp150 ribu per peserta. Insentif tersebut akan dibayarkan setelah peserta menyelesaikan minimal satu kali pelatihan.

TagsBukalapakCoronaCOVID-19EkonomIndefKartu PrakerjaMau Belajar ApaPandemi CoronaPelatihan OnlinePijar MahirPintariaRakyatRuangguruSekolahmuSisnakerTokopediaVirus Coronawabah Corona

Related articles More from author

  • Hasil Tes Swab Positif Corona, Ketua KPU 'Ditolak' Ikuti Rapat Tatap Muka Bersama Jokowi di Istana
    Nasional

    Hasil Tes Swab Positif Corona, Ketua KPU ‘Ditolak’ Ikuti Rapat Tatap Muka Bersama Jokowi di Istana

    18 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Prof DR Ahmad Zahro
    Nasional

    Guru Besar UIN Surabaya Sebut Metode Ruqyah Ampuh Lawan Virus Corona

    15 Februari 2020
    By Adam Humain
  • Twindy Rarasati
    Selebriti

    Dinyatakan Sembuh dari Corona, Twindy Rarasati Karantina Mandiri di Rumah

    5 Mei 2020
    By
  • Mahfud MD tentang pencekalan rizieq shihab
    Nasional

    Mahfud MD: Jangan Ada Korban Covid di Pilkada Serentak 2020

    24 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Ridwan Kamil Minta Maaf ke Warga Jabar, Kenapa?
    Nasional

    Ridwan Kamil Minta Maaf ke Warga Jabar, Kenapa?

    21 Juli 2021
    By Joni Sitohang
  • Corona di Jakarta Meningkat, PDIP DKI: Anies Seharusnya Fokus Pengawasan di Lapangan
    Nasional

    Hadapi Covid-19, Anies Sebut Bagaikan Masuk Wilayah yang Belum Ada Petanya, PDIP: Anies Keliru!

    20 Agustus 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • TIKTAK.ID - 5 Hal ini Pantang Dilakukan Saat Dehidrasi
    Tips & Tutorial

    5 Hal ini Pantang Dilakukan Saat Dehidrasi

  • TIKTAK.ID - [CEK HOAKS ATAU FAKTA] Satu lagi Menteri Jokowi Terpapar COVID-19, Menteri Nadien Dinyatakan Positif Terinfeksi Corona, Jalani Isolasi Secara Mandiri
    Nasional

    [CEK HOAKS ATAU FAKTA] Satu lagi Menteri Jokowi Terpapar COVID-19, Menteri Nadiem Dinyatakan Positif Terinfeksi Corona, Jalani Isolasi Secara Mandiri

  • Kalahkan West Ham, Salah: Liverpool Sekarang Harus Menang Terus
    Olahraga

    Kalahkan West Ham, Salah: Liverpool Sekarang Harus Menang Terus

  • Di Persidangan, Hermawan Susanto Mengaku Jokowi yang Akan Dipenggal Bukan Jokowi Presiden
    Nasional

    Di Persidangan, Hermawan Susanto Mengaku Jokowi yang Akan Dipenggal Bukan Jokowi Presiden

  • Survei Median: Prabowo Puncaki Elektabilitas Capres 2024
    Nasional

    Survei Median: Prabowo Puncaki Elektabilitas Capres 2024

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.