TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Pengadilan HAM Eropa: Sanksi Hukum Prancis dalam Kasus Aktivis Boikot Israel Tak Berdasar

Pengadilan HAM Eropa: Sanksi Hukum Prancis dalam Kasus Aktivis Boikot Israel Tak Berdasar

By Bagas F Sinaga
12 Juni 2020
942
0
TIKTAK.ID - Pengadilan HAM Eropa: Sanksi Hukum Prancis dalam Kasus Aktivis Boikot Israel Tak Berdasar

TIKTAK.ID – Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (EHCR) memutuskan pada Kamis (11/6/20) bahwa hukuman pidana pengadilan Prancis kepada para aktivis yang terlibat kampanye untuk memboikot produk impor dari Israel tidak memiliki dasar yang memadai dan melanggar kebebasan berekspresi mereka.

Sebelumnya, pengadilan banding tertinggi Perancis pada 2015 menjunjung tinggi putusan yang menghukum para pelaku kampanye atas dasar menghasut rasisme dan anti-Semitisme.

Dua belas aktivis yang terlibat dalam gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), dijatuhi hukuman atas distribusi selebaran di supermarket di Prancis timur dan mengenakan T-shirt pada 2009 dan 2010 yang menyerukan boikot barang-barang Israel.

Baca juga: AS Berencana Jatuhi Sanksi Kapal Tanker Pengirim Minyak Iran ke Venezuela

Tim hukum para aktivis berpendapat bahwa seruan untuk boikot adalah prinsip dasar kebebasan berekspresi.

EHCR mengatakan ada sedikit ruang lingkup dalam konvensi Eropa untuk pembatasan pada pidato politik yang bersifat kontroversial dan keras selama tidak melewati batas dan menyerukan kekerasan, kebencian atau intoleransi.

“Pengadilan berpendapat bahwa hukuman pemohon tidak memiliki dasar yang relevan atau memadai,” kata putusan tersebut, tulis Reuters.

Prancis diperintahkan untuk membayar 27.380 Euro atau sekitar 400-an juta rupiah untuk setiap juru kampanye.

Sementara itu, Israel mengatakan bahwa gerakan BDS, yang disponsori oleh para intelektual dan blogger pro-Palestina, dimotivasi oleh anti-Semitisme dan keinginan untuk menggambarkan bahwa Israel sebagai negara tidak sah.

Baca juga: Menteri Dalam Negeri Prancis: Polisi Prancis Bukan Polisi Amerika

Halaman selanjutnya…

1 2
Tagsapartheid IsraelBlack Lives MatterBoikot Israelkebebasan berekspresiwarisan buruk kolonialisme

Related articles More from author

  • Uni Eropa Kecam Cara Trump Tangani Demonstrasi 'Black Lives Matter'
    Internasional

    Uni Eropa Kecam Cara Trump Tangani Demonstrasi ‘Black Lives Matter’

    21 Juni 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Turki Sahkan Undang-undang untuk Memperketat Kontrol Media Sosial
    InternasionalTeknologi

    Turki Sahkan Undang-undang untuk Memperketat Kontrol Media Sosial

    2 Agustus 2020
    By Alfan Mahardika
  • Top! Meghan Markle Ajukan Ide Film tentang Pendiri Black Lives Matter Senilai 2,3 Triliun ke Netflix
    Selebriti

    Top! Meghan Markle Ajukan Ide Film tentang Pendiri Black Lives Matter Senilai 2,3 Triliun ke Netflix

    17 September 2020
    By
  • Tragis, Menteri Kesehatan Bolivia Malah Positif Corona
    Internasional

    Tragis, Menteri Kesehatan Bolivia Malah Positif Corona

    9 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • WHO Khawatir, Eropa Kembali Diserang Covid
    Internasional

    WHO Khawatir, Eropa Kembali Diserang Covid

    24 November 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Maduro Usir Utusan Uni Eropa dari Venezuela
    Internasional

    Maduro Usir Utusan Uni Eropa dari Venezuela

    2 Juli 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ketum PKN Beri Respons Menohok Usai Demokrat Desak Anas Urbaningrum Minta Maaf ke SBY
    Nasional

    Ketum PKN Beri Respons Menohok Usai Demokrat Desak Anas Urbaningrum Minta Maaf ke SBY

  • Demo Pencari Suaka Afghanistan di Jakpus Berakhir Ricuh, Apa Tuntutannya?
    Nasional

    Demo Pencari Suaka Afghanistan di Jakpus Berakhir Ricuh, Apa Tuntutannya?

  • Reza Rahadian Bacakan Surat dari Fans Baru, Seorang Ibu Usia 40-an
    Selebriti

    Reza Rahadian Bacakan Surat dari Fans Baru, Seorang Ibu Usia 40-an

  • Klaim Prabowo-Puan Tak Lagi Menarik, Politikus PDIP ini Usulkan Duet Puan-Anies
    Nasional

    Klaim Prabowo-Puan Tak Lagi Menarik, Politikus PDIP ini Usulkan Duet Puan-Anies

  • Sarapan Pagi
    Tips & Tutorial

    3 Alasan Mengapa Banyak Orang Malas Sarapan di Pagi Hari

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.