TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
InternasionalTeknologi
Home›Internasional›Turki Sahkan Undang-undang untuk Memperketat Kontrol Media Sosial

Turki Sahkan Undang-undang untuk Memperketat Kontrol Media Sosial

By Alfan Mahardika
2 Agustus 2020
688
0
Turki Sahkan Undang-undang untuk Memperketat Kontrol Media Sosial

TIKTAK.ID – Parlemen Turki akhirnya mengesahkan undang-undang yang dimaksudkan untuk mengontrol platform media sosial. Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa undang-undang itu merupakan ancaman besar bagi kebebasan berekspresi di Turki.

Undang-undang baru itu mewajibkan perusahaan media sosial dengan lebih dari juta pengguna di Turki untuk mendirikan kantor lokal mereka dan mematuhi permintaan Pemerintah untuk menghapus konten.

Jika perusahaan menolak, maka mereka menghadapi denda yang besar dan mungkin akan mendapatkan sanski berupa pemotongan kecepatan data, tulis BBC.

Sementara itu, pihak Facebook, Twitter dan YouTube belum berkomentar terkait undang-undang baru di Turki itu.

Presiden Recep Tayyip Erdogan menggambarkan situs media sosial sebagai sesuatu yang “tidak bermoral” dan terang-terangan menunjukkan keinginannya untuk dapat mengontrol mereka dengan ketat.

RUU itu diajukan oleh partai berkuasa AKP dan mitranya MHP, yang bersama-sama memiliki suara mayoritas di parlemen, dan disahkan pada Rabu pagi.

Pada masa lalu pihak berwenang Turki untuk sementara telah memotong bandwidth internet guna menghentikan warga menggunakan media sosial, setelah terjadinya serangan teror.

Di bawah undang-undang baru ini, platform media sosial menghadapi pemotongan bandwidth hingga 95%, akibatnya platform media sosial itu akan sangat sulit untuk diakses.

Hingga saat ini media sosial masih menjadi alat penting untuk menyuarakan perbedaan pendapat di negara itu dan para kritikus mengatakan langkah itu akan mengarah pada langkah penyensoran yang lebih luas. Tagar #SansurYasasinaDurDe yang artinya ‘Serukan Hentikan Hukum Sensor’ telah menjadi tren di Twitter pada Selasa kemarin.

Amnesty International menggambarkan undang-undang itu sebagai “serangan terbaru, dan mungkin paling berani terhadap kebebasan berekspresi di Turki”.

“Undang-undang internet secara signifikan meningkatkan jangkauan Pemerintah ke polisi dan menyensor konten online, memperburuk risiko bagi mereka yang sudah menjadi sasaran kejam oleh pihak berwenang hanya karena mengekspresikan pendapat yang berbeda,” kata peneliti kelompok hak asasi manusia Turki, Andrew Gardner.

Juru Bicara Kepresidenan, Ibrahim Kalin membantah bahwa undang-undang itu akan mengarah pada penyensoran, dengan mengatakan aturan itu dimaksudkan untuk membangun hubungan komersial dan hukum dengan platform media sosial.

TagsBerita Dunia Hari Inikebebasan berekspresiKelompok HAMMedia SosialTurkiUndang-Undang

Related articles More from author

  • Setelah Berbulan-bulan Suka Remehkan Pandemi seperti Trump, Presiden Brasil Akhirnya Positif Corona
    Internasional

    Setelah Berbulan-bulan Suka Remehkan Pandemi seperti Trump, Presiden Brasil Akhirnya Positif Corona

    9 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Dua Ledakan Hebat Hantam Ibu Kota Afghanistan
    Internasional

    Dua Ledakan Hebat Hantam Ibu Kota Afghanistan

    6 Agustus 2021
    By William Putra Wijaya
  • Presiden China Ingatkan Dunia Terutama AS Tak Bawa Asia-Pasifik Kembali ke Era Perang Dingin
    Internasional

    Presiden China Ingatkan Dunia Terutama AS Tak Bawa Asia-Pasifik Kembali ke Era Perang Dingin

    13 November 2021
    By William Putra Wijaya
  • Aksi Teror Penembakan Massal di AS Tewaskan 8 Orang
    Internasional

    Aksi Teror Penembakan Massal di AS Tewaskan 8 Orang

    17 April 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Sah! DPR AS Kembali Makzulkan Trump
    Internasional

    Sah! DPR AS Kembali Makzulkan Trump

    14 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Biden Bakal Salahkan Trump Soal Aksi Kerusuhan di Parlemen AS Tahun Lalu
    Internasional

    Biden Bakal Salahkan Trump Soal Aksi Kerusuhan di Parlemen AS Tahun Lalu

    12 Januari 2022
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Nasional

    Dicap Koalisi Orang Kalah di Pilpres 2019, KAMI: Yang Kalah itu Prabowo Subianto

  • Kritik Megawati Soal 'Jokowi Kasihan Tanpa PDIP’, Relawan: Jokowi Pilihan Rakyat
    Nasional

    Kritik Megawati Soal ‘Jokowi Kasihan Tanpa PDIP’, Relawan: Jokowi Pilihan Rakyat

  • Pakar Hukum Sebut Tak Ada Makna Polisi Lakukan 'Unlawful Killing' dalam Kasus Tewasnya Laskar FPI
    Nasional

    Pakar Hukum Sebut Tak Ada Makna Polisi Lakukan ‘Unlawful Killing’ dalam Kasus Tewasnya Laskar FPI

  • Kiai Lirboyo Sebut Anies-Cak Imin Harapan Baru Indonesia
    Nasional

    Kiai Lirboyo Sebut Anies-Cak Imin Harapan Baru Indonesia

  • Taliban Tolak Tawaran Gencatan Senjata Selama Bulan Ramadan
    Internasional

    Taliban Tolak Tawaran Gencatan Senjata Selama Bulan Ramadan

Artikel Terbaru

  • Putin Konfirmasi Dialog Rusia-AS-Ukraina Digelar di Abu Dhabi Pekan Depan 7 November 2026
  • Senyum Bahlil Usai Ditelepon Prabowo di Tengah Pidato Gubernur Maluku 7 November 2026
  • KDM Soroti Kasus Jari Karyawati di Cikarang Putus Terjepit Mesin 7 November 2026
  • DKPP Terima 5 Aduan Terhadap KPU Terkait Syarat Pencalonan Gibran 7 November 2026
  • Politikus NasDem dan Demokrat Bakal Berebut Kursi Wagub Sulbar 7 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (103)
  • Keuangan (25)
  • Kuliner (1,071)
  • Nasional (8,062)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,322)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.