TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Partai NLD Tuntut Pembebasan Aung Sang Suu Kyi

Partai NLD Tuntut Pembebasan Aung Sang Suu Kyi

By Bagas F Sinaga
3 Februari 2021
490
0
Partai NLD Tuntut Pembebasan Aung Sang Suu Kyi

TIKTAK.ID – Sehari pascakudeta militer, Senin (1/2/21), Myanmar masih tampak tenang, sekaligus gelisah. Senin malam hingga Selasa pagi, jalan-jalan tetap sepi dengan patroli kendaraan milier yang lalu lalang di sejumlah kota besar, serta pemberlakuan jam malam.

Sistem komunikasi yang diputus pada Senin kemarin, kini telah kembali lagi pada Selasa pagi, dengan sambungan telepon dan jaringan internet yang kembali berjalan normal, seperti dilansir BBC.

Aung San Suu Kyi, yang secara luas dianggap sebagai pemimpin negara, tak terlihat lagi sejak dia ditahan oleh militer.

Militer mengambil alih kekuasaan setelah mengumumkan keadaan darurat, menuduh partai Suu Kyi melakukan kecurangan atas kemenangan pemilihannya.

Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), pada Selasa (2/2/21), menuntut segera pembebasannya. Mereka juga meminta militer untuk menerima hasil pemilihan pada November lalu, yang membuat NLD memenangkan lebih dari 80 persen suara.

Myanmar, juga dikenal sebagai Burma, telah diperintah oleh Angkatan Bersenjata hingga 2011, ketika kemudian reformasi demokrasi yang dipimpin oleh Suu Kyi mengakhiri kekuasaan militer.

Meskipun tidak ada protes yang dilaporkan atas kudeta itu, namun ada tindakan pembangkangan, termasuk pemogokan oleh staf medis.

Bahkan, di jalan-jalan kota utama, Yangon, orang-orang mengatakan bahwa perjuangan keras mereka untuk demokrasi telah hilang.

Sebagai tanda pembangkangan sipil, dokter yang bekerja di rumah sakit Pemerintah dilaporkan menganacam akan berhenti bekerja mulai Rabu besok untuk mendorong pembebasan Suu Kyi.

Beberapa petugas medis menggunakan cara itu sebagai simbol protes diam-diam. Setidaknya satu dokter telah menyatakan berhenti bekerja sebagai bentuk protes.

Seorang ahli anestesi berusia 47 tahun di Rumah Sakit Mongywa di Wilayah Sagaing, Dr Naing Htoo Aung mengatakan kepada BBC Burma: “Kudeta semacam itu tidak dapat ditoleransi sama sekali. Saya mengundurkan diri karena saya tidak dapat bekerja di bawah seorang diktator militer yang tidak peduli dengan negara dan rakyat. Ini adalah tanggapan terbaik yang bisa saya berikan kepada mereka.”

Seorang warga berusia 25 tahun, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada BBC: “Bangun dan mengetahui dunia Anda telah benar-benar terbalik dalam semalam bukanlah perasaan baru, tetapi perasaan bahwa saya pikir kami semua sudah usai, dan yang tidak pernah terpikir akan kami rasakan lagi.”

Sementara hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi tentang keberadaan pasti Suu Kyi sejak dia ditahan dalam penggerebekan sebelum fajar pada Senin kemarin.

Namun sumber yang tidak disebutkan namanya dari dalam NLD mengatakan dia dan Presiden Win Myint ditahan dalam tahanan rumah.

“Kami diberitahu untuk tidak khawatir. Namun kami mengkhawatirkan. Akan sangat melegakan jika kami dapat melihat foto mereka di rumah,” kata anggota parlemen itu kepada kantor berita AFP, tanpa menyebut nama.

Banyak anggota parlemen lainnya yang juga masih ditahan di perumahan Pemerintah mereka di Ibu Kota Nay Pyi Taw, dengan salah satu anggota NLD menggambarkannya sebagai “pusat penahanan terbuka”.

Suu Kyi -yang menghabiskan hampir 15 tahun dalam tahanan antara 1989 dan 2010- telah mendesak para pendukungnya untuk “memprotes kudeta” melalui surat yang ditulisnya sebelum dia ditahan. Peristiwa ini memperingatkan bahwa tindakan militer akan membuat negara kembali di bawah kuasa kediktatoran.

TagsAung Sang Suu KyiBerita Dunia Hari IniKonflik MyanmarKudeta militerMyanmarPartai NLD

Related articles More from author

  • Menteri Luar Negeri China, Wang Yi
    Internasional

    China Harap Hubungannya dengan AS Kembali Pulih Saat Biden Gantikan Trump

    10 Desember 2020
    By William Putra Wijaya
  • Sederet Artis Hollywood Bakal Tampil di Pelantikan Joe Biden, Siapa Saja Mereka?
    Internasional

    Sederet Artis Hollywood Bakal Tampil di Pelantikan Joe Biden, Siapa Saja Mereka?

    18 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • TIKTAK.ID - Sumpah Pembalasan Ditunaikan Iran, Usai Pangkalan AS di Irak, Kini Giliran Israel Bakal Jadi Sasaran
    Internasional

    Sumpah Pembalasan Ditunaikan Iran, Usai Pangkalan AS di Irak, Kini Giliran Israel Bakal Jadi Sasaran

    8 Januari 2020
    By Bagas F Sinaga
  • TIKTAK.ID - entagon Janji Tindak Tegas Jika Benar Rusia Beri Hadiah Taliban untuk Bunuh Pasukan Amerika
    Internasional

    Pentagon Janji Tindak Tegas Jika Benar Rusia Beri Hadiah Taliban untuk Bunuh Pasukan Amerika

    11 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Sikap Trump Soal Covid-19 Dinilai Memuakkan, Jurnal Medis AS Memintanya Segera Angkat Kaki dari Gedung Putih
    Internasional

    Sikap Trump Soal Covid-19 Dinilai Memuakkan, Jurnal Medis AS Memintanya Segera Angkat Kaki dari Gedung Putih

    9 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Di Tengah Pandemi Covid-19, Korea Utara Tembakkan Misil
    Internasional

    Di Tengah Pandemi Covid-19, Korea Utara Tembakkan Misil

    22 Maret 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Layanan Berlangganan Premium 'Twitter Blue' Diluncurkan, Ini Biayanya
    Teknologi

    Layanan Berlangganan Premium ‘Twitter Blue’ Diluncurkan, Ini Biayanya

  • Izinkan Menteri Maju Pilpres, Jokowi: Tak Perlu Mundur Asalkan…
    Nasional

    Izinkan Menteri Maju Pilpres, Jokowi: Tak Perlu Mundur Asalkan…

  • GP Mania Optimis Megawati Bakal Rasional Pilih Ganjar jadi Capres 2024
    Nasional

    GP Mania Optimis Megawati Bakal Rasional Pilih Ganjar jadi Capres 2024

  • Ramalan Bank Dunia: 60 Juta Orang Akan Jatuh Miskin Akibat Pandemi
    Internasional

    Ramalan Bank Dunia: 60 Juta Orang Akan Jatuh Miskin Akibat Pandemi

  • Tak Suka Anies Jadi Capres 2024, Sederet Kader Putuskan Mundur dari NasDem
    Nasional

    Tak Suka Anies Jadi Capres 2024, Sederet Kader Putuskan Mundur dari NasDem

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.