TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›FBI Rilis Dokumen Rahasia, Ungkap Saudi Terlibat Serangan Teror 9/11

FBI Rilis Dokumen Rahasia, Ungkap Saudi Terlibat Serangan Teror 9/11

By Bagas F Sinaga
13 September 2021
528
0
FBI Rilis Dokumen Rahasia, Ungkap Saudi Terlibat Serangan Teror 9/11

TIKTAK.ID – FBI merilis dokumen yang baru dideklasifikasi yang mengkaitkan hubungan antara warga Saudi di AS dan dua penyerang teror 9 September 2001 (9/11).

Kerabat korban 9/11 telah lama mendesak agar file tersebut dibuka ke publik, dengan alasan para pejabat Saudi sebelumnya telah mengetahui rencana aksi teror 9/11 namun tidak berusaha untuk menghentikan serangan.

Meski demikian dokumen tersebut tidak memberikan bukti bahwa Pemerintah Saudi terkait dengan rencana 9/11.

Lima belas dari 19 pembajak pesawat adalah warga negara Saudi.

Menjelang deklasifikasi, Kedutaan Saudi di Washington menyambut baik dibukanya laporan tersebut dan sekali lagi membantah adanya hubungan antara Kerajaan dan para pembajak, menggambarkan klaim seperti itu sebagai sesuatu yang “salah dan jahat”, seperti yang dilansir BBC.

Dokumen itu dideklasifikasi pada peringatan 20 tahun serangan teror paling mematikan di tanah AS dengan hampir 3.000 orang tewas setelah empat pesawat dibajak dan menghantam Gedung World Trade Center (WTC), membuatnya menjadi laporan pertama dari beberapa yang diperkirakan akan dirilis.

Beberapa keluarga korban telah menekan Presiden Joe Biden untuk membuka rahasia dokumen tersebut, dengan mengatakan dia tidak boleh menghadiri upacara peringatan pada Sabtu (9/11/2021) di New York jika dia tidak siap untuk membukanya ke publik.

Dokumen FBI setebal 16 halaman ini masih banyak disunting. Ini didasarkan pada wawancara dengan sumber yang identitasnya diklasifikasikan (terdaftar sebagai PII) dan menguraikan kontak antara sejumlah warga negara Saudi dan dua pembajak, Nawaf al-Hazmi dan Khalid al-Midhar.

Para pembajak menyamar sebagai pelajar untuk memasuki AS pada tahun 2000. Memo FBI mengatakan bahwa mereka kemudian menerima dukungan logistik yang signifikan dari Omar al-Bayoumi, yang menurut saksi mata sering berkunjung ke Konsulat Saudi di Los Angeles meskipun status resminya pada saat itu sebagai mahasiswa.

Bayoumi, kata sumber itu kepada FBI, memiliki “status sangat tinggi” di Konsulat. “Bantuan Bayoumi untuk Hamzi dan Midha antara lain penerjemahan, perjalanan, penginapan dan pembiayaan”, sebut memo itu.

Dokumen FBI itu juga mengatakan ada hubungan antara dua pembajak dengan Fahad al-Thumairy, seorang imam konservatif di Masjid Raja Fahad di Los Angeles. Dia digambarkan oleh sumber sebagai seseorang yang “memiliki paham ekstremis”.

Baik Bayoumi dan Thumairy meninggalkan AS beberapa minggu sebelum serangan 9/11, menurut kantor berita AP.

Badan tersebut juga mengutip Jim Kreindler, seorang pengacara untuk kerabat korban 9/11, yang mengatakan bahwa dokumen yang dirilis itu “memvalidasi argumen yang kami buat dalam litigasi mengenai tanggung jawab Pemerintah Saudi atas serangan 9/11”.

Bulan lalu, sebuah gugatan yang diluncurkan oleh kerabat menemukan beberapa mantan pejabat tinggi Saudi diinterogasi di bawah sumpah.

Pemerintahan George W Bush, Barack Obama, dan Donald Trump semuanya menolak untuk membuka dokumen tersebut, dengan alasan masalah keamanan nasional.

Tags9/11Amerika SerikatArab SaudiBerita Dunia Hari IniDokumen rahasiaFBIgedung wtcSerangan teror 9/11

Related articles More from author

  • Pejabat Kesehatan Amerika Ingatkan Gelombang Kedua Covid-19 Jauh Lebih Berbahaya
    Internasional

    Pejabat Kesehatan Amerika Ingatkan Gelombang Kedua Covid-19 Jauh Lebih Berbahaya

    23 April 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Apple Prediksi Serangan Malware jika UU Antimonopoli Disahkan
    Internasional

    Apple Prediksi Serangan Malware jika UU Antimonopoli Disahkan

    22 Januari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Bolsonaro: Negara yang Menerapkan Karantina itu 'Gila'
    Internasional

    Bolsonaro: Negara yang Menerapkan Karantina itu ‘Gila’

    31 Oktober 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Abdullatif bin Abdulaziz al-Sheikh
    Internasional

    Saudi Pecat Ratusan Ulama dan Juru Dakwah Gara-gara Tolak Kutuk Ikhwanul Muslimin

    28 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Tiga WNI Korban Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Diselamatkan
    Internasional

    Tiga WNI Korban Sandera Kelompok Abu Sayyaf Berhasil Diselamatkan

    22 Maret 2021
    By William Putra Wijaya
  • Langgar Gencatan Senjata tapi Berdalih Respons Serangan Balon Api, Israel Kembali Gempur Gaza
    Internasional

    Langgar Gencatan Senjata tapi Berdalih Respons Serangan Balon Api, Israel Kembali Gempur Gaza

    19 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Dua Kubu Demokrat Saling Sindir Soal Minta Maaf di Momen Lebaran
    Nasional

    Dua Kubu Demokrat Saling Sindir Soal Minta Maaf di Momen Lebaran

  • Sabyan Gandeng Hanin Dhiya Rilis Lagu 'Fatimah Az Zahra'
    Selebriti

    Sabyan Gandeng Hanin Dhiya Rilis Lagu ‘Fatimah Az Zahra’

  • Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Mendesak, PKS: Ibu Kota Saat ini Masih Layak
    Nasional

    Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Mendesak, PKS: Ibu Kota Saat ini Masih Layak

  • Pasukan Amerika Bayaran Datang ke Arab Saudi
    Internasional

    Riyadh membayar $500 juta untuk kehadiran pasukan AS di Arab Saudi

  • Politisi Gerindra Klaim Jokowi Paling Pantas Jadi Anggota DPA Usai Revisi UU Wantimpres
    Nasional

    Politisi Gerindra Klaim Jokowi Paling Pantas Jadi Anggota DPA Usai Revisi UU Wantimpres

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.