
TIKTAK.ID – Dua polisi yang diduga menyiramkan air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akhirnya muncul di hadapan publik. Kedua tersangka berinisial RM dan RB itu muncul saat hendak dipindahkan dari Rutan Polda Metro Jaya ke Rutan Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu (28/12/19).
“Polisi harus menjelaskan keterkaitan antara sketsa wajah yang pernah dirilis dengan tersangka yang baru saja ditetapkan,” ujar Pengacara Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa dalam siaran persnya, dilansir Kumparan.com, Jumat (27/12/19).
Alghiffari pun meragukan kecocokan sketsa wajah yang pernah tiga kali dirilis polisi dengan tersangka yang ditangkap.
Sementara Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono berdalih sketsa bukan berasal dari polisi. Ia mengatakan sketsa yang pernah dirilis merupakan hasil dari keterangan saksi.
“Sketsa itu dari saksi. Kalau saksi satu orang itu melihat sekali saja, seperti itu gambarannya,” ucap Argo, Sabtu (28/12/19).
Halaman selanjutnya…
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










