TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Pegawai KPK Pecatan Firli Dukung Ide Dirikan Partai Serikat Pembebasan

Pegawai KPK Pecatan Firli Dukung Ide Dirikan Partai Serikat Pembebasan

By Joni Sitohang
16 Oktober 2021
372
0
Pegawai KPK Pecatan Firli Dukung Ide Dirikan Partai Serikat Pembebasan

TIKTAK.ID – Sejumlah mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui menyambut hangat ide Rasamala Aritonang, yang ingin mendirikan partai politik Partai Serikat Pembebasan, setelah dipecat oleh Firli Bahuri Cs pada 30 September silam.

Menurut eks penyidik KPK sekaligus Koordinator Indonesia Memanggil (IM57+) Institute, M. Praswad Nugraha, pihaknya bakal senantiasa mengakomodasi aspirasi setiap anggota, termasuk rencana mendirikan partai politik. IM57+ Institute sendiri adalah wadah bagi para pegawai KPK yang dipecat melalui proses asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

“Ide pembentukan partai politik oleh Rasamala Aritonang, Novariza, Lakso Anindito, dan beberapa anggota IM57+ Institute lainnya terus kita matangkan di internal. Dialektika juga akan terus dibangun. Pada prinsipnya kami akan mengakomodasi aspirasi anggota, menyusun program, serta mewujudkannya,” ungkap Praswad, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (14/10/21).

Baca juga : PBNU Era Said Aqil, Perisai Jokowi Hadapi Konservatisme

Kemudian Praswad mengaku akan menjembatani supaya Rasamala dkk dapat bertemu dengan sejumlah tokoh publik untuk mendiskusikan keinginan mendirikan partai politik.

“Dalam jangka waktu dekat ini kami akan rencanakan pertemuan dengan beberapa tokoh partai politik untuk membangun diskursus yang konstruktif atas rencana pembentukan partai politik yang memiliki urat nadi antikorupsi, integritas, dan menjunjung tinggi HAM,” tuturnya.

Senada dengan Praswad, mantan Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap menilai dalam kehidupan bernegara ini, masyarakat perlu alternatif seperti partai politik yang bersih dari korupsi.

Baca juga : Pemilih Jokowi dan Prabowo Tolak Presiden 3 Periode

“Pesan saya kepada Bang Rasamala yang akan mendirikan partai politik supaya tetap idealis, menjaga konsistensi atas kebenaran, jangan kompromi, dan terus menggelorakan semangat antikorupsi,” tegas Yudi.

Sementara itu, mantan penyidik muda KPK, Lakso Anindito menyatakan publik membutuhkan alternatif atas kebuntuan pengelolaan kekuasaan yang terjadi saat ini. Dia mencontohkan kegagalan dalam menjaga independensi lembaga antikorupsi, perlindungan lingkungan hidup, demokrasi, hingga hak asasi manusia.

“Oleh sebab itu, Partai Serikat Pembebasan diharapkan mampu menghadirkan wacana-wacana percontohan dalam isu integritas, mimpi tata kelola kekuasaan yang akuntabel dan transparan, serta berlandaskan pada keadilan dan keberlanjutan antargenerasi,” jelasnya.

Baca juga : Risma Ngamuk ‘Lagi’, Kali ini ke Mahasiswa di Lombok Timur

Sebelumnya, mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro Hukum KPK, Rasamala Aritonang, menyampaikan keseriusannya untuk mendirikan partai politik. Bahkan dia telah menyiapkan nama partai, yaitu Partai Serikat Pembebasan.

TagsFirli BahuriKPKtes wawasan kebangsaanTWK

Related articles More from author

  • Tjahjo Puji Firli Hanya Soal 1 Periode 2 Menteri Kena OTT KPK, ICW Tak Terima
    Nasional

    Tjahjo Puji Firli Hanya Soal 1 Periode 2 Menteri Kena OTT KPK, ICW Tak Terima

    24 Desember 2021
    By Joni Sitohang
  • Ahok Tolak Tawaran Fasilitas Kacamata 120 Juta dan Batik 20 Juta dari Pertamina
    Nasional

    Begini Respons Ahok Usai Dilaporkan ke KPK

    12 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • Soal Isu Mr M Mafia Alutsista, Kemenhan Buka Suara
    Nasional

    Soal Isu Mr M Mafia Alutsista, Kemenhan Buka Suara

    11 Mei 2021
    By Johan Arif
  • Novel Baswedan: Penegakan Hukum Era Jokowi Bisa Diatur Cukong
    Nasional

    Novel Baswedan: Penegakan Hukum Era Jokowi Bisa Diatur Cukong

    7 September 2020
    By Mahdi Yahya
  • Pakar Hukum: Mahfud MD Harus Tegur Firli Soal Penonaktifan 75 Pegawai KPK
    Nasional

    Pakar Hukum: Mahfud MD Harus Tegur Firli Soal Penonaktifan 75 Pegawai KPK

    15 Mei 2021
    By Johan Arif
  • Sri Mulyani Tambah Dana Lawan Corona Rp 62 T, KPK Ancam Hukum Mati jika Dikorupsi
    Nasional

    Sri Mulyani Tambah Dana Lawan Corona Rp 62 T, KPK Ancam Hukum Mati jika Dikorupsi

    22 Maret 2020
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ragukan Munarman Gabung ISIS, Pimpinan MUI Sampai Bersaksi Begini
    Nasional

    Ragukan Munarman Gabung ISIS, Pimpinan MUI Sampai Bersaksi Begini

  • Tujuh Orang Tewas Akibat Ledakan Bom di Sekolah Agama di Pakistan
    Internasional

    Tujuh Orang Tewas Akibat Ledakan Bom di Sekolah Agama di Pakistan

  • Kandidat Presiden Prancis Tuding AS Sengaja Terus Adu Domba Eropa dan Rusia
    Internasional

    Kandidat Presiden Prancis Tuding AS Sengaja Terus Adu Domba Eropa dan Rusia

  • Tommy Soeharto Tak Terima Namanya Dicatut untuk Serang Jokowi
    Nasional

    Tommy Soeharto Tak Terima Namanya Dicatut untuk Serang Jokowi

  • Lantang Bahas Korupsi Dana Corona, Begini Reaksi Fadli Zon Saat Ditanya Korupsi Benur
    Nasional

    Fadli Zon Desak Pemerintah Hapus Karantina Covid-19, Apa Alasannya?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.