
TIKTAK.ID – Pakar Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah menilai kemungkinan besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memilih Komisaris Utama PT Pertamina (persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok alias BTP, sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN).
Trubus menjelaskan, pemindahan IKN dari Jakarta ke Kalimantan Timur membutuhkan sosok yang teruji. Ia mengatakan sosok tersebut tidak hanya sekadar berwacana hingga pandai berkata-kata.
“Jadi orang yang punya pengalaman memimpin Ibu Kota Negara, dan ia teruji punya kompetensi, kapabilitas, dan kapasitas untuk memimpin Ibu Kota Negara,” ujar Trubus seperti dilansir CNBC Indonesia, Senin (9/3/20).
Baca juga: [Cek Hoaks atau Fakta] Untuk Biayai Ibu Kota Baru, Jokowi Akan Jual Separuh Pulau Kalimantan?
Selain Ahok yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Trubus menyatakan kandidat lain belum cocok untuk Kepala Badan Otorita IKN, seperti Bambang Brodjonegoro yang belum punya pengalaman untuk mengelola kota.
Seperti diketahui, Jokowi akan segera menunjuk Kepala Badan Otorita IKN. Dasar hukum penunjukkan sang CEO yakni Peraturan Presiden (Perpres) yang bakal ditandatangani dalam waktu dekat.
Pada Senin (2/3/20), Jokowi sudah mengumumkan empat kandidat yang bakal menduduki jabatan Kepala Badan Otorita IKN. Selain Ahok, terdapat Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana, dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










