TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Lebih dari 30 Orang Tewas, Saat Rakyat Afrika Selatan Jarah Pusat Perbelanjaan

Lebih dari 30 Orang Tewas, Saat Rakyat Afrika Selatan Jarah Pusat Perbelanjaan

By William Putra Wijaya
14 Juli 2021
420
0
Lebih dari 30 Orang Tewas, Saat Rakyat Afrika Selatan Jarah Pusat Perbelanjaan

TIKTAK.ID – Kerusuhan terjadi di Afrika Selatan setelah pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan di sejumlah wilayah. Demonstran juga menjarah sejumlah pusat perbelanjaan pada Selasa (13/7/21). Demonstrasi ini dipicu rakyat yang frustasi dengan kemiskinan dan ketidaksetaraan yang terus memburuk di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

Kerusuhan itu disebut sebagai kerusuhan terburuk di Afrika Selatan dalam beberapa tahun terakhir dengan lebih dari 30 orang meninggal dunia, dan jumlah itu diperkirakan masih akan terus meningkat, seperti yang dilaporkan Aljazeera, Selasa (13/7/21).

Perdana Menteri provinsi KwaZulu-Natal, Sihle Zikalala dalam siaran persnya pada Selasa pagi mengatakan banyak korban meninggal pada kerusuhan itu ketika menjarah makanan, peralatan listrik, minuman keras dan pakaian dari pusat ritel.

“Kejadian kemarin membawa banyak kesedihan. Jumlah orang yang meninggal di KwaZulu-Natal saja mencapai 26 orang. Banyak dari mereka meninggal karena terinjak-injak saat orang menjarah barang-barang,” kata Zikalala.

Perdana Menteri David Makhura mengatakan pada Senin malam ditemukan 10 jenazah orang yang meninggal karena terinjak-injak di pusat perbelanjaan Soweto, ketika penjarahan meluas ke provinsi Gauteng.

Sementara itu, para pejabat keamanan mengaku Pemerintah sedang bekerja untuk memastikan kekerasan dan penjarahan tidak meluas lebih jauh, namun mereka berhenti mengumumkan keadaan darurat.

“Tidak ada keadaan mendesak yang memberikan hak kepada siapa pun untuk menjarah, merusak dan melakukan apa yang mereka inginkan dan melanggar hukum,” kata Menteri Kepolisian Bheki Cele dalam konferensi pers.

Kekerasan dipicu oleh pemenjaraan mantan Presiden Jacob Zuma saat para pendukungnya turun ke jalan pekan lalu, tetapi situasinya telah berkembang menjadi kemarahan atas kemiskinan dan ketidaksetaraan yang terus-menerus di Afrika Selatan 27 tahun setelah berakhirnya kekuasaan apartheid.

Persoalan semakin pelik, ketika perekonomian terimbas pembatasan Covid-19 semakin memperburuk masalah.

Presiden Cyril Ramaphosa mengumumkan pada Senin malam bahwa dia mengirim pasukan untuk membantu polisi yang kewalahan menghentikan kerusuhan dan “memulihkan ketertiban”.

Pasukan mulai bergerak ke titik kerusuhan pada Selasa ketika polisi yang kalah jumlah tampaknya tidak berdaya untuk mencegah serangan dan penjarahan terhadap berbagai bisnis di provinsi Zuma, KwaZulu-Natal dan di provinsi Gauteng, di mana kota terbesar di negara itu, Johannesburg, berada.

TagsAfrika SelatanUnjuk Rasa

Related articles More from author

  • Pengamat Sebut RI Bisa Percepat Perjanjian Banyak Bidang Kerja Sama Bilateral Jika Resmi Gabung BRICS
    Nasional

    Pengamat Sebut RI Bisa Percepat Perjanjian Banyak Bidang Kerja Sama Bilateral Jika Resmi Gabung BRICS

    29 Oktober 2024
    By Joni Sitohang
  • Unjuk Rasa Ribuan Perempuan di Sejumlah Kota Besar Desak Warga AS Tak Lagi Pilih Trump
    Internasional

    Unjuk Rasa Ribuan Perempuan di Sejumlah Kota Besar Desak Warga AS Tak Lagi Pilih Trump

    19 Oktober 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Usai Penjarahan di Afrika Selatan, Samsung Rilis Fitur 'Anti Maling' Blokir TV
    Teknologi

    Usai Penjarahan di Afrika Selatan, Samsung Rilis Fitur ‘Anti Maling’ Blokir TV

    7 September 2021
    By Alfan Mahardika
  • Ribuan Massa Turun ke Jalan Protes Tindak Kekerasan Pemerintah di Thailand
    Internasional

    Ribuan Massa Turun ke Jalan Protes Tindak Kekerasan Pemerintah di Thailand

    18 Oktober 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Demo di Balai Kota Ricuh
    Nasional

    Aksi Unjuk Rasa di Balai Kota DKI Ricuh, Massa Lempari Kantor Anies Baswedan dengan Tomat

    20 Februari 2020
    By Johan Arif
  • Militer Myanmar Ancam Pengunjuk Rasa Anti-Kudeta dengan Hukuman 20 Tahun Penjara
    Internasional

    Militer Myanmar Ancam Pengunjuk Rasa Anti-Kudeta dengan Hukuman 20 Tahun Penjara

    17 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Jelang Rapimnas Gerindra, Prabowo: Saya Siap Terima Tugas Suci jika Dicalonkan
    Nasional

    Jelang Rapimnas Gerindra, Prabowo: Saya Siap Terima Tugas Suci jika Dicalonkan

  • Chelsea Islan dan Kekasihnya Terjun ke Bisnis Kuliner Bersama Chacha Frederica di Masa Pandemi
    Selebriti

    Chelsea Islan dan Kekasihnya Terjun ke Bisnis Kuliner Bersama Chacha Frederica di Masa Pandemi

  • Kapten Zlate Moravce Menyesal Gagal Bikin Egy Bersinar
    Olahraga

    Kapten Zlate Moravce Menyesal Gagal Bikin Egy Bersinar

  • Demo Ribuan Petani India Protes UU Pertanian yang Lebih Memihak Perusahaan Besar
    Internasional

    Demo Ribuan Petani India Protes UU Pertanian yang Lebih Memihak Perusahaan Besar

  • Setuju Arahan Jokowi Jelang Pemilu 2024, PAN Minta Akun Medsos Main SARA Ditertibkan
    Nasional

    Setuju Arahan Jokowi Jelang Pemilu 2024, PAN Minta Akun Medsos Main SARA Ditertibkan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.