TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Ribuan Orang Unjuk Rasa, Tuntut Lengser Jaksa Agung dan Presiden Guatemala

Ribuan Orang Unjuk Rasa, Tuntut Lengser Jaksa Agung dan Presiden Guatemala

By William Putra Wijaya
30 Juli 2021
408
0
Alejandro Giammattei dan Jaksa Agung Maria Porras

TIKTAK.ID – Ribuan orang di Guatemala turun ke jalan untuk menuntut presiden dan jaksa agung negara itu mengundurkan diri karena kurangnya kemauan Pemerintah untuk memberantas korupsi. Ini, merupakan salah satu protes terbesar dan paling luas sejak 2015.

Ratusan orang berkumpul di sepanjang jalan raya Inter-Amerika di San Lucas Sacatepequez, dalam protes yang menuntut Presiden Alejandro Giammattei dan Jaksa Agung Maria Porras mengundurkan diri. Sebagian besar pengunjuk rasa adalah warga pribumi yang bergabung dengan kelompok mahasiswa dan warga untuk berpartisipasi dalam pemogokan nasional.

“Kami menuntut Giammattei mengundurkan diri,” kata seorang aktivis di Majelis Rakyat dan Sosial, Angelina Aspuac kepada Al Jazeera, Jumat (30/7/21).

“Kami muak melihat tindakan koruptif Pemerintah ini,” katanya. “Keputusan yang mereka buat tidak menguntungkan kami, mereka mengizinkan dan mencari dalih hukum untuk menghasilkan impunitas.”

Otoritas leluhur masyarakat adat menyerukan protes beberapa hari setelah Porras mengumumkan pemecatan Juan Francisco Sandoval, Kepala Kantor Penuntut Khusus Menentang Impunitas. Dia menuduh Sandoval melakukan “penyalahgunaan kekuasaan”, tetapi Sandoval menuduh adanya korupsi tingkat tinggi di Kantor Kejaksaan dan di Kepresidenan.

Sandoval telah menerima perhatian internasional, terutama di Amerika Serikat, karena memimpin Biro Anti-Impunitas, yang mengambil alih penyelidikan dari Komisi Internasional Melawan Impunitas yang didukung PBB di Guatemala, yang dikenal sebagai CICIG, yang menutup pintunya pada 2019. Dia terpaksa meninggalkan negara itu karena takut akan keselamatannya.

Menyusul pemecatan Sandoval, Wakil Jubir Departemen Luar Negeri AS Jalina Porter mengumumkan pada Selasa kemarin bahwa AS menangguhkan sebagian kerja sama dengan Porras, menyatakan bahwa AS telah “kehilangan kepercayaan” pada kesediaan negara itu untuk memerangi korupsi.

Pada Rabu kemarin, Porras mengeluarkan surat kepada Departemen Luar Negeri membela tindakannya selama masa jabatannya.

Efek korupsi sangat terasa terutama di daerah pedesaan, di mana proyek-proyek negara mangkrak, jalan raya rusak, dan kemiskinan serta kelaparan meningkat secara signifikan selama pandemi Covid-19.

“Kami tahu mereka korup karena mereka melanggar hak kami,” kata anggota otoritas leluhur Komunitas Adat Kaqchikel Santa Fe Ocaña, San Juan Sacatepequez, Marcelino Cax kepada Al Jazeera.

Protes serupa yang dilakukan dengan memblokir jalan raya utama, terjadi di seluruh negara Amerika Tengah itu. Di antara yang terbesar diadakan di Totonicapan, di mana ribuan orang memblokir persimpangan penting sepanjang hari.

TagsAlejandro GiammatteiGuatemalaMaria PorrasPresiden GuatemalaUnjuk Rasa

Related articles More from author

  • Demo di Balai Kota Ricuh
    Nasional

    Aksi Unjuk Rasa di Balai Kota DKI Ricuh, Massa Lempari Kantor Anies Baswedan dengan Tomat

    20 Februari 2020
    By Johan Arif
  • Ribuan Rakyat Palestina Kembali Berunjuk Rasa Menentang Rencana Aneksasi Israel
    Internasional

    Ribuan Rakyat Palestina Kembali Berunjuk Rasa Menentang Rencana Aneksasi Israel

    26 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Unjuk Rasa Ribuan Perempuan di Sejumlah Kota Besar Desak Warga AS Tak Lagi Pilih Trump
    Internasional

    Unjuk Rasa Ribuan Perempuan di Sejumlah Kota Besar Desak Warga AS Tak Lagi Pilih Trump

    19 Oktober 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Lebih dari 30 Orang Tewas, Saat Rakyat Afrika Selatan Jarah Pusat Perbelanjaan
    Internasional

    Lebih dari 30 Orang Tewas, Saat Rakyat Afrika Selatan Jarah Pusat Perbelanjaan

    14 Juli 2021
    By William Putra Wijaya
  • Eropa Dukung Unjuk Rasa Protes Kematian George Floyd, Warga Kulit Hitam Amerika
    Internasional

    Eropa Dukung Unjuk Rasa Protes Kematian George Floyd, Warga Kulit Hitam Amerika

    1 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Militer Myanmar Ancam Pengunjuk Rasa Anti-Kudeta dengan Hukuman 20 Tahun Penjara
    Internasional

    Militer Myanmar Ancam Pengunjuk Rasa Anti-Kudeta dengan Hukuman 20 Tahun Penjara

    17 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ma'ruf Amin Ingin Ajarkan India Soal Toleransi
    Nasional

    Abaikan Jejak Digital tentang Fatwa Sesat Ahmadiah, Ucapan Natal dan Syiah Sampang, Kiai Ma’ruf Ajari India Soal Toleransi? Hallow..

  • Advanced Plant Habitat
    Teknologi

    Astronaut NASA Berhasil Panen Lobak Pertamanya di Luar Angkasa

  • Kivlan Zen Bebas
    Nasional

    Kivlan Zen Tuding Polisi dan Wiranto Lakukan Rekayasa dalam Kasusnya

  • Diprediksi Ada Poros Ketiga di Pilpres 2024, Siapa Capresnya?
    Nasional

    Diprediksi Ada Poros Ketiga di Pilpres 2024, Siapa Capresnya?

  • Beragam Fitur Canggih OPPO Reno7 Z 5G Manjakan Gamers
    Teknologi

    Beragam Fitur Canggih OPPO Reno7 Z 5G Manjakan Gamers

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.