Komisi IX DPR Panggil Kepala BGN Soal Pengadaan 20.000 Motor Listrik

TIKTAK ID – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengaku Komisinya bakal memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana untuk menghadiri rapat membahas pengadaan motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kami telah mengagendakan untuk memanggil BGN hadir di DPR minggu depan, untuk kami tanyakan berbagai isu mengenai MBG, termasuk pengadaan 20.000 motor Listrik yang diadakan oleh BGN,” ujar Charles di Gedung DPR RI, pada Kamis (9/4/26), seperti dilansir Kompas.com.
Rapat dengan Kepala BGN dijadwalkan berlangsung pada Senin (13/4/26) pekan depan. Charles menyebut pihaknya tak pernah menerima konsultasi tentang pengadaan puluhan ribu motor listrik oleh BGN.
Baca juga : Tanggapi Pernyataan JK Soal BBM Subsidi, Misbakhun Tekankan Pentingnya Data Terbaru
“Enggak ada (konsultasi ke Komisi IX DPR RI). Sebab, kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak,” tutur Charles.
Charles menilai kebijakan itu tidak sejalan dengan fokus utama program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni memperbaiki kondisi gizi anak Indonesia. Dia juga menganggap pengadaan motor listrik tersebut tidak tepat dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah.
“Adanya pengadaan ini di tengah efisiensi yang sedang dilakukan oleh Pemerintah ini sangat tidak tepat. Oleh sebab itu, kami meminta BGN untuk membatalkan pengadaan itu,” terang Charles.
Baca juga : Indonesia Bersama 72 Negara Inisiasi Pernyataan Keselamatan Pasukan Perdamaian PBB
Kemudian politikus PDIP ini menyoroti harga motor listrik yang dinilai tidak wajar, yaitu mencapai Rp45 juta hingga Rp50 juta per unit. Harga tersebut diklaim jauh lebih mahal ketimbang kendaraan serupa hasil produksi dalam negeri.
“Bahkan Rp20 juta sekian sudah mendapat satu unit motor. Jadi kalau bisa saya katakan secara jujur, pengadaan 20.000-an motor ini sangat tidak proper, sehingga kami mau menanyakan nanti tujuannya apa, dan dasarnya pengadaan itu seperti apa,” jelas Charles.
Seperti diketahui, pengadaan sepeda motor listrik untuk program MBG menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Kepala BGN, Dadan Hindayana, berdalih kendaraan tersebut dibutuhkan untuk menunjang distribusi ke wilayah sulit dijangkau.
Baca juga : IPSI Dorong Prabowo Kebut Terbitkan Inpres untuk Percepat Pencak Silat Masuk Olimpiade
“Ya program ini kan menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit, menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang hanya bisa menggunakan motor. Itu untuk menunjang operasional,” ucap Dadan di Istana, Jakarta, pada Rabu (8/4/26).










