TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Indonesia Bersama 72 Negara Inisiasi Pernyataan Keselamatan Pasukan Perdamaian PBB

Indonesia Bersama 72 Negara Inisiasi Pernyataan Keselamatan Pasukan Perdamaian PBB

By Joni Sitohang
14 April 2026
0
0
Indonesia Bersama 72 Negara Inisiasi Pernyataan Keselamatan Pasukan Perdamaian PBB

TIKTAK.ID – Indonesia diketahui menginisiasi pernyataan bersama antarnegara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan perlindungan menyeluruh bagi pasukan perdamaian PBB. Perlindungan menyeluruh tersebut ditujukan khususnya kepada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), supaya bisa terus menjalankan mandatnya.

“Kami mengingatkan bahwa penjaga perdamaian tak boleh menjadi target serangan,” ungkap Perwakilan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, dalam keterangannya yang dibagikan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, pada Jumat (10/4/26), seperti dilansir Kompas.com.

Umar mengungkapkan hal itu dalam media stakeout yang diselenggarakan bersama Indonesia dan Prancis di Markas Besar PBB, New York, pada Kamis (9/4/26) waktu setempat. Ia menjelaskan, Indonesia bersama 72 negara lain mengecam keras serangan beruntun terhadap personel UNIFIL.

Baca juga : IPSI Dorong Prabowo Kebut Terbitkan Inpres untuk Percepat Pencak Silat Masuk Olimpiade

Umar melanjutkan, termasuk peristiwa pada 29 dan 30 Maret 2026 yang telah menggugurkan tiga prajurit TNI, serta insiden lain yang melukai personel dari Prancis, Ghana, Nepal, dan Polandia. Umar lantas menegaskan kalau keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian PBB merupakan kewajiban yang harus dijamin.

Oleh sebab itu, Indonesia bersama 72 negara lain mendesak PBB dan Dewan Keamanan (DK) supaya mengerahkan seluruh upaya dalam meningkatkan perlindungan di tengah situasi yang semakin berbahaya.

“Seluruh serangan terhadap mereka adalah pelarangan, lantaran mereka mendapat perlindungan dari PBB dan Resolusi DK PBB. Sehingga, serangan itu mungkin dapat dikatakan sebagai kejahatan perang,” terang Umar.

Baca juga : Koalisi Sipil Gelar Aksi Solidaritas Susuri TKP Teror Air Keras Andrie Yunus

Kemudian Indonesia dan negara-negara pendukung turut meminta seluruh pihak untuk mengambil langkah konkret, demi menjamin keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian sesuai hukum internasional dalam kondisi apapun.

Menurut Umar, negara-negara tersebut juga meminta PBB agar melanjutkan investigasi terhadap seluruh serangan secara cepat, transparan, komprehensif, dan terus memberikan pembaruan informasi kepada negara-negara kontributor UNIFIL.

“Upaya tersebut sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2518 dan 2589. Mereka yang bertanggung jawab atas serangan-serangan ini harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Umar.

Baca juga : BNN Minta Vape Dilarang usai Marak Disalahgunakan Jadi Alat Konsumsi Narkoba

Lebih lanjut, Umar mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap situasi kemanusiaan di Lebanon. Khususnya terkait jatuhnya korban sipil, kerusakan luas infrastruktur, sampai pengungsian massal.

TagsLebanonPBBTNIUNUNIFILUnited Nation

Related articles More from author

  • Pidato di HUT ke-75 TNI, Jokowi Bicara Soal Pertempuran Masa Depan
    Nasional

    Pidato di HUT ke-75 TNI, Jokowi Bicara Soal Pertempuran Masa Depan

    5 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - TNI Unjuk Kekuatan
    Nasional

    Prabowo: Pertahanan itu Investasi Penting Negara

    12 November 2019
    By Rusli Qomar
  • TNI vs Polisi
    NasionalViral

    Video Viral Oknum TNI Rebut Pistol dari Polisi, ini Penjelasannya

    19 Februari 2020
    By Adam Humain
  • Prabowo Klaim Akan Ada Lagi Parpol Gabung Koalisi Indonesia Maju
    Nasional

    Prabowo Klaim Akan Ada Lagi Parpol Gabung Koalisi Indonesia Maju

    11 Oktober 2023
    By Joni Sitohang
  • Saudi Usir Duta Besar Lebanon yang Sebut Agresinya ke Yaman 'Sia-sia'
    Internasional

    Saudi Usir Duta Besar Lebanon yang Sebut Agresinya ke Yaman ‘Sia-sia’

    31 Oktober 2021
    By Bagas F Sinaga
  • PM Singapura Kunjungi Istana, Prabowo Serukan Setop Kejahatan Israel atas Palestina dan Lebanon
    Nasional

    PM Singapura Kunjungi Istana, Prabowo Serukan Setop Kejahatan Israel atas Palestina dan Lebanon

    12 November 2024
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • 7 Tahun Jokowi, Aliansi BEM SI: Jokowi Bukan Memajukan, Tapi Memundurkan Indonesia
    Nasional

    7 Tahun Jokowi, Aliansi BEM SI: Jokowi Bukan Memajukan, Tapi Memundurkan Indonesia

  • Adian Napitupulu Bertemu Jokowi 1 Jam Lebih di Istana, Ada Apa?
    Nasional

    Adian Napitupulu Bertemu Jokowi 1 Jam Lebih di Istana, Ada Apa?

  • Sebut Penggunaan Pasal Penghinaan Presiden Sudah Tak Relevan dan Salahi Putusan MK, KontraS Persoalkan Rencana Polri Ciduk Warga
    Nasional

    Sebut Penggunaan Pasal Penghinaan Presiden Sudah Tak Relevan dan Salahi Putusan MK, KontraS Persoalkan Rencana Polri Ciduk Warga

  • Ditanya Perihal Anies Hapus Normalisasi Sungai DKI, Begini Jawaban Ahok
    Nasional

    Ditanya Perihal Anies Hapus Normalisasi Sungai DKI, Begini Jawaban Ahok

  • Peluang Mesut Oezil Main Lagi di Arsenal, Masih Ada?
    Olahraga

    Peluang Mesut Oezil Main Lagi di Arsenal, Masih Ada?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.