TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Berita Unik
Home›Berita Unik›Kemunculan 7 Miliader Baru Bidang Kesehatan di Tengah Covid-19

Kemunculan 7 Miliader Baru Bidang Kesehatan di Tengah Covid-19

By Burhan Adiatma
29 Mei 2020
817
0
Kemunculan 7 Miliader Baru Bidang Kesehatan di Tengah Covid-19

TIKTAK.ID – Meski ekonomi dunia memburuk saat pandemi virus Corona (Covid-19), namun ada kelompok perusahaan yang justru mencatat peningkatan di tengah terpuruknya ekonomi. Di antaranya adalah perusahaan yang menyediakan fasilitas kesehatan untuk Covid-19, sehingga sukses menciptakan miliarder baru.

Mengutip Liputan6.com dari laman Forbes, Selasa (5/5/20), berikut daftar miliarder di bidang kesehatan yang mengantongi lebih dari USD 7 miliar (Rp105 triliun) sejak WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global pada 11 Maret lalu:

Stephane Bancel
Sejak 2011, Bancel menjadi CEO dan memiliki 9 persen saham Moderna Therapeutics yang berbasis di Cambridge, Massachusetts.

Baru-baru ini perusahaan itu memperoleh hibah hingga USD 483 juta (Rp7,25 triliun) dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS untuk mempercepat pengembangan vaksin Covid-19-nya.

Gustavo Denegri
Denegri memiliki 45 persen saham di perusahaan biotek Italia DiaSorin, yang membuat kekayaan bersihnya mencapai USD 4,5 miliar (Naik 32 persen). DiaSorin sendiri diakuisisi Denegri pada 2000, dan memiliki pabrik di AS, Inggris, Jerman dan Italia.

Pada April, perusahaan itu telah meluncurkan tes diagnostik berbasis swab dan alat tes darah antibodi untuk Covid-19, yang merupakan tes antibodi baru. Alat tes itu sekarang sedang didistribusikan ke beberapa Pemerintah Daerah di Italia.

Seo Jung-Jin
Seo merupakan salah satu pendiri perusahaan biofarma Celltrion yang berbasis di Seoul pada 2002 dan memublikasikannya pada 2008. Diketahui kekayaan bersih Seo naik 22 persen mencapai USD 8,4 miliar (Rp126 triliun).

Celltrion bekerja keras pada kedua alat pengujian dan pengobatan potensial untuk Covid-19, dengan uji coba manusia terhadap pengobatan antivirus yang diharapkan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2020.

Selain itu, Celltrion menjadwalkan perilisan tes diagnostik cepat, yang diklaim perusahaan dapat memberikan hasil dalam lima belas hingga dua puluh menit, pada musim panas mendatang.

Alain Meìrieux
Mérieux mendirikan BioMérieux pada 1963 sebagai cabang pengujian diagnostik dari Institut Mérieux, sebuah konglomerat medis yang didirikan kakek Mérieux, Marcel, pada 1897. Mérieux tercatat memiliki total pendapatan bersih selama pandemi naik 25 persen menjadi USD 7,6 miliar (Rp114 triliun).

Maja Oeri
Maja Oeri merupakan keturunan Fritz Hoffmann-La Roche, yang mendirikan perusahaan farmasi Swiss Roche pada 1896. Dia memiliki sekitar 5 persen saham perusahaan, setelah menarik sahamnya keluar dari kolam keluarga pada 2011.

Selama pandemi, Maja meraup kenaikan pendapatan bersih 10 persen menjadi USD 3,2 miliar (Rp48 triliun) dari Roche.

Pada 19 Maret ia mengumumkan sedang memulai uji klinis fase tiga dari obat radang sendi tocilizumab sebagai pengobatan untuk pasien Covid-19 di AS.

Tak hanya itu, perusahaan juga mengembangkan tes serologi baru, yang mendeteksi antibodi pada orang yang sudah memiliki penyakit, dan berencana untuk membuatnya tersedia di AS dan Eropa pada awal Mei.

Thomas Struengmann dan Andreas Struengmann
Si kembar miliarder Struengmann menjual perusahaan pembuat obat generik mereka Hexal ke Novartis dengan harga sekitar USD 7 miliar pada 2005. Saat ini mereka berinvestasi dalam sejumlah perusahaan biotek dan perawatan kesehatan melalui perusahaan investasi mereka yang berbasis di Swiss, Santo Holding, termasuk perusahaan biotek, BioNTech.

Li Xiting
Sejak dirintis oleh Li Xiting pada 1991, raksasa perangkat medis yang berbasis di Shenzhen, Mindray Medical International, tumbuh menjadi produsen peralatan medis terbesar di Tiongkok.

Mindray telah aktif terlibat dalam memerangi pandemi Covid-19 sejak pertama kali muncul di China. Perusahaan itu melipatgandakan kapasitas produksi ventilator di pabrik Shenzhen mencapai 3.000 pcs dalam sebulan.

Li Xiting mencatatkan pendapatan bersih selama Covid-19 sebesar USD 12,6 miliar (naik 1 persen).

TagsAlain MeìrieuxBidang KesehatanCOVID-19Gustavo DenegriLi XitingMaja OeriMiliader BaruSeo Jung-JinStephane BancelThomas Struengmann dan Andreas Struengmann

Related articles More from author

  • Konflik Terbuka dan Cekcok Panas Risma-Khofifah Saat Korban Corona di Jatim Terus Bertambah
    Nasional

    Konflik Terbuka dan Cekcok Panas Risma-Khofifah Saat Korban Corona di Jatim Terus Bertambah

    1 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Menteri PMK Muhadjir Effendy
    Nasional

    Menteri PMK Ungkap 6 Pasien Suspect Corona di Kota Malang Sudah Dirawat di Ruang Isolasi

    9 Maret 2020
    By Adam Humain
  • Jokowi Beberkan 3 Manfaat UU Cipta Kerja untuk Rakyat, Apa Saja?
    Nasional

    Jokowi Beberkan 3 Manfaat UU Cipta Kerja untuk Rakyat, Apa Saja?

    19 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II 36.292 Personel Polda Jabar
    Nasional

    Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II 36.292 Personel Polda Jabar

    17 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Beri Peringatan Soal Potensi Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia
    Nasional

    Jokowi Beri Peringatan Soal Potensi Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia

    28 Oktober 2021
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Pejabat China Sebut Covid-19 Dibawa Angkatan Darat Amerika ke Wuhan pada Awalnya
    Internasional

    Pejabat China Sebut Covid-19 Dibawa Angkatan Darat Amerika ke Wuhan pada Awalnya

    21 Maret 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • TIKTAK.ID - Tanggapi 3 Syarat Habib Rizieq Bisa Pulang Cepat, Munarman: Ini Bukti Negara Memang Otoriter dan Zalim
    Nasional

    Simak Bocoran Tanggal Kepulangan Habib Rizieq Shihab

  • Anggota DPRD DKI Pertanyakan Alasan Anies Ganti Dirut PAM Jaya dengan Eks Dirut Pasar Jaya
    Nasional

    Anggota DPRD DKI Pertanyakan Alasan Anies Ganti Dirut PAM Jaya dengan Eks Dirut Pasar Jaya

  • Komnas HAM: Kasus Tewasnya Laskar FPI Belum Penuhi Unsur Pelanggaran HAM Berat
    Nasional

    Komnas HAM: Kasus Tewasnya Laskar FPI Belum Penuhi Unsur Pelanggaran HAM Berat

  • Belasan Ribu Tentara Bayaran Asing Tiba di Ukraina
    Internasional

    Belasan Ribu Tentara Bayaran Asing Tiba di Ukraina

  • Ranitidin Sudah Aman Digunakan Untuk Asam Lambung
    Tips & Tutorial

    Telah Rilis! Ini Daftar Obat Asam Lambung Ranitidin yang Aman Dipakai Lagi

Artikel Terbaru

  • Samsung Galaxy A36 5G: Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Kelebihan 5 November 2026
  • Pesan Kapolri ke Semua Polisi Usai Penyadapan Prabowo Terbongkar 5 November 2026
  • Router WiFi 6 vs WiFi 5: Mana yang Lebih Layak untuk Rumah? 5 November 2026
  • Hepatitis A: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini 5 November 2026
  • Zulhas Buka 3 Strategi Pemerintah Genjot Swasembada-Tekan Impor Pangan 5 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (103)
  • Keuangan (25)
  • Kuliner (1,071)
  • Nasional (8,045)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,314)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.