TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›ICW Soal Polri Minta Naik Anggaran Rp63 Triliun: Potensi Korupsinya Makin Besar

ICW Soal Polri Minta Naik Anggaran Rp63 Triliun: Potensi Korupsinya Makin Besar

By Joni Sitohang
10 Juli 2025
159
0
ICW Soal Polri Minta Naik Anggaran Rp63 Triliun: Potensi Korupsinya Makin Besar

TIKTAK.ID – Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak adanya permintaan Polri untuk menaikkan anggaran pada 2026 mendatang. ICW menentang keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang memberikan karpet merah bagi kenaikan anggaran Polri sebesar Rp63,7 triliun.

Untuk diketahui, rincian anggaran yang diminta oleh Polri adalah Belanja Pegawai Rp64,9 triliun (naik Rp5,5 triliun atau 9,32%); Belanja Barang Rp47,6 triliun (naik Rp13,5 triliun atau 39,74%); dan Belanja Modal Rp60,8 triliun (naik Rp27,7 triliun atau 83,89%). Penolakan ICW terhadap keputusan DPR tersebut dilandasi pada sejumlah alasan.

“DPR tidak punya justifikasi yang jelas dan informatif soal keputusannya menaikkan anggaran di tengah kinerja Polri yang buruk,” ujar Anggota Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Erma Nuzulia Syifa, seperti dilansir Republika, pada Selasa (8/7/25).

Baca juga : PDIP Minta Gibran Ngantor Lama di Papua untuk Hargai Jokowi

ICW turut mengkritik permintaan anggaran yang dominan ada pada belanja barang dan belanja modal. Padahal, kata ICW, belanja barang dan modal masuk dalam mekanisme pengadaan.

“Berdasarkan hasil pemantauan ICW, pengadaan barang jasa adalah sektor yang rentan dikorupsi,” ungkap Erma.

Terlebih, ICW menyebut Polri sampai sekarang tak pernah patuh untuk menyediakan informasi terkait Laporan Kinerja Polri tiap tahunnya dan informasi berkaitan dengan pengadaan. Hal itu berdasarkan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik.

Baca juga : Prabowo Bakal Beri Tugas Khusus Gibran Ngantor di Papua

“Dengan besarnya anggaran untuk pengadaan dan minimnya transparansi serta akuntabilitas, maka potensi korupsinya bakal makin besar,” tutur Erma.

Untuk diketahui, Komisi III DPR RI bakal memperjuangkan usulan tambahan anggaran bagi Polri dan Kejaksaan RI untuk tahun anggaran 2026. Usulan kenaikan tersebut mencapai 60 persen.

“Komisi III DPR RI menerima dan menyetujui penjelasan usulan program Polri sesuai pagu indikatif tahun anggaran 2026 sebesar Rp109,6 triliun dan bakal memperjuangkan usulan tambahan yang diajukan sebesar Rp63,7 triliun sehingga menjadi sebesar Rp173,4 triliun,” jelas Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, dalam rapat kerja pembahasan anggaran di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Senin (7/7/25).

Baca juga : Diundang Pemerintah China, Megawati Bakal Pidato di Forum Internasional 

Sementara itu, Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena), Komjen Wahyu Hadiningrat memaparkan, usulan kebutuhan anggaran Polri tahun 2026 berdasarkan Surat Kapolri tertanggal 10 Maret 2025 sebesar Rp173,4 triliun. Tapi dia mengatakan pagu indikatif Polri tahun anggaran 2026 yang ditetapkan yakni sebesar Rp109,6 triliun, sehingga ada kebutuhan tambahan anggaran Polri sebesar Rp63,7 triliun.

TagsDPRICWIndonesia Corruption WatchKapolriPolisiPolri

Related articles More from author

  • Surati DPR, Jokowi Ajukan KSAD Andika Jadi Calon Tunggal Panglima TNI
    Nasional

    Surati DPR, Jokowi Ajukan KSAD Andika Jadi Calon Tunggal Panglima TNI

    4 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Polisi Tangkap Lalu Lepas Provokator ‘Bakar Polres dan Jihad Lawan Densus 88’
    Nasional

    Polisi Tangkap Lalu Lepas Provokator ‘Bakar Polres dan Jihad Lawan Densus 88’

    24 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Wujudkan Transparansi, Kapolri Launcing Aplikasi Dumas Presisi
    Nasional

    Wujudkan Transparansi, Kapolri Launching Aplikasi Dumas Presisi

    25 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Imigrasi Loloskan 153 WNA China Masuk RI, Demokrat: Pemerintah Diskriminatif, Inkonsisten dan Gagal Jadi Teladan Hadapi Pandemi
    Nasional

    Imigrasi Loloskan 153 WNA China Masuk RI, Demokrat: Pemerintah Diskriminatif, Inkonsisten dan Gagal Jadi Teladan Hadapi Pandemi

    26 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Habib Rizieq Bakal Dites Swab Polisi Sebelum Diperiksa Soal Kerumunan
    Nasional

    Habib Rizieq Bakal Dites Swab Polisi Sebelum Diperiksa Soal Kerumunan

    2 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • 26 Terduga Teroris yang Diterbangkan dari Makassar Ditahan di Cikeas
    Nasional

    26 Terduga Teroris yang Diterbangkan dari Makassar Ditahan di Cikeas

    4 Februari 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Baru Gabung Al Nassr, Ronaldo Dikabarkan Ingin Keluar
    Olahraga

    Baru Gabung Al Nassr, Ronaldo Dikabarkan Ingin Keluar

  • Iran-Rusia Sepakat Jalin Kerja Sama Tangkal Konspirasi dan Propaganda Media AS
    Internasional

    Iran-Rusia Sepakat Jalin Kerja Sama Tangkal Konspirasi dan Propaganda Media AS

  • Ikut Persoalkan Kejanggalan Pasal 6 UU Ciptaker, PKS Juga Pertanyakan Peran Kemensetneg
    Nasional

    Ikut Persoalkan Kejanggalan Pasal 6 UU Ciptaker, PKS Juga Pertanyakan Peran Kemensetneg

  • Jadi Pemimpin Pertemuan Khusus PBB di Jenewa, RI Lantang Serukan Bantuan untuk Palestina
    Nasional

    Jadi Pemimpin Pertemuan Khusus PBB di Jenewa, RI Lantang Serukan Bantuan untuk Palestina

  • Kasus Covid di Jawa Tengah Naik Terus, Ganjar: Gubernurnya Nggak Pinter!
    Nasional

    Kasus Covid di Jawa Tengah Naik Terus, Ganjar: Gubernurnya Nggak Pinter!

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.