TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Hari Hitam dalam Sejarah Negara-negara Arab

Hari Hitam dalam Sejarah Negara-negara Arab

By William Putra Wijaya
17 September 2020
510
0
Hari Hitam dalam Sejarah Negara-negara Arab

TIKTAK.ID – Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayeeh pada Senin kemarin mengatakan bahwa Selasa 15 September 2020 menjadi “hari hitam dalam sejarah negara-negara Arab”.

Pernyataan itu disampaikan terkait rencana negara Teluk, Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Israel di Gedung Putih.

Palestina bahkan pada pekan lalu gagal membujuk Liga Arab untuk mengutuk negara-negara Arab yang segera melakukan normalisasi dengan rezim penjajah negara Palestina, Israel. Ini membuat Palestina semakin merasa ditinggalkan oleh negara-negara Teluk Arab.

Shtayyeh mengatakan Palestina sekarang sedang memikirkan ulang apakah akan “menyesuaikan hubungan Palestina dengan Liga Arab”, dan melepaskan diri dari ketergantungan dengan negara-negara Arab.

“Ada sangat sedikit indikasi bahwa kepemimpinan (Palestina) sedang mempertimbangkan untuk melepaskan diri dari pendekatannya,” kata seorang analis dari International Crisis Group, Tareq Baconi kepada Reuters.

Strategi Palestina selama ini berpusat untuk meminta pertanggungjawaban Israel di pengadilan hukum internasional, dan mencoba untuk mematahkan dominasi Amerika Serikat atas proses perdamaian Israel-Palestina, kata Baconi.

“Dukungan Arab dan Eropa dalam strategi itu sangat penting, tetapi patut dipertanyakan, apakah Palestina akan mampu mengamankan tuntutannya ke tingkat yang dibutuhkan untuk memastikan perdamaian yang adil.”

Namun, terlepas dari tanda-tanda pergeseran dukungan negara-negara Arab kepada Palestina, Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat mengatakan bahwa strategi yang mendasari Palestina untuk mencapai kemerdekaan dari Israel dengan wilayah negara di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza tidak akan berubah.

“Untuk tetap pada dasar hukum internasional, legalitas internasional, untuk mencari perdamaian berdasarkan penghentian pendudukan Israel dan solusi dua negara … kita tidak dapat meninggalkan gelanggang ini,” katanya kepada Reuters.

Trump sendiri merasa frustrasi dengan penolakan Palestina untuk ikut ambil bagian dalam pembicaraan kesepakatan normalisasi Bahrain, UEA dengan Israel yang dipimpinnya di Gedung Putih. Dia telah berusaha merayu Presiden Mahmoud Abbas dan timnya, dan berharap Palestina akan melihat kesepakatan UEA dan Bahrain sebagai insentif untuk kembali berunding.

Selama lebih dari dua tahun, menantu laki-laki Trump, Jared Kushner, telah mencoba agar Palestina tidak mengajukan banding kepada warga Palestina secara langsung. Kepada surat kabar Al-Quds pada 2018, dia mengatakan, “Dunia telah bergerak maju sementara Anda tertinggal. Jangan biarkan konflik kakek Anda menentukan masa depan anak-anak Anda.”

Kepemimpinan Palestina pada awalnya terlibat dengan pemerintahan Trump untuk pembicaraan perdamaian. Hingga, kata Erekat, “Mereka menyimpulkan bahwa orang-orang ini (AS) ingin mendikte solusi, bukan menegosiasikan solusi … merekalah yang menyimpang dari hukum internasional.”

TagsBahrainBerita timur tengahHari HitamIsraelNegara ArabNormalisasi hubunganPalestinaUni Emirat Arab

Related articles More from author

  • Taliban Klaim Taklukkan Panjshir
    Internasional

    Taliban Klaim Taklukkan Panjshir

    7 September 2021
    By William Putra Wijaya
  • Afghanistan dan Taliban Capai Kesepakatan Awal Menuju Perdamaian
    Internasional

    Afghanistan dan Taliban Capai Kesepakatan Awal Menuju Perdamaian

    3 Desember 2020
    By William Putra Wijaya
  • Yordania Kurung Pangeran Hamzah dalam Tahanan Rumah
    Internasional

    Yordania Kurung Pangeran Hamzah dalam Tahanan Rumah

    5 April 2021
    By William Putra Wijaya
  • PBB Nyatakan Sebaran Kekuatan ISIS di Afghanistan Makin Meluas
    Internasional

    PBB Nyatakan Sebaran Kekuatan ISIS di Afghanistan Makin Meluas

    23 November 2021
    By William Putra Wijaya
  • Partai Amien Rais Ikut-ikutan Gugat Ambang Batas Pencalonan Presiden ke MK
    Nasional

    Partai Ummat Ungkit Timnas Rusia dan Yugoslavia, Bandingkan Perlakuan FIFA ke Timnas Israel

    3 April 2023
    By Joni Sitohang
  • Raja Arab Saudi Dilarikan ke Rumah Sakit
    Internasional

    Raja Arab Saudi Dilarikan ke Rumah Sakit

    21 Juli 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Cara Kecilkan Lingkar Perut
    Tips & Tutorial

    Kenali Penyebab Perut Buncit, Akibat Pola Makan hingga Menopause

  • Zul Zivilia Tak Terima Dituntut Jaksa Vonis Penjara Seumur Hidup dalam Kasus Narkoba
    Selebriti

    Zul Zivilia Tak Terima Dituntut Jaksa Vonis Penjara Seumur Hidup dalam Kasus Narkoba

  • China Sebut Konsulatnya di Houston Ditutup Karena ‘Fitnah Jahat’ AS
    Internasional

    China Sebut Konsulatnya di Houston Ditutup Karena ‘Fitnah Jahat’ AS

  • Jawab Kritik Publik, Pemerintah Gerak Cepat Bangun Fasilitas Karantina di Pulau Galang
    Nasional

    Jawab Kritik Publik, Pemerintah Gerak Cepat Bangun Fasilitas Karantina di Pulau Galang

  • Jadi Lulusan Terbaik, Prilly Latuconsina Dapat Beasiswa S2
    Selebriti

    Jadi Lulusan Terbaik, Prilly Latuconsina Dapat Beasiswa S2

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.