TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Fakta Utang RI yang Mencapai 6.074 Triliun dan Ketahanan Ekonomi Era Jokowi

Fakta Utang RI yang Mencapai 6.074 Triliun dan Ketahanan Ekonomi Era Jokowi

By Joni Sitohang
19 Januari 2021
1974
0
Fakta Utang RI yang Mencapai 6.074 Triliun dan Ketahanan Ekonomi Era Jokowi

TIKTAK.ID – Utang Pemerintah diketahui terus mengalami kenaikan akibat besarnya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga akhir Desember 2020, utang Pemerintah telah tembus Rp6.074,56 triliun. Utang tersebut naik cukup tajam jika dibandingkan dengan akhir 2019. Artinya, hanya dalam satu tahun, utang Indonesia bertambah sebanyak Rp1.296,56 triliun dari akhir Desember 2019 yang tercatat Rp4.778 triliun.

Mengutip APBN Kita 2021 yang dirilis oleh Kementerian Keuangan, Minggu (17/1/21), Pemerintah mengklaim defisit APBN masih terjaga. Terutama dipenuhinya pembiayaan utang pada 2020 sebagai alat pengungkit untuk memenuhi kebutuhan penanganan virus Corona (Covid-19) serta Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Lebih lanjut, dengan posisi utang Pemerintah yang berada di level Rp6.074,56 triliun itu, maka rasio utang Pemerintah terhadap PDB sebesar 38,68 persen. Kemudian Kementerian Keuangan mengatakan komposisi utang Pemerintah tetap dijaga dalam batas tertentu. Hal ini sebagai pengendalian risiko sekaligus menjaga keseimbangan makro ekonomi, di mana UU No 17/2003 telah mengatur batasan maksimal rasio utang pemerintah yakni 60 persen.

Baca juga : Wow, Diam-diam Ternyata Prabowo Deal Bikin Rudal dan Jet Tempur

“Belanja Pemerintah Pusat pada 2020 lebih tinggi dari tahun lalu. Hal itu menunjukkan bahwa APBN berusaha bekerja luar biasa dan harus kita jaga ke depan,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, seperti dilansir Kompas.com.

“Inilah yang menjadi desain konsolidasi, namun tetap mendukung perekonomian sehingga betul-betul pulih,” imbuhnya.

Sri Mulyani menjelaskan, sejalan dengan kebijakan umum dan strategi pengelolaan utang, maka Pemerintah akan senantiasa mengupayakan kemandirian pembiayaan. Menurutnya, hal itu ditunjukkan dengan komposisi utang Pemerintah Pusat yang semakin didominasi utang dalam bentuk SBN, hingga akhir Desember 2020 mencapai 85,96 persen dari total komposisi utang.

Baca juga : Pakar Pidana: PDIP Bisa Dibubarkan Jika Terbukti Terlibat Korupsi Bansos

Ia melanjutkan, dari sisi mata uang, utang Pemerintah Pusat semakin didominasi utang dalam mata uang rupiah, yaitu mencapai 66,47 persen dari total komposisi utang pada akhir Desember 2020. Ia menilai dominasi mata uang rupiah ini seiring dengan kebijakan pengelolaan utang yang memprioritaskan sumber domestik dan penggunaan valas sebagai pelengkap dalam mendukung pengelolaan risiko utang valas.

“Portofolio utang Pemerintah dikelola dengan hati-hati dan terukur, dan Pemerintah Indonesia melakukan diversifikasi,” terang Sri Mulyani.

TagsAPBNCoronaCOVID-19JokowiMenteri KeuanganSri MulyaniVirus Corona

Related articles More from author

  • TIKTAK.ID - Lho, Kenapa Prabowo Sebut Pandemi Covid-19 Ancaman Nyata ke Pertahanan Negara?
    Nasional

    Hasil Survey Kembali Nobatkan Prabowo ‘Menteri Terbaik’ Jokowi

    6 Agustus 2020
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Puji Prabowo ‘Presiden Terkuat di Dunia’, Pengamat: Berlebihan
    Nasional

    Jokowi Puji Prabowo ‘Presiden Terkuat di Dunia’, Pengamat: Berlebihan

    23 Februari 2025
    By Joni Sitohang
  • Megawati Sebut Pernah Ingatkan Jokowi Agar Jalankan Pemikiran Pendiri Bangsa Bukan Bikin Versi Sendiri
    Nasional

    Megawati Sebut Pernah Ingatkan Jokowi Agar Jalankan Pemikiran Pendiri Bangsa Bukan Bikin Versi Sendiri

    12 Juli 2024
    By Joni Sitohang
  • Profesor Singapura: Klaim Jokowi Paling Efektif di Dunia Tak Ada yang Patahkan
    Nasional

    Profesor Singapura: Klaim Jokowi Paling Efektif di Dunia Tak Ada yang Patahkan

    28 Oktober 2021
    By Joni Sitohang
  • Mengapa Tingkat Kematian Covid-19 di Jerman Rendah? Begini Analisa para Ahli
    Internasional

    Mengapa Tingkat Kematian Covid-19 di Jerman Rendah? Begini Analisa para Ahli

    27 Maret 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Sandiaga Uno Panen Cibiran Usai Terima Pinangan Jokowi Jadi Menteri
    Nasional

    Sandiaga Uno Panen Cibiran Usai Terima Pinangan Jokowi Jadi Menteri

    27 Desember 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Gusar, Najwa Shihab Sebut Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor Demi Hindari Corona Hanya Akal-akalan Saja
    Nasional

    Gusar, Najwa Shihab Sebut Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor Demi Hindari Corona Hanya Akal-akalan Saja

  • Pakar Kesehatan: AS Salah Arah Tangani Pandemi Covid-19
    Internasional

    Pakar Kesehatan: AS Salah Arah Tangani Pandemi Covid-19

  • Inggris Kirim Pasukan Elite ke Ukraina
    Internasional

    Inggris Kirim Pasukan Elite ke Ukraina

  • Mojo Vision, Teknologi AR pasa Kontak Lensa
    Teknologi

    Terobosan Teranyar Mojo Vision: Lensa Kontak Berteknologi AR

  • Debut di All England 2023, Chico Sempat Tegang Sebelum Menang
    Olahraga

    Debut di All England 2023, Chico Sempat Tegang Sebelum Menang

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.