TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Bupati Sudewo Jadi Tersangka Korupsi, Ini Respons Gerindra

Bupati Sudewo Jadi Tersangka Korupsi, Ini Respons Gerindra

By Johan Arif
28 Januari 2026
0
0
Bupati Sudewo Jadi Tersangka Korupsi, Ini Respons Gerindra

TIKTAK.ID – Mahkamah Partai Gerindra disebut-sebut segera mengadakan rapat untuk membahas nasib Bupati Pati, Sudewo, setelah terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dalam kasus dugaan jual-beli jabatan, pada Senin (19/1/26).

“Kami partai, tengah menggelar rapat di Mahkamah Kehormatan Partai. Ya kita tunggu saja hasilnya,” ungkap Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, di kompleks parlemen, pada Rabu (21/1/26), seperti dilansir CNN Indonesia.

Menurut Dasco, Partai Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan KPK terhadap kadernya. Di sisi lain, dia menyebut partai terus mengingatkan kepada semua kader yang menduduki jabatan publik supaya berhati-hati dan mawas diri.

Baca juga : Masih Banyak Lumpur, Aceh Tamiang Kembali Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Hingga 3 Februari

Oleh sebab itu, Dasco mengatakan sangat menyesalkan kasus yang menjerat Sudewo. Dia lantas meminta yang bersangkutan agar dapat menjalani proses hukum dengan baik.

“Sehingga apa yang dilakukan dan terjadi itu sangat kami sesalkan. Tentunya kami silakan ikuti proses hukum yang pada saat ini sedang berlaku,” tutur Dasco.

Perlu diketahui, KPK sudah secara resmi menetapkan Bupati Pati periode 2025-2030, Sudewo sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa.

Baca juga : Anwar Usman Ungkap Alasan Sering Absen Sidang

KPK membongkar kasus tersebut melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan beberapa waktu lalu, di mana sebanyak 8 orang termasuk Sudewo ditangkap. Dalam operasi senyap itu, KPK turut menyita uang sejumlah Rp2,6 miliar.

“Tim KPK sudah mengamankan sejumlah 8 orang yang dibawa dari Pati ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, pada Selasa (20/1/26) malam.

Guntur memaparkan, kasus ini bermula saat Pemerintah Kabupaten Pati mengumumkan membuka formasi jabatan perangkat desa pada Maret 2026. Diperkirakan terdapat sebanyak 601 jabatan perangkat desa yang kosong.

Baca juga : TNI AU Kuasai 82.244 Hektar Lahan di Lampung, Mau Dipakai Apa?

Asep menyebut hal itu dijadikan peluang oleh Sudewo untuk melakukan pemerasan dengan menjual-beli jabatan. Sudewo meminta Timses dan orang kepercayaannya agar meminta uang kepada Caperdes.

“Sejak November 2025, SDW sudah membahas rencana pengisian jabatan perangkat desa tersebut bersama Timsesnya,” terang Asep.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsGerindraKPKMahkamah KonstitusiOTT KPKSudewo

Related articles More from author

  • KPK Respons Wacana Pemanggilan Anies Baswedan Terkait Kasus Korupsi Munjul
    Nasional

    KPK Respons Wacana Pemanggilan Anies Baswedan Terkait Kasus Korupsi Munjul

    2 Juni 2021
    By Johan Arif
  • Prabowo Ingin Gratiskan Rumah Sakit Jika Pimpin RI
    Nasional

    Prabowo Ingin Gratiskan Rumah Sakit Jika Pimpin RI

    27 Juni 2023
    By Joni Sitohang
  • PDIP Sebut Food Estate 'Kejahatan Lingkungan', Gerindra: Itu Program Jokowi
    Nasional

    PDIP Sebut Food Estate ‘Kejahatan Lingkungan’, Gerindra: Itu Program Jokowi

    18 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Waketum Gerindra Sebut Prabowo Sejak 2014 Gagas Presidential Club
    Nasional

    Waketum Gerindra Sebut Prabowo Sejak 2014 Gagas Presidential Club

    11 Mei 2024
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Iring-iringan Rombongan Presiden Jokowi
    Nasional

    Heboh, Netizen Protes Iring-iringan Menhan Yang Berisik Dan Membandingkannya Dengan Iringan RI 1

    15 November 2019
    By Rusli Qomar
  • Dulu Tarung Sengit di DKI, Kini Sandi-Djarot Kompak Dukung Menantu Jokowi
    Nasional

    Dulu Tarung Sengit di DKI, Kini Sandi-Djarot Kompak Dukung Menantu Jokowi

    21 September 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Marissa Anita Perankan Sarinah di Film Pendek Mbok dan Bung
    Selebriti

    Marissa Anita Perankan Sarinah di Film Pendek Mbok dan Bung

  • Tepis Isu Dukung Rizal Ramli, Mahfud MD Setuju Threshold Capres 4 Persen
    Nasional

    Tepis Isu Dukung Rizal Ramli, Mahfud MD Setuju Threshold Capres 4 Persen

  • Nabi Muhammad Disebut 'Kader PMII', Polisi Diminta Bertindak
    Nasional

    Nabi Muhammad Disebut ‘Kader PMII’, Polisi Diminta Bertindak

  • Unggah Foto Ganjar dan Sandiaga Berdampingan, Putra Jokowi: Cocok Gak Nih?
    Nasional

    Unggah Foto Ganjar dan Sandiaga Berdampingan, Putra Jokowi: Cocok Gak Nih?

  • Adhisty Zara Ingin Bintangi Drama Korea 5 Tahun Lagi
    Selebriti

    Adhisty Zara Ingin Bintangi Drama Korea 5 Tahun Lagi

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.