TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Anggap Tudingan Provokatif Moeldoko dan Ganjar Tebar Kebencian dan Rusak Kepercayaan, Dokter dan Perhimpunan RS: Maaf, Kami Sudah Lelah…!

Anggap Tudingan Provokatif Moeldoko dan Ganjar Tebar Kebencian dan Rusak Kepercayaan, Dokter dan Perhimpunan RS: Maaf, Kami Sudah Lelah…!

By Joni Sitohang
5 Oktober 2020
979
0
Anggap Tudingan Provokatif Moeldoko dan Ganjar Tebar Kebencian dan Rusak Kepercayaan, Dokter dan Perhimpunan RS: Maaf, Kami Sudah Lelah...!

TIKTAK.ID – Belum selesai urusan dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko kembali membuat pernyataan kontroversial. Kali ini, Moeldoko meminta rumah sakit tak sembarangan memvonis semua pasien yang wafat disebabkan oleh penyakit Covid-19.

Pernyataan ini membuat kalangan dokter protes. Baik di dunia maya maupun dunia nyata, para dokter ramai-ramai menyentil Moeldoko.

Kehebohan muncul usai Moeldoko menemui Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Semarang, Kamis (1/10/20). Menurut eks Panglima TNI ini, ada beberapa orang yang sebetulnya negatif Covid-19, tapi divonis sebaliknya.

Baca juga : Bertemu Moeldoko, Ganjar: Banyak Asumsi Semua yang Meninggal di RS ‘Dicovidkan’

“Jangan semua kematian definisinya mati karena Covid. Ini perlu diluruskan,” tegas Moeldoko.

Untuk itu, Moeldoko mengaku Pemerintah akan membuat definisi ulang kematian akibat Covid-19. Atas pernyataan Moeldoko itu, Ganjar mengamininya. Politisi PDIP ini membenarkan, kasus seperti ini pernah terjadi di wilayah yang dipimpinnya. Ada orang yang divonis positif Covid-19, padahal hasil tesnya belum keluar.

Kini setiap ada pasien yang meninggal di RS, dokter harus memberikan catatan data kematian. Data itu akan diverifikasi sebelum akhirnya ditentukan Covid-19 atau bukan. Minusnya, penerapan sistem itu akan menimbulkan keterlambatan data angka kematian.

Baca juga : Akhirnya Ahok Bentuk Tim Khusus di Pertamina, Apa Saja Tugasnya?

“Itu lebih baik daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tegas Ganjar.

Namun, kalangan dokter tidak terima dengan tudingan Moeldoko dan Ganjar. Di media sosial, para dokter ramai-ramai menyampaikan protes. “Tudingan bahwa RS meng-covid-kan pasien untuk mendapatkan anggaran ini berbahaya, apalagi diucapkan oleh pejabat negara,” protes dokter spesialis jantung, dr. Berliana Idris, lewat akun Twitter @berlianidris.

Halaman selanjutnya…

1 2 3
TagsCoronaCOVID-19Ganjar PranowoGubernur Jawa TengahKAMIKepala Staf KepresidenanMoeldokoPDIPVirus Corona

Related articles More from author

  • Kabinet Indonesia Maju 2019 - 2024
    Nasional

    Politisi Demokrat ini Mimpi Jokowi dan para Menterinya termasuk Mahfud MD Kena Corona, Kok Bisa ya?

    21 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Nikita Mirzani Nangis Lihat APD Sumbangannya Dipakai Tenaga Medis
    Selebriti

    Nikita Mirzani Nangis Lihat APD Sumbangannya Dipakai Tenaga Medis

    30 Maret 2020
    By
  • TIKTAK.ID - Perintah Jokowi ke Kapolri untuk Penimbun Masker
    Nasional

    Perintah Jokowi ke Kapolri untuk Penimbun Masker

    4 Maret 2020
    By Johan Arif
  • Putri Gus Dur Siap Bersaing Sehat dengan Khofifah dan Menangkan Ganjar-Mahfud di Jatim
    Nasional

    Putri Gus Dur Siap Bersaing Sehat dengan Khofifah dan Menangkan Ganjar-Mahfud di Jatim

    11 November 2023
    By Joni Sitohang
  • Begini 5 Cara Aman Jaga Punggung Saat Kerja di Rumah
    Tips & Tutorial

    Begini 5 Cara Aman Jaga Punggung Saat Kerja di Rumah

    30 Maret 2020
    By Hendra Setiawan
  • Fadjroel Rachman: Presiden Jokowi Akan Copot Menteri yang Kerjanya Lamban
    Nasional

    Fadjroel Bilang Jokowi Tolak Jabatan 3 Periode, Puan Malah Minta Wacana itu Dikaji DPR

    21 Desember 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Waduh, Nama Luhut dan Airlangga Juga Muncul di Laporan Pandora Papers
    Nasional

    Waduh, Nama Luhut dan Airlangga Juga Muncul di Laporan Pandora Papers

  • NasDem Ungkit Deklarasi Prabowo Usai PDIP Sebut Deklarasi Anies Ganggu Konsentrasi Pemerintah
    Nasional

    NasDem Ungkit Deklarasi Prabowo Usai PDIP Sebut Deklarasi Anies Ganggu Konsentrasi Pemerintah

  • 'Penguasa' Ibu Kota Negara Baru Ditunjuk Langsung Presiden, Tak Ada Gubernur dan DPRD
    Nasional

    ‘Penguasa’ Ibu Kota Negara Baru Ditunjuk Langsung Presiden, Tak Ada Gubernur dan DPRD

  • Liga Jerman: Bayern Munchen Menang Telak 5-0 atas Fortuna
    Olahraga

    Liga Jerman: Bayern Munchen Menang Telak 5-0 atas Fortuna

  • Ekonomi Eropa Jatuh ke Titik Terendah Akibat Corona
    Internasional

    Ekonomi Eropa Jatuh ke Titik Terendah Akibat Corona

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.