
TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga Jakarta mematuhi imbauan Presiden Joko Widodo untuk memulai bekerja dari rumah.
Seperti diketahui, imbauan Jokowi tak lantas membuat kepadatan para pekerja di sejumlah transportasi umum surut pada Senin (16/3/20). Padahal, beberapa moda transportasi telah melakukan pembatasan daya angkut, misalnya, MRT membatasi 60 penumpang dalam satu kereta atau 360 orang per rangkaian kereta.
“Mari semua yang di Jakarta ikut melaksanakan arahan Presiden @Jokowi: kerja dari rumah,” kata Anies lewat unggahannya di akun Instagram pribadinya, Senin (16/3/20).
Baca juga: Saat Tokoh Tua Partai Lainnya Ogah ‘Lepas Kursi’, Keputusan SBY ‘Mandito Ratu’ Tuai Apresiasi
Dalam unggahannya itu, Anies me-repost unggahan Jokowi di Instagram. Anies juga menulis ulang pesan yang disampaikan Jokowi dalam unggahan tersebut.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar masyarakat melakukan aktivitas di rumah.
“Kepada seluruh rakyat Indonesia saya harap tenang, tetap produktif agar penyebaran Covid-19 ini bisa kita hambat dan kita setop. Dengan kondisi ini, saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3/20).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta kepada para Kepala Daerah membuat kebijakan sesuai kondisi daerahnya masing-masing menyangkut proses belajar dari rumah bagi pelajar atau mahasiswa.
Baca juga: Seru! Tanggapi Desakan Kader dan Loyalisnya, Amien Rais Buka Opsi Munculkan PAN Reformasi
“Dengan tetap memberi pelayanan kepada masyarakat, dan menunda kegiatan yang melibatkan orang banyak,” ungkap Jokowi.
Pembatasan angkutan umum dinilai justru menjadi polemik di masyarakat. Antrean penumpang dilaporkan terjadi di sejumlah halte Transjakarta, stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) dan Moda Raya Terpadu (MRT). Antrean ini disesalkan penumpang mengingat ada wabah Corona dan imbauan untuk menghindari kerumunan.
Veronica penumpang KRL di Stasiun Bogor mengatakan antrean cukup panjang terjadi di stasiun tersebut. Menurutnya di gerbang tap in, ada pengukuran suhu tubuh.
“Antreannya mengular dan enggak tertib, hanya ada tiga thermal scanner yang digunakan di depan pintu tap in, itu pun petugasnya kelihatan enggak siap,” ujarnya kepada CNNINdonesia.com, Senin (16/3/20).
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










