Usulkan Dana Pendidikan Khusus Saat Bencana, Komisi X: Bisa Pakai Cadangan MBG

TIKTAK.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati mengusulkan supaya Pemerintah bisa menyediakan dana pendidikan khusus bagi daerah terdampak bencana. Esti mengatakan anggaran itu dapat bersumber dari dana cadangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sampai saat ini belum terserap sepenuhnya.
“Jadi anggaran yang dipakai bukan dari pergeseran anggaran di Kemendikdasmen, melainkan anggaran tambahan untuk penanganan pendidikan pascabencana dari anggaran pendidikan lainnya,” ungkap Esti kepada wartawan di Gedung DPR RI, pada Selasa (20/1/26), seperti dilansir Kompas.com.
Politikus PDI Perjuangan tersebut lantas menyinggung potensi pemanfaatan dana cadangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, kata Esti, realisasi MBG hingga kini belum sepenuhnya sesuai target, sehingga masih tersedia ruang fiskal yang dapat dimanfaatkan.
Baca juga : Wali Kota Madiun Maidi Kena OTT, Terkait Fee Proyek dan Dana CSR
“Bila dilihat dari progresnya, maka dana cadangan MBG sangat bisa digunakan. Mengingat anggaran disiapkan untuk 80 juta lebih penerima, tapi baru sekitar 55 juta yang dilayani hingga saat ini, termasuk hari-hari libur yang seharusnya tak perlu dialokasikan,” terang Esti.
Kemudian Esti menyatakan pendidikan merupakan sektor strategis yang tak boleh terhenti meski berada dalam situasi darurat bencana. Ia pun mencontohkan wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang sebelumnya dilanda banjir dan tanah longsor.
Esti memaparkan, kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah terdampak bencana di 3 provinsi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 triliun.
Baca juga : Meski Tak Masuk Prolegnas, Wacana Pilkada Lewat DPRD Jalan Terus
“Kebutuhan untuk melakukan rehab dan rekon sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar sekitar Rp2,5 triliun. Dana tersebut kira-kira setara dengan anggaran dua hari MBG. Jadi sangat mungkin bisa dilakukan dengan memakai dana cadangan MBG,” ucap Esti.
Berkaca dari kondisi itu, Esti mendorong Pemerintah untuk mulai menyiapkan alokasi anggaran khusus pendidikan yang masuk dalam program mitigasi bencana. Dia menilai keberadaan dana siaga bakal membuat Pemerintah lebih responsif saat bencana terjadi.
“Dengan adanya anggaran yang sudah disiapkan sebelumnya, Pemerintah bisa langsung bergerak cepat saat bencana terjadi, tanpa harus menunggu proses penyesuaian anggaran yang memakan waktu,” tutur Esti.










