TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›1 Bulan Tragedi Kanjuruhan: Tim Bentukan Jokowi Tak Digubris Polisi dan PSSI

1 Bulan Tragedi Kanjuruhan: Tim Bentukan Jokowi Tak Digubris Polisi dan PSSI

By Joni Sitohang
2 November 2022
698
0
1 Bulan Tragedi Kanjuruhan: Tim Bentukan Jokowi Tak Digubris Polisi dan PSSI

TIKTAK.ID – Kini sudah tepat sebulan Tragedi Kanjuruhan berlalu. Akan tetapi, tak kunjung ada pihak dalam peristiwa tersebut mematuhi rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF yang dibentuk atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, pada 1 Oktober, mimpi buruk bagi dunia sepak bola Indonesia terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang setelah pertandingan Liga 1 antara Arema FC Vs Persebaya. Ketika itu ratusan supporter harus meregang nyawa lantaran terkena tembakan gas air mata bertubi-tubi dari aparat, sesak napas, dan berdesak-desakan keluar stadion.

Tragedi Kanjuruhan pun tak sekadar menjadi perhatian di dalam negeri, melainkan sudah menjadi sorotan di mata dunia. Tragedi tersebut pun masuk dalam “tiga besar bencana sepak bola”, usai bencana kemanusiaan serupa terjadi di Lima, Peru pada 1964 silam dan Ghana pada 2001 lalu.

Baca juga : PKS Tolak Usulan NasDem Deklarasi Koalisi 10 November

Kemudian Pemerintah membentuk TGIPF yang diketuai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, guna melakukan investigasi. Hasil investigasi TGIPF selesai lebih awal pada Jumat (14/10/22) atau 14 hari usai insiden terjadi. TGIPF menyebut penyebab ratusan orang berjatuhan yakni gas air mata yang ditembakkan oleh aparat.

Kemudian TGIPF mengeluarkan salah satu rekomendasi, yaitu Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Komite Eksekutif harus mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral. Mereka pun mendesak dilakukan proses hukum pidana bagi pihak-pihak yang terbukti bersalah. Namun tampaknya laporan TGIPF setebal 124 halaman tersebut hanya teronggok di meja kerja Jokowi di Istana.

Menanggapi hal itu, pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengatakan hingga sejauh ini belum ada yang sepenuh hati menggubris rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan.

Baca juga : Mahasiswa UGM Dirikan BeProfesion, Bantu Sertifikasi Profesi

“Ini masih separuh-separuh menjalankannya, harusnya menyeluruh. Ini kan sudah dilihat sebagai peristiwa nasional, jadi harus ditindaklanjuti,” ujar Fickar, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (31/10/22).

Fickar menyatakan belum ada satu pun pengurus PSSI yang mengundurkan diri dari jabatannya, padahal rekomendasi TGIPF meminta Ketum PSSI mengundurkan diri.

Dia pun menyoroti pihak kepolisian yang belum ada pernyataan bakal mematuhi semua rekomendasi TGIPF, dan menilai polisi mestinya mampu mengusut para pihak terkait, termasuk panitia dan penanggung jawab keamanan.

aca juga : Dinilai Politikus Bersih, Jokowi Masuk Urutan 13 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

“Pihak yang harus follow up, maka harus di follow up. Kalau memang enggak mau ini, ya dicopot saja pejabat yang enggan tanggung jawab, diganti baru,” tegas Fickar.

TagsJokowiPolriPSSITGIPFTragedi Kanjuruhan

Related articles More from author

  • Eks Menkes Siti Fadilah Supari Surati Jokowi dari Penjara, Beri Solusi Tangani Corona
    Nasional

    Eks Menkes Siti Fadilah Supari Surati Jokowi dari Penjara, Beri Solusi Tangani Corona

    28 April 2020
    By Joni Sitohang
  • Relawan Jokowi Mania Buka Opsi Dukung Anies Baswedan Usai Ketemu NasDem
    Nasional

    Relawan Jokowi Mania Buka Opsi Dukung Anies Baswedan Usai Ketemu NasDem

    16 Februari 2023
    By Joni Sitohang
  • Amien Rais Soal Gibran Cawapres: Dia Milenial Gadungan
    Nasional

    Amien Rais Soal Gibran Cawapres: Dia Milenial Gadungan

    30 Oktober 2023
    By Joni Sitohang
  • Politisi PDIP Sebut 'Jokowi Pemberantas KPK' di Acara Najwa, Kepleset atau Sengaja?
    Nasional

    Politisi PDIP Sebut ‘Jokowi Pemberantas KPK’ di Acara Najwa, Kepleset atau Sengaja?

    6 Juni 2021
    By Johan Arif
  • Beberapa Kali Kebobolan, Bjorka: Jokowi Bakal Copot Johnny
    Nasional

    Beberapa Kali Kebobolan, Bjorka: Jokowi Bakal Copot Johnny

    16 September 2022
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Maksud Terselubung Amerika Coret Indonesia dari Daftar Negara Berkembang
    InternasionalNasional

    Maksud Terselubung Amerika Coret Indonesia dari Daftar Negara Berkembang

    24 Februari 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Minuman ini Selain Berkhasiat Redakan Stres Juga Layak Dikonsumsi Setiap Hari
    Tips & Tutorial

    Minuman ini Selain Berkhasiat Redakan Stres Juga Layak Dikonsumsi Setiap Hari

  • Banjir Monas, Warga Salahkan Revitalisasi Anies
    Nasional

    Warga Kembali Tuduh Anies: Gara-Gara Ratusan Pohon Ditebang, Monas Malah Banjir

  • Vincent dan Desta Buat Platform Vindes, Bantu Kesehatan Masyarakat Saat Pandemi
    SelebritiTeknologi

    Vincent dan Desta Buat Platform Vindes, Bantu Kesehatan Masyarakat Saat Pandemi

  • Kepincut Berat Rekrut Mesut Oezil, Klub Al-Nassr Janjikan Gaji Selangit dan Status 'Pangeran Arab Baru'
    Olahraga

    Kepincut Berat Rekrut Mesut Oezil, Klub Al-Nassr Janjikan Gaji Selangit dan Status ‘Pangeran Arab Baru’

  • Saudi dan Meksiko Berseteru, OPEC Gagal Sepakati Pengurangan Produksi Minyak
    Internasional

    Saudi dan Meksiko Berseteru, OPEC Gagal Sepakati Pengurangan Produksi Minyak

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.