TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Diterpa Skandal dan Tekanan Demo Buruh, ‘Tuan Pensiun’ Prancis Pilih Mundur

Diterpa Skandal dan Tekanan Demo Buruh, ‘Tuan Pensiun’ Prancis Pilih Mundur

By Bagas F Sinaga
17 Desember 2019
507
0
TIKTAK.ID - Diterpa Skandal dan Tekanan Demo Buruh, ‘Tuan Pensiun’ Prancis Pilih Mundur

TIKTAK.ID – Pemogokan buruh besar-besaran di Prancis memprotes kebijakan pensiun baru yang dibuat Pemerintah memasuki hari ke-12 dan telah menimbulkan korban. Komisaris Tinggi untuk Pensiun Jean-Paul Delevoye mengundurkan diri pada Senin (16/12/19), di tengah sorotan skandal dan transparansi, seperti yang dilaporkan France24.

Pengunduran diri Delevoye diterima Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan perasaan berat hati. Dalam sebuah pernyataan, kantor Emmanuel Macron mengatakan bahwa Delevoye memutuskan untuk mengundurkan diri “atas inisiatifnya sendiri.”

Delevoye merupakan pengusung gagasan reformasi pensiun dengan menggunakan satu sistem untuk seluruh jenis pekerjaan. Sebelumnya di Prancis tiap jenis pekerjaan digolongkan dalam beberapa kelompok dengan jenis pensiun yang berbeda-beda. Kali ini masa pensiun pekerja hingga 64 tahun ditetapkan tanpa adanya kompensasi. Poin inilah salah satu yang membuat serikat pekerja marah dan melakukan protes.

Baca juga: Polisi Prancis Tembak Pria yang Ancam Petugas dengan Pisau di Paris

Macron mengangkat Delevoye pada September 2017 untuk meletakkan dasar reformasi pensiun. Pada bulan yang sama, Delevoye juga masuk ke Kabinet Macron. Bahkan Delevoye dijuluki sebagai “Tuan Pensiun” saat mengupayakan reformasi kontroversial ke satu basis sistem pensiun.

Namun bersamaan dengan terjadinya pemogokan yang melumpuhkan transportasi bulan ini, Delevoye gagal menjelaskan asal pendapatan sampingannya, baik yang sukarela maupun berbayar yang tetap didapatnya setelah bergabung dengan Otoritas Tinggi Prancis untuk Transparansi (HATVP).

Selama akhir pekan, Harian Le Monde menerbitkan rincian pernyataan revisi yang diajukan Delevoye ke HATVP. Delevoye mengaku masih memegang 13 posisi, termasuk 11 posisi aktif, atau 10 dari yang ia nyatakan pada pernyataan awalnya.

Baca juga: Dua Helikopter Militernya Bertabrakan di Mali, 13 Tentara Prancis Tewas

Media Prancis baru-baru ini melaporkan bahwa Delevoye gagal menjelaskan pendapatan sampingan sejumlah posisi yang ia pegang, termasuk jabatan di kabinet. Dia dilaporkan mengantongi sekitar € 123.000 atau sekitar 2 triliun rupiah dari posisi-posisi itu sejak bergabung ke kabinet. Setelah hal ini terungkap, dia berkata akan mengembalikan uangnya.

Seorang pendukung Delevoye menyatakan kepada Agence France-Presse bahwa kredibilitas Delevoye telah diserang oleh serikat pekerja dan oposisi dalam upaya untuk mendiskreditkan reformasi pensiun yang disebutnya “esensial untuk Prancis”.

Kejadian ini disebut sebagai pukulan bagi Macron, karena protes terus berkecamuk akibat kebijakan reformasi pensiun yang kontroversial itu. Sementara Kantor Kepresidenan Prancis mengatakan, Komisaris Tinggi akan diganti “sesegera mungkin”.

Baca juga: Buktikan Ancamannya, Rusia Balas Pulangkan Dua Diplomat Jerman

Pemogokan yang memiliki efek paling parah di ibu kota Prancis itu, siap berlanjut. Demonstrasi dijadwalkan akan kembali berlangsung pada hari Selasa. Tentu demonstrasi ini kembali memunculkan kekhawatiran akan terjadinya kekacauan transit pesawat yang akan terus berlanjut selama musim liburan.

TagsDelevoyeEmmanuel MacronJean-Paul DelevoyePrancisTuan Pensiun

Related articles More from author

  • Ribuan Warga Prancis Demo Kebijakan Vaksin Macron
    Internasional

    Ribuan Warga Prancis Demo Kebijakan Vaksin Macron

    19 Juli 2021
    By Alfan Mahardika
  • Dua Orang Ditikam di Dekat Kantor Majalah Charlie Hebdo
    Internasional

    Dua Orang Ditikam di Dekat Kantor Majalah Charlie Hebdo

    28 September 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Moskow Siap Balas Langkah Prancis Usir Puluhan Diplomat Rusia
    Internasional

    Moskow Siap Balas Langkah Prancis Usir Puluhan Diplomat Rusia

    6 April 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Lagi, 3 Orang Tewas dalam Serangan di Prancis
    Internasional

    Lagi, 3 Orang Tewas dalam Serangan di Prancis

    31 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Macron: Prancis Masuki Era Perang Ekonomi
    Internasional

    Macron: Prancis Masuki Era Perang Ekonomi

    16 Juni 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Belarus Usir Duta Besar Prancis
    Internasional

    Belarus Usir Duta Besar Prancis

    23 Oktober 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Pendiri PAN Sindir Puan, Airlangga hingga AHY yang Sibuk Kampanye Saat Rakyat Menderita karena Pandemi
    Nasional

    Pendiri PAN Sindir Puan, Airlangga hingga AHY yang Sibuk Kampanye Saat Rakyat Menderita karena Pandemi

  • Demokrat Siap Perkarakan Politikus PDIP yang Tuding SBY Dalangi Demo Tolak Omnibus Law
    Nasional

    Demokrat Siap Perkarakan Politikus PDIP yang Tuding SBY Dalangi Demo Tolak Omnibus Law

  • Anies Resmikan Gereja Didampingi Gus Miftah
    Nasional

    Anies Resmikan Gereja Didampingi Gus Miftah

  • Prabowo Diramal Sulit Menang di 2024, Suara Gerindra di Jabar Bisa Tergerus Golkar
    Nasional

    Prabowo Diramal Sulit Menang di 2024, Suara Gerindra di Jabar Bisa Tergerus Golkar

  • TIKTAK.ID - Gila! Pre-Order Samsung Galaxy Fold Harga 30-an Juta, Ludes Terjual 30 Menit Saja
    Teknologi

    Gila! Pre-Order Samsung Galaxy Fold Harga 30-an Juta, Ludes Terjual 30 Menit Saja

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.