TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Tegas! Ketum ABI Sebut Konstitusi sebagai ‘Parameter Utama Moderasi’

Tegas! Ketum ABI Sebut Konstitusi sebagai ‘Parameter Utama Moderasi’

By Joni Sitohang
20 Maret 2022
729
0
Tegas! Ketum ABI Sebut Konstitusi sebagai ‘Parameter Utama Moderasi’

TIKTAK.ID – Dewan Pengurus Pusat Ormas Islam AHLULBAIT INDONESIA (DPP ABI) menggelar Seminar Nasional dengan tema “Keniscayaan, Penguatan, dan Perluasan Moderasi Beragama di Indonesia” pada Jumat (18/3/22) di Ballroom Hotel Royal Kuningan, Jakarta. Seminar ini digelar bertepatan dengan 15 Syakban (Nisfu Sya’ban), menandai peringatan kelahiran (milad) Imam Mahdi al-Muntazhar, sekaligus ulang tahun ke-12 ABI.

Hadir dalam seminar tersebut intelektual Muslim sekaligus pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bidang Ilmu Sosial, Budaya, dan Kajian Agama, Prof. Ahmad Najib Burhani dan Ketua Dewan Penasihat ABI, Habib Husein Shahab, M.A, seminar ini juga dimaksudkan sebagai salah satu wujud sumbangsih ABI dalam penguatan dan penyebarluasan tren moderasi beragama di Tanah Air, di samping partisipasi aktif dalam menyuburkan toleransi intra dan antarumat beragama di Indonesia serta menyokong pencanangan tahun 2022 sebagai “Tahun Toleransi”.

Dalam sambutannya saat membuka seminar, Ketua Umum (Ketum) ABI, Habib Zahir Yahya menekankan bahwa dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, ormas Islam ABI hanya meyakini satu parameter untuk menentukan mana yang moderat dan mana yang tidak.

Baca juga : ABI Siap Perkarakan Media yang Sebut HW Pemerkosa Santriwati Bandung sebagai ‘Muslim Syiah’

“Itulah konstitusi dan semua aturan yang merupakan turunan dari konstitusi, terutama yang secara sah telah ditetapkan sebagai undang-undang,” jelas Habib Zahir. “Artinya, mereka yang ekstrem dan tidak moderat adalah mereka yang melampaui batas undang-undang. Sementara yang moderat adalah yang sesuai dengannya. Itu satu-satunya parameter yang menurut saya harus ditegakkan. Karena itu, Pemerintah tak perlu berteori terkait permasalahan (moderasi) ini, cukup mereka tegakkan hukum. Bagi mereka yang ekstrem dan melampaui batas, tegakkan undang-undang dan hukum atas mereka,” tegasnya.

Terkait sikap moderat yang dalam pandangan Pemerintah layak dijadikan pilar moderasi beragama, Habib Zahir menyampaikan beberapa poin menarik dan perspektif baru, di antaranya bahwa moderat tidak boleh diartikan sebatas pola pikir dan pola aksi yang terbebas dari segala bentuk kekerasaan dan ekstremitas. Alasannya, karena moderat bukan semata-mata opsi tengah di antara dua kutub ekstrem.

Baca juga : Sebut MUI Disusupi Wahabi, Ustaz Gorontalo Sampai Ungkap Besaran Gaji

Lebih lanjut Habib Zahir menekankan bahwa jalan atau opsi tengah yang baik dan terpuji bukan berarti kondisi biasa-biasa saja, atau dengan kata lain “tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit (ifrath dan tafrith)” sehingga dikatakan bahwa mereka yang melakukannya terlalu banyak atau terlalu sedikit tidak baik, dan yang moderat dalam berbuat, itulah yang terbaik

TagsAhlul Bait IndonesiaSeminar Nasional

Related articles More from author

  • Praktik Intoleran di Kabupaten Probolinggo
    Nasional

    Praktik Intoleran di Kabupaten Probolinggo

    20 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Kemenag Resmi Tutup Pesantren Antapani Bandung yang Pengasuhnya, Herry Wirawan Terbukti Lakukan Tindakan Amoral
    Nasional

    Kemenag Resmi Tutup Pesantren Antapani Bandung yang Pengasuhnya, Herry Wirawan Terbukti Lakukan Tindakan Amoral

    11 Desember 2021
    By Joni Sitohang
  • ABI Siap Perkarakan Media yang Sebut HW Pemerkosa Santriwati Bandung sebagai 'Muslim Syiah'
    Nasional

    ABI Siap Perkarakan Media yang Sebut HW Pemerkosa Santriwati Bandung sebagai ‘Muslim Syiah’

    11 Desember 2021
    By Joni Sitohang
  • Ormas ABI 'Gugat' Distorsi Media yang Ceroboh Sebut Tersangka Teroris Farid Okbah Cs sebagai 'Tokoh Syiah'
    Nasional

    Ormas ABI ‘Gugat’ Distorsi Media yang Ceroboh Sebut Tersangka Teroris Farid Okbah Cs sebagai ‘Tokoh Syiah’

    18 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Ketum ABI Sambut Baik Janji Menag Lindungi Minoritas Sesuai Amanat Konstitusi
    Nasional

    Ketum ABI Sambut Baik Janji Menag Lindungi Minoritas Sesuai Amanat Konstitusi

    26 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • Dipo Alam Ungkap Perseteruan Habibie dan Benny Moerdani Soal Pesawat Tempur
    Nasional

    Dipo Alam Ungkap Perseteruan Habibie dan Benny Moerdani Soal Pesawat Tempur

    2 Februari 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Nawawi Pomolango Berjanji Tak Akan Hadiri Acara Dengan ICW
    Nasional

    Disebut ICW Era KPK Terburuk, Pimpinan KPK Janji Takkan Hadiri Forum yang Ada ICW

  • TIKTAK.ID - Maksud Terselubung Amerika Coret Indonesia dari Daftar Negara Berkembang
    InternasionalNasional

    Maksud Terselubung Amerika Coret Indonesia dari Daftar Negara Berkembang

  • Pelarangan Perayaan Natal Masih Terjadi, Demokrat ke Jokowi: Ingat Sumpahmu Pak!
    Nasional

    Pelarangan Perayaan Natal Masih Terjadi, Demokrat ke Jokowi: Ingat Sumpahmu Pak!

  • Singgung Guyonan Gus Dur Soal '3 Polisi Jujur di Indonesia', Kapolri Janji Ubah Citra Korps Bhayangkara
    Nasional

    Singgung Guyonan Gus Dur Soal ‘3 Polisi Jujur di Indonesia’, Kapolri Janji Ubah Citra Korps Bhayangkara

  • Park Hyung Sik dan Han So Hee Bintangi Drama 'Soundtrack #1'
    Selebriti

    Park Hyung Sik dan Han So Hee Bintangi Drama ‘Soundtrack #1’

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.