TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Jokowi Larang Komcad Digunakan untuk Kepentingan Selain Pertahanan

Jokowi Larang Komcad Digunakan untuk Kepentingan Selain Pertahanan

By Joni Sitohang
8 Oktober 2021
363
0
Jokowi Larang Komcad Digunakan untuk Kepentingan Selain Pertahanan

TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui melarang komponen cadangan (Komcad) digunakan untuk kepentingan selain pertahanan. Sebab, Jokowi menyebut Komcad adalah alat negara sebagai bagian pendukung yang akan menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, serta keselamatan rakyat Indonesia.

Kemudian Jokowi menyatakan bahwa Komcad dikerahkan dalam keadaan perang atau darurat militer. Dia menjelaskan, mobilisasi Komcad dilakukan oleh presiden dengan persetujuan DPR.

“Komando dan kendali Komcad berada di bawah Panglima TNI. Jadi tidak ada anggota komponen cadangan yang melakukan kegiatan mandiri. Perlu saya tegaskan, komponen cadangan tidak boleh digunakan kecuali untuk kepentingan pertahanan,” ujar Jokowi ketika melantik Komcad di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (7/10/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

Baca juga : Bikin Kader PDIP Tersinggung, Jubir Demokrat Minta Maaf Usai Sebut ‘Megawati Gulingkan Gus Dur’

Menurut Jokowi, masa aktif Komcad bukan setiap hari. Ia mengatakan Komcad hanya aktif pada masa pelatihan dan mobilisasi. Oleh sebab itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut pun mempersilakan peserta Komcad untuk melanjutkan profesi masing-masing. Meski begitu, Jokowi mengingatkan para anggota Komcad harus selalu siap siaga.

“Anggota komponen cadangan harus selalu siaga bila dipanggil negara,” terang Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi melantik sebanyak 3.103 orang anggota Komcad. Mereka sudah digembleng oleh TNI sejak 21 Juni hingga 21 September.

Baca juga : Mabes Polri Proses Dugaan Rasis Natalius Pigai

Komcad sendiri terdiri dari Rindam Jaya sebanyak 500 orang, Rindam 3 Siliwangi 500 orang, Rindam 4 Diponegoro 500 orang, Rindam 5 Brawijaya 500 orang, Rindam 12 Tanjungpura 499 orang, serta Universitas Pertahanan 604 orang.

Seperti diketahui, Komcad didirikan berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2021. Rencananya, Pemerintah bakal merekrut sebanyak 25 ribu orang ke dalam Komcad.

Akan tetapi, kebijakan tersebut sempat diprotes oleh sejumlah kalangan. Hal itu karena terdapat sejumlah aturan di UU PSDN yang memperbolehkan penggunaan Komcad untuk kepentingan nonperang.

Baca juga : Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Mendesak, PKS: Ibu Kota Saat ini Masih Layak

“Hal itu akan berpotensi menimbulkan terjadinya konflik horizontal di masyarakat,” jelas peneliti Imparsial, Husein Ahmad ketika menggugat UU PSDN ke Mahkamah Konstitusi, pada Senin (31/5/21).

TagsJokowiKomcad

Related articles More from author

  • Sebut Penanganan Pandemi Buruk, DPD RI Desak Jokowi Segera Rombak Kabinet
    Nasional

    Sebut Penanganan Pandemi Buruk, DPD RI Desak Jokowi Segera Rombak Kabinet

    29 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Tampil di ILC TV One, Menteri Jokowi Bilang Ada yang Adu Domba Pusat dan DKI
    Nasional

    Tampil di ILC TV One, Menteri Jokowi Bilang Ada yang Adu Domba Pusat dan DKI

    9 April 2020
    By Joni Sitohang
  • Antara SBY dan Jokowi, Siapa yang Lebih Sering Reshuffle Kabinet?
    Nasional

    Antara SBY dan Jokowi, Siapa yang Lebih Sering Reshuffle Kabinet?

    2 Mei 2021
    By Johan Arif
  • Rocky Gerung Tertawa Bahas Meme yang Sebut Jokowi dan Anies Baswedan Idiot
    Nasional

    Rocky Gerung Tertawa Bahas Meme yang Sebut Jokowi dan Anies Baswedan Idiot

    15 Maret 2020
    By Johan Arif
  • Pj Gubernur Teguh Setyabudi Hadirkan 6 Eks Gubernur Jakarta, Ini Kata Pengamat
    Nasional

    Pj Gubernur Teguh Setyabudi Hadirkan 6 Eks Gubernur Jakarta, Ini Kata Pengamat

    7 Januari 2025
    By Joni Sitohang
  • Dulu Keras Serang Jokowi, Kini Fahri Hamzah Bela Gibran, Ternyata ini Alasannya
    Nasional

    Dulu Keras Serang Jokowi, Kini Fahri Hamzah Bela Gibran, Ternyata ini Alasannya

    25 September 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • AS Akhirnya Ngaku Bunuh Warga Sipil Afghanistan
    Internasional

    AS Akhirnya Ngaku Bunuh Warga Sipil Afghanistan

  • Wacana Pansus Pertamina Mendadak Tiarap, Komisi XII DPR Tegaskan Percaya Penuh Kejagung
    Nasional

    Wacana Pansus Pertamina Mendadak Tiarap, Komisi XII DPR Tegaskan Percaya Penuh Kejagung

  • Tak Hanya Terlibat Atasi Pandemi Corona, Manchester United Juga Tolak Bantuan Pemerintah untuk Bayar Gaji Karyawan
    Olahraga

    Tak Hanya Terlibat Atasi Pandemi Corona, Manchester United Juga Tolak Bantuan Pemerintah untuk Bayar Gaji Karyawan

  • Obesitas Ternyata Bisa Lemahkan Daya Ingat Anak
    Tips & Tutorial

    Obesitas Ternyata Bisa Lemahkan Daya Ingat Anak

  • Barcelona Sulit Cetak Gol, Gara-Gara Lepas Luis Suarez?
    Olahraga

    Barcelona Sulit Cetak Gol, Gara-Gara Lepas Luis Suarez?

Artikel Terbaru

  • Android vs iPhone: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu? 29 September 2026
  • Cara Mengatasi Varises secara Alami dan Kapan ke Dokter 29 September 2026
  • The Classroom Ajak Ditjen Hortikultura Kementan Jajal Podcast di detikPagi 29 September 2026
  • Cara Mengatasi WiFi HP Lemot dan Tidak Stabil dengan Mudah 29 September 2026
  • KPK Diminta Usut Aliran Dana Rp2,94 M di Kasus Suap Proyek Bekasi 29 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (59)
  • Keuangan (10)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,944)
  • Olahraga (1,135)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,223)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.