TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Said Aqil: Dua atau Tiga Periode Bukan Hal Prinsip, yang Penting Pro Rakyat

Said Aqil: Dua atau Tiga Periode Bukan Hal Prinsip, yang Penting Pro Rakyat

By Joni Sitohang
8 September 2021
590
0
Said Aqil: Dua atau Tiga Periode Bukan Hal Prinsip, yang Penting Pro Rakyat

TIKTAK.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj, mengklaim bahwa dirinya menyerahkan keputusan amendemen terkait batas masa jabatan presiden kepada partai politik.

“Dua periode, tiga periode itu tidak penting. Terserah kesepakatan partai politik,” ujar Said, seperti dilansir detik.com, Senin (6/9/21).

Said mengatakan amendemen konstitusi terkait batas masa jabatan presiden merupakan urusan partai politik dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ia menyebut masa jabatan presiden dua atau tiga periode bukan hal yang prinsipil, melainkan yang terpenting dari masa jabatan itu adalah pro rakyat.

Baca juga : Eks Pentolan FPI Banten Jadi Ketum Front Persaudaraan Islam

“Bagi fiqih, Islam bukan policy. Jadi mau dua atau tiga periode, yang penting adil, jujur, amanah, dan pro rakyat, itu yang penting,” tutur Said.

Kemudian Said menyatakan sempat bertemu dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Ia mengaku dalam pertemuan tersebut, mereka berdiskusi soal amendemen. Meski begitu, ia menilai forum itu hanya bersifat pribadi, bukan agenda resmi PBNU dengan MPR.

“Informal saya ketemu dengan Pak Bamsoet, berbincang-bincang [soal amendemen] iya, ketemu Pak Airlangga berbincang-bincang. Tapi informal, jadi secara pribadi saja,” terang Said.

Baca juga : PP Bamusi Sayap PDIP Sebut Fatwa ‘Sesat’ MUI Picu Kekerasan

Menurut Said, ketika Bamsoet bertamu ke kantor PBNU, ia menunjukkan hasil keputusan musyawarah ulama nasional tahun 2013 di pondok pesantren Kempek, Cirebon. Ia menjelaskan, keputusan tersebut mengimbau agar presiden, gubernur, bupati/wali kota kembali dipilih oleh MPR, DPR, atau DPRD.

“[Keputusan ulama itu] sekadar masukan, namun tak bisa sampai bicara presiden tiga periode. Enggak sampai bicara ke situ,” tegasnya.

Lebih lanjut, Said menganggap bahwa keputusan musyawarah ulama itu bukan agenda politik, tapi hasil kajian berdasarkan kitab kuning. Ia menerangkan, dalam musyawarah tersebut para ulama sudah mempertimbangkan biaya yang tinggi (high cost) yang mesti dikeluarkan, saat para pemimpin eksekutif dipilih melalui pemilihan langsung.

Baca juga : Penyidik KPK Nonaktif Beberkan Harun Masiku Masih di Indonesia

“Melihat, menimbang, kenyataannya high cost, di samping cost duit, cost uang, cost financial, serta cost social. Risikonya pun sangat tinggi sekali, (bagi) umat Islam atau bangsa Indonesia,” imbuhnya.

TagsMPRPBNUpresiden 3 periodePresiden Tiga PeriodeSaid Aqil Siroj

Related articles More from author

  • Tolak Wacana Jokowi 3 Periode, Projo Singgung Lengsernya Soeharto
    Nasional

    Tolak Wacana Jokowi 3 Periode, Projo Singgung Lengsernya Soeharto

    15 Juni 2022
    By Joni Sitohang
  • Tanggapi Santai Candaan Ketum PBNU Soal Muhaimin Tak Menang Pilpres 2024, Kubu AMIN: Biarin Aja
    Nasional

    Tanggapi Santai Candaan Ketum PBNU Soal Muhaimin Tak Menang Pilpres 2024, Kubu AMIN: Biarin Aja

    28 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • PBNU Klaim Kisruh dengan PKB Hanya Masalah Antarsaudara dalam Keluarga
    Nasional

    PBNU Klaim Kisruh dengan PKB Hanya Masalah Antarsaudara dalam Keluarga

    11 Agustus 2024
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Jadi Muslim Peringkat ke-12 Paling Berpengaruh 2021
    Nasional

    Jokowi Jadi Muslim Peringkat ke-12 Paling Berpengaruh 2021

    15 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • Peneliti Senior LIPI Sebut Wacana Presiden 3 Periode Khianati Spirit Reformasi
    Nasional

    Peneliti Senior LIPI Sebut Wacana Presiden 3 Periode Khianati Spirit Reformasi

    14 September 2021
    By Joni Sitohang
  • NU dan Muhammadiyah Beda 1 Ramadan, Begini Respons Menag Yaqut
    Nasional

    NU dan Muhammadiyah Beda 1 Ramadan, Begini Respons Menag Yaqut

    5 April 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Pertolongan Pertama pada Serangan Stroke
    Tips & Tutorial

    Pertolongan Pertama pada Serangan Stroke

  • Kecewa Berat Jokowi Digelari 'King of Lip Service', Ngabalin: Itu Nyinyir, Bukan Kritik
    Nasional

    Kecewa Berat Jokowi Digelari ‘King of Lip Service’, Ngabalin: Itu Nyinyir, Bukan Kritik

  • Dyson Luncurkan Headphone Dilengkapi Air Purifier
    Teknologi

    Dyson Luncurkan Headphone Dilengkapi Air Purifier

  • Logitech Luncurkan Konsol G Cloud Gaming Handheld, Saingi Nintendo Switch
    Teknologi

    Logitech Luncurkan Konsol G Cloud Gaming Handheld, Saingi Nintendo Switch

  • Lakukan Kebiasaan Ini untuk Cegah Gigi Berlubang
    Tips & Tutorial

    Lakukan Kebiasaan Ini untuk Cegah Gigi Berlubang

Artikel Terbaru

  • Cara Menyimpan Kontak Baru di HP dengan Benar dan Mudah 27 Oktober 2026
  • Ahmad Doli Tak Setuju Pansel KPU Dibentuk Sekarang, Ini Alasannya 27 Oktober 2026
  • Panduan Lengkap 10 Manfaat Kayu Manis untuk Tubuh yang Sehat 27 Oktober 2026
  • Cara Merebus Sayur Agar Warna Tetap Hijau dan Nutrisi Terjaga 26 Oktober 2026
  • Profil Liliyana Natsir: Biodata, Karier, dan Prestasi 26 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (89)
  • Keuangan (22)
  • Kuliner (1,068)
  • Nasional (8,018)
  • Olahraga (1,146)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,286)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.