TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›PPKM Darurat Diperpanjang 5 Hari, Begini Kata Epidemiolog UI

PPKM Darurat Diperpanjang 5 Hari, Begini Kata Epidemiolog UI

By Joni Sitohang
22 Juli 2021
592
0
PPKM Darurat Diperpanjang 5 Hari, Begini Kata Epidemiolog UI

TIKTAK.ID – Epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, buka suara terkait keputusan Pemerintah yang memperpanjang masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sampai 25 Juli nanti. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak yakin dalam lima hari keadaan akan membaik.

“Saya tidak yakin selama lima hari itu keadaan akan membaik,” ujar Tri, seperti dilansir Republika.co.id, Selasa (20/7/21).

Tri menyebut masih ada banyak orang yang menderita Covid-19 di berbagai kota. Untuk itu, ia menilai akan ideal jika waktu PPKM Darurat diperpanjang berpekan-pekan seperti negara-negara lain.

Baca juga : Gara-gara Jaket Demokrat, Rachland Sindir Keras Moeldoko ‘Tuna Etika’

“Jika ingin menyelamatkan rakyat, maka harus melihat indikator pelayanan kesehatannya. Apakah saat ini telah membaik? Sekarang masih banyak orang yang menderita Covid-19, lalu apakah kita akan membiarkan mereka tidak mendapat pelayanan? Saya sedih,” terang Tri.

Sementara itu, epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Laura Navika Yamani menyatakan bahwa selama masa perpanjangan PPKM Darurat yang singkat ini, Pemerintah harus mempunyai target yang jelas.

“Yang terpenting yaitu bagaimana pengendalian dari penyebaran kasus terus dilakukan selama lima hari dengan pembatasan mobilitas untuk penurunan penyebaran kasus,” ungkapnya.

Baca juga : Jokowi Ungkap Penyaluran Bansos Covid Bermasalah

Laura menganggap indikator yang terpenting bukan dari penurunan kasus harian, melainkan dari positivity rate atau rasio kasus warga terpapar virus Corona di Indonesia.

Ia menjelaskan, positivity rate menggambarkan kemampuan jumlah pemeriksaan dalam menjaring dan menangkap kasus positif yang ada di masyarakat.

“Jadi kalau pemeriksaannya ditambah, namun indikator positivity rate naik, artinya jumlah pemeriksaan belum maksimal atau belum luas menjangkau di komunitas,” tutur Laura.

Baca juga : Anggap PPKM Darurat ‘Bunuh Rakyat’, Mahasiswa Pattimura Ambon Tuntut Jokowi Mundur

Ia pun berpendapat hanya dalam waktu lima hari, sangat sulit untuk menurunkan indikator positivity rate.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah menetapkan angka positivity rate yang terkendali adalah kurang dari lima persen. Sementara di Indonesia masih tinggi, yakni 30,07 persen, atau setara dengan enam kali angka yang telah ditetapkan WHO.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan memperpanjang pemberlakukan PPKM Darurat sampai 25 Juli. Menurut Jokowi, bila kasus Covid-19 terus mengalami trend penurunan selama perpanjangan PPKM Darurat, maka Pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap.

TagsCoronaCOVID-19Epidemiolog UIPPKMPPKM DaruratVirus Corona

Related articles More from author

  • Jahe Merah Asli Indonesia Ampuh Melawan Virus Corona? Simak Penjelasannya
    Tips & Tutorial

    Jahe Merah Asli Indonesia Ampuh Melawan Virus Corona? Simak Penjelasannya

    9 Februari 2020
    By Hendra Setiawan
  • Jokowi Sudah Gelontorkan Bantuan Pandemi 405 T, Sisa 330 T
    Nasional

    Jokowi Sudah Gelontorkan Bantuan Pandemi 405 T, Sisa 330 T

    29 September 2021
    By Joni Sitohang
  • PDIP Minta Anies Tidak Kompetisi Lawan Jokowi, Apa Maksudnya?
    Nasional

    PDIP Tuduh Anies Tak Tegas Terapkan PSBB karena Tak Pernah Tinjau Langsung Lapangan

    27 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • Beijing Siap Terima Penyelidikan Independen Terkait Asal-usul Virus Corona
    Internasional

    Beijing Siap Terima Penyelidikan Independen Terkait Asal-usul Virus Corona

    11 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Etika Bersin Menghindari Penyebaran Corona
    Tips & Tutorial

    Etika Batuk dan Bersin yang Benar untuk Cegah Penularan Virus Corona

    5 Maret 2020
    By Hendra Setiawan
  • Beredar Foto Moeldoko-Puan Siap Deklarasi Capres-Cawapres 2024 di Surabaya
    Nasional

    Beredar Foto Moeldoko-Puan Siap Deklarasi Capres-Cawapres 2024 di Surabaya

    22 Maret 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Prabowo Blak-blakan Soal Isi Pertemuannya dengan Menhan China di Jakarta
    Nasional

    Prabowo Blak-blakan Soal Isi Pertemuannya dengan Menhan China di Jakarta

  • Muncul Isu Duet Prabowo-Ganjar, PKB Tak Terima
    Nasional

    Hasil Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo di Puncak, Ganjar Anjlok Usai RI Batal Gelar Piala Dunia U-20

  • Basuki Tunggu Instruksi Jokowi untuk Bangun Istana Baru di IKN
    Nasional

    Basuki Tunggu Instruksi Jokowi untuk Bangun Istana Baru di IKN

  • Militer Myanmar Tembak Mati 15 Demonstran Pro-Demokrasi
    Internasional

    Militer Myanmar Tembak Mati 15 Demonstran Pro-Demokrasi

  • KSAD Andika Bongkar Kasus Korupsi Uang Pendidikan TNI AD
    Nasional

    KSAD Andika Bongkar Kasus Korupsi Uang Pendidikan TNI AD

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.