TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Sejumlah Ekonom dan Anggota DPR Tolak Rencana Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Ini Alasan Mereka

Sejumlah Ekonom dan Anggota DPR Tolak Rencana Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Ini Alasan Mereka

By Johan Arif
19 April 2021
509
0
Sejumlah Ekonom dan Anggota DPR Tolak Rencana Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Ini Alasan Mereka

TIKTAK.ID – Sebelumnya, gelombang penolakan terhadap rencana Pemerintahan Jokowi untuk memindahkan Ibu Kota sudah disampaikan oleh banyak pihak. Kali ini, penolakan yang sama juga disampaikan oleh sejumlah ekonom hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mereka ramai-ramai menolak pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Utamanya, mereka menilai pindah Ibu Kota belum terlalu penting dibandingkan penanganan pandemi virus Corona atau Covid-19 hingga besarnya beban utang negara ke depan.

Ekonom Narasi Institute, Fadhli Hasan menilai pemindahan IKN tidak perlu dilakukan mulai tahun ini karena penanganan pandemi belum selesai. Saat ini, masalah pandemi seharusnya menjadi prioritas karena dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat, seperti pengurangan pendapatan, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), hingga jurang ketimpangan yang semakin dalam di tengah masyarakat.

“Pemerintah sebaiknya menunda rencana pemindahan Ibu Kota Negara sampai penanganan Covid-19 selesai. Sosialisasinya juga masih rendah saat ini,” ungkap Fadhli dalam diskusi yang diselenggarakan lembaganya, Jumat (16/4/21).

Selain pertimbangan lebih pentingnya penanganan dampak pandemi ketimbang pindah Ibu Kota, Fadhli juga menilai Pemerintah sama sekali tak punya dasar hukum yang jelas dan sah berlaku untuk itu. Buktinya, hingga saat ini Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait hal tersebut masih dibahas dengan DPR.

Fadhli menyayangkan Pemerintah yang justru sangat terkesan tetap mengikuti ego sendiri untuk meneruskan rencana pemindahan Ibu Kota Negara. Hal ini tercermin dari aksi peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan calon Ibu Kota baru tersebut.

“Artinya, peletakan batu pertama pembangunan Ibu Kota ini dilakukan tanpa ada payung hukumnya. Bagaimana jika DPR tidak menyetujui pemindahan Ibu Kota tersebut?” ucapnya.

Hal lain yang disoroti Fadhli adalah alasan pemindahan karena Jakarta sudah terlalu “keberatan beban” dalam memegang peran sebagai Ibu Kota Negara, pusat bisnis, hingga pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Belum lagi berbagai masalah sosial, budaya, dan lingkungan di dalamnya.

“Alasan over capacity Jakarta terkesan Pemerintah ingin menghindari upaya mengatasi persoalan yang dihadapi Jakarta, dan jika pindah pun belum tentu persoalan Jakarta akan terselesaikan,” ujarnya.

Di sisi lain, menurutnya, kalau pun Pemerintah ingin melakukan pemerataan ekonomi dan pembangunan di daerah luar Jakarta dan luar Jawa, sebenarnya tujuan ini tetap bisa dilakukan tanpa harus memindahkan Ibu Kota. Misalnya, dengan memberikan dana transfer ke daerah yang lebih besar dan lainnya.

Tak ketinggalan, ada pula kekhawatirannya terhadap peningkatan beban utang ke depan lantaran pemindahan Ibu Kota Negara tetap membutuhkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, beban utang Indonesia saat ini sudah cukup besar dan terus meningkat.

“Diperkirakan (utang Indonesia) akan berjumlah 10 ribu Triliun pada 2024, ini sudah cukup membebani perekonomian. Di kala sumber daya terbatas dan negara dihadapkan pada penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi, membangun Ibu Kota baru sungguh bukan prioritas yang tepat dan langkah yang benar. Legacy yang ingin ditorehkan Jokowi akan berakhir sebagai misery (penderitaan) bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ekonom sekaligus mantan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup era Soeharto, Emil Salim menilai pemindahan Ibu Kota Negara sejatinya tidak serta merta akan memberi hasil pemerataan dan penurunan ketimpangan ekonomi di Tanah Air. Pasalnya, pembangunan Ibu Kota baru ibarat mulai lagi dari nol.

“Membangun Ibu Kota Negara di tengah pulau, belum ada jaminan meratakan pembangunan. Jadi perlu realistis,” tutur Emil …

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Tagsanggota DPREkonomEkonom Narasi InstituteFadhli HasanIbu Kota BaruJokowiPemindahan ibu kota

Related articles More from author

  • Gibran Tegaskan Tak Ada yang Namanya Perubahan atau Arah Baru, yang Ada Keberlanjutan dan Penyempurnaan
    Nasional

    Gibran Tegaskan Tak Ada yang Namanya Perubahan atau Arah Baru, yang Ada Keberlanjutan dan Penyempurnaan

    13 November 2023
    By Joni Sitohang
  • Presiden Jokowi Tinjau Pemberian Vaksin untuk Ulama dan Tokoh Lintas Agama di Masjid Agung Jawa Tengah
    Nasional

    Presiden Jokowi Tinjau Pemberian Vaksin untuk Ulama dan Tokoh Lintas Agama di Masjid Agung Jawa Tengah

    11 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • Tim Reformasi Polri Dapat Usul Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Diselesaikan Lewat Mediasi
    Nasional

    Tim Reformasi Polri Dapat Usul Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Diselesaikan Lewat Mediasi

    24 November 2025
    By Johan Arif
  • TIKTAK.ID - Catat, Berikut ini Menteri Jokowi yang Positif dan Negatif Corona
    Nasional

    Catat, Berikut ini Menteri Jokowi yang Positif dan Negatif Corona

    18 Maret 2020
    By Rusli Qomar
  • Din Syamsuddin: Jokowi Pernah Minta Bantuan Muhammadiyah untuk Hadapi Mafia di Berbagai Sektor
    Nasional

    Din Syamsuddin: Jokowi Pernah Minta Bantuan Muhammadiyah untuk Hadapi Mafia di Berbagai Sektor

    15 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • Nasional

    Momen Saat Jokowi Cangkul Liang Kubur, Antar Kepergian Ibundanya ke Peristirahatan Terakhir

    28 Maret 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Oppo Segera Umumkan 3 Produk Barunya Sekaligus di Indonesia, Apa Saja?
    Teknologi

    Oppo Segera Umumkan 3 Produk Barunya Sekaligus di Indonesia, Apa Saja?

  • Imbas Ajak Jatuhkan Prabowo, Saiful Mujani Dipolisikan
    Nasional

    Imbas Ajak Jatuhkan Prabowo, Saiful Mujani Dipolisikan

  • Pengamat Soroti Alasan Jokowi Nekat Damaikan Rusia-Ukraina Saat Perang Berlangsung
    Nasional

    Pengamat Soroti Alasan Jokowi Nekat Damaikan Rusia-Ukraina Saat Perang Berlangsung

  • Ngabalin Sial, Ngaku Kena Covid-19 Malah Tuai Komen Negatif dari Warganet
    Nasional

    Ngabalin Sial, Ngaku Kena Covid-19 Malah Tuai Komen Negatif dari Warganet

  • Densus 88 Ringkus 2 Terduga Teroris di NTB
    Nasional

    Densus 88 Ringkus 2 Terduga Teroris di NTB

Artikel Terbaru

  • Pemerintah Kaji Upaya Atasi Over Capacity Lapas Napi Narkoba 30 September 2026
  • Cara Menggunakan Password Manager di HP agar Akun Tetap Aman 30 September 2026
  • Cara Menjaga Postur Tubuh agar Tidak Mudah Bungkuk 30 September 2026
  • Cara Menggunakan WhatsApp Web di Laptop dengan Mudah 2026 30 September 2026
  • HP vivo Y29 Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Kelebihannya 29 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (60)
  • Keuangan (10)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,946)
  • Olahraga (1,135)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,226)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.