TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Prabowo-Sandi Gabung Jokowi, Pengamat Sebut Begini Soal ‘Cebong-Kampret’

Prabowo-Sandi Gabung Jokowi, Pengamat Sebut Begini Soal ‘Cebong-Kampret’

By Joni Sitohang
25 Desember 2020
637
0
Prabowo-Sandi Gabung Jokowi, Pengamat Sebut Begini Soal 'Cebong-Kampret'

TIKTAK.ID – Polarisasi atau pembagian dua kelompok masyarakat yang berlawanan disebut tetap menguat meski Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.

Prabowo-Sandiaga sendiri adalah lawan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 lalu. Pertarungan sengit keduanya pun berujung terbelahnya masyarakat Indonesia, hingga muncul istilah “cebong-kampret”. Cebong istilah untuk pendukung Jokowi, dan kampret disematkan kepada fans Prabowo.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo mengklaim polarisasi di tengah masyarakat tak akan hilang, bahkan ketika Prabowo dan Sandiaga sudah masuk dalam barisan Jokowi.

Baca juga : 6 Fakta Terkait Sandiaga Uno yang Resmi Jadi Menteri Jokowi

“Polarisasi politik di Indonesia bukan berdasarkan partai atau tokoh. Meski tokohnya melebur, tapi polarisasi tetap ada,” ujar Kunto, seperti dilansir CNNIndonesia, Rabu (23/12/20).

Menurut Kunto, istilah “cebong-kampret” pada Pilpres 2019 tetap eksis hingga hari ini. Namun istilah itu kini berubah menjadi “kadrun-togog”.

Kunto menilai kondisi tersebut membuktikan polarisasi akan tetap ada. Ia mengatakan pendukung Prabowo akan mencari sosok baru untuk disokong lantaran mantan Danjen Kopassus itu sudah masuk gerbong Jokowi.

Baca juga : Resmi Ditetapkan Tersangka Kerumunan Megamendung, Habib Rizieq: Tak Masalah, Tapi…

Kunto menyebut tokoh baru yang didukung akan muncul mewakili identitas mereka. Identitas itu pun beragam dan tak melulu soal agama, etnis, dan suku.

Kemudian Kunto menyatakan polarisasi yang terjadi di Tanah Air cenderung muncul dengan wujud polarisasi afektif.

Ia melanjutkan, kondisi ini lantas melahirkan kecenderungan pihak yang merasa paling benar, sedangkan yang berada di sisi lain dinilai salah.

Baca juga : Kapolri Terbitkan Maklumat Kepatuhan Prokes Saat Libur Natal dan Tahun Baru

“Polarisasi di Indonesia adalah polarisasi afektif yang berdasarkan perasaan, jadi lebih emosional. Karena sudah terpolarisasi secara kelompok, maka identitas kelompok yang sudah dimunculkan akhirnya memproduksi terus menerus,” tutur Kunto.

Kunto menjelaskan, polarisasi afektif ini berbahaya jika terus terjadi di tengah masyarakat. Sebab, kata Kunto, polarisasi afektif dapat membuat bangsa gagal dalam mengidentifikasi isu kebangsaan yang lebih penting. Ia beranggapan perhatian publik akan cenderung mengerucut pada isu-isu yang hanya relevan dengan identitas mereka masing-masing.

“Jadi hal ini akhirnya memuncak, sehingga orang akhirnya punya identitas kelompok baru,” ucap Kunto.

TagsJokowiPilpres 2019PrabowoSandiaga Uno

Related articles More from author

  • Optimis Corona Teratasi, Anies: Warga Jakarta adalah Orang-Orang Tangguh
    Nasional

    Bersama Jokowi Kompak Siapkan ‘The New Normal’, Anies: Yang Tentukan PSBB Diperpanjang Bukan Pemerintah

    27 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • Indonesia Indicator Nobatkan Jokowi Tokoh Terpegah dan Tervokal Sekaligus Politisi Paling Berpengaruh di Medsos
    Nasional

    Indonesia Indicator Nobatkan Jokowi Tokoh Terpegah dan Tervokal Sekaligus Politisi Paling Berpengaruh di Medsos

    5 Januari 2024
    By Joni Sitohang
  • Resmi Gabung PPP, Sandiaga Ngaku Curhat ke Jokowi Sebelum Pindah Partai
    Nasional

    Resmi Gabung PPP, Sandiaga Ngaku Curhat ke Jokowi Sebelum Pindah Partai

    16 Juni 2023
    By Joni Sitohang
  • Relawan Mercy Perubahan Membelot Dukung AMIN, Demokrat: Tak Perlu Ditanggapi
    Nasional

    Relawan Mercy Perubahan Membelot Dukung AMIN, Demokrat: Tak Perlu Ditanggapi

    10 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • Pengamat Ungkap Alasan Pemilih Jokowi Beralih ke Prabowo
    Nasional

    Pengamat Ungkap Alasan Pemilih Jokowi Beralih ke Prabowo

    16 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Isu Reshuffle Kabinet, Istana: Kapan dan Siapa, yang Tahu Cuma Presiden
    Nasional

    Isu Reshuffle Kabinet, Istana: Kapan dan Siapa, yang Tahu Cuma Presiden

    14 Februari 2025
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Mengenal Kishore Mahbubani, Profesor Singapura yang Puji Jokowi Jenius
    Nasional

    Mengenal Kishore Mahbubani, Profesor Singapura yang Puji Jokowi Jenius

  • Dianggap Lamban Tangani Virus Corona, PM Inggris Dikecam dan 'Diseret' ke Hadapan Parlemen
    Internasional

    Dianggap Lamban Tangani Virus Corona, PM Inggris Dikecam dan ‘Diseret’ ke Hadapan Parlemen

  • Jika Jadi Presiden, Ganjar Siap Koreksi Program Jokowi yang Kurang Pas, Apa Saja?
    Nasional

    Jika Jadi Presiden, Ganjar Siap Koreksi Program Jokowi yang Kurang Pas, Apa Saja?

  • Tidur Tengkurap Mampu Redakan Ngorok? Ini Kata Dokter
    Tips & Tutorial

    Tidur Tengkurap Mampu Redakan Ngorok? Ini Kata Dokter

  • Soal Penanganan Corona, Sandiaga: Saya Siap Ikuti Apapun Keputusan Presiden Jokowi
    Nasional

    Soal Penanganan Corona, Sandiaga: Saya Siap Ikuti Apapun Keputusan Presiden Jokowi

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.