TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Benarkah Gara-gara Prabowo Koalisi dengan Jokowi, Gerindra Tuai Hasil Buruk di Pilkada 2020?

Benarkah Gara-gara Prabowo Koalisi dengan Jokowi, Gerindra Tuai Hasil Buruk di Pilkada 2020?

By Joni Sitohang
12 Desember 2020
629
0
Benarkah Gara-gara Prabowo Koalisi dengan Jokowi, Gerindra Tuai Hasil Buruk di Pilkada 2020?

TIKTAK.ID – Pada pemilihan kepala daerah tahun ini, partai Gerindra tampaknya menuai hasil buruk. Sebab, hanya Gerindra yang masih belum merilis hasil resmi raihan kemenangan dalam Pilkada 2020 ini. Meski begitu, berdasarkan gambaran hasil quick count (hitung cepat), jagoan Gerindra banyak keok.

Pada pemilihan gubernur (Pilgub) Sumbar, pasangan Nasrul Abit-Indra Catri tertinggal dari jagoan PKS Mahyeldi-Audy. Di Tangerang Selatan, keponakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati, yang menjadi wakil calon wakil wali kota juga keok.

Kemudian di Kalimantan Selatan, Denny-Difriadi masih sengit dengan Sahbirin Noor-Muhidin. Di wilayah ini, Gerindra memang mempunyai kursi kedua terbanyak di DPRD setelah Golkar, dengan raihan 8 kursi. Sementara di Pilwalkot Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman juga kalah dari jagoan PDIP, Eri Cahyadi-Armuji.

Baca juga : Polri Siap Tindak Tegas Penyebar Hoaks Tewasnya Laskar FPI di Tol Cikampek

Merespons hal ini, pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengatakan kekalahan Gerindra di banyak daerah adalah bagian dari dinamika elektoral di daerah. Pasalnya, ia menyebut di daerah yang menjadi basisnya, Gerindra juga takluk.

Selain itu, Adi menyatakan ada efek dari perpindahan haluan politik Gerindra yang setelah Pilpres mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Namun yang paling mungkin, agak sedikit pasti sejak Gerindra berkoalisi dengan Pemerintah. Hal itu menjadi pukulan bagi pemilih tradisional dan pemilih-pemilih yang baru mengidentifikasi ke Gerindra,” ujar Adi, seperti dilansir Kumparan.com, Jumat (11/12/20).

Baca juga : Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka dengan Ancaman Hukuman Enam Tahun Bui

Adi melanjutkan, banyak pemilih yang dulu mengidolakan Gerindra dan Prabowo, kini berubah karena kecewa. Menurutya, Gerindra dan Prabowo dianggap gagal sebagai simbol yang bisa diharapkan menjadi penyeimbang, serta aktor utama yang memberikan perimbangan kepada Pemerintah.

“Oleh sebab itu, usai memutuskan berkoalisi terus terang, maka itu membuat simpatisan dan loyalisnya katakanlah ilfeel. Dari situ, secara tidak langsung publik mulai berpaling dari Gerindra, karena suka tidak suka keputusan itu kan membuat orang kaget juga,” ucap Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) ini.

Adi menjelaskan, faktor lainnya yakni Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo juga ikut memengaruhi raihan Gerindra di Pilkada 2020. Apalagi, kata Adi, momentum penangkapan Edhy menjelang pencoblosan.

TagsDPRDEdhy PrabowoGerindraGolkarJokowiMaruf AminMenteri KKPPDIPPilkada 2020PKSPrabowoRahayu Saraswati

Related articles More from author

  • PDIP Bantah Terlibat Rencana PSI Interpelasi Anies Baswedan
    Nasional

    PDIP Bantah Terlibat Rencana PSI Interpelasi Anies Baswedan

    15 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Bersiap Tinggalkan Megawati dan Bentuk Partai Sendiri? Begini Analisa Vulgar Rocky Gerung
    Nasional

    Jokowi Bersiap Tinggalkan Megawati dan Bentuk Partai Sendiri? Begini Analisa Vulgar Rocky Gerung

    26 Januari 2020
    By Johan Arif
  • PKS Sebut Pemerintah Tak Siap Pindah ke Ibu Kota Baru, Kok Bisa?
    Nasional

    PKS Sebut Pemerintah Tak Siap Pindah ke Ibu Kota Baru, Kok Bisa?

    21 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • Rupiah Terlalu Kuat, Jokowi Malah Wanti-Wanti BI Hati-Hati. Kenapa?
    Nasional

    Rupiah Terlalu Kuat, Jokowi Malah Wanti-Wanti BI Hati-Hati. Kenapa?

    17 Januari 2020
    By Johan Arif
  • Survei SSC: Prabowo dan Ganjar Bersaing Ketat di Jatim
    Nasional

    Survei SSC: Prabowo dan Ganjar Bersaing Ketat di Jatim

    1 September 2022
    By Joni Sitohang
  • Akbar Tanjung Yakin Golkar Menang dan Airlangga Jadi Presiden di 2024
    Nasional

    Akbar Tanjung Yakin Golkar Menang dan Airlangga Jadi Presiden di 2024

    18 Oktober 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Mengerikan, Begini Prediksi Anies Soal Peningkatan Kasus Corona di DKI Hingga November
    Nasional

    Mengerikan, Begini Prediksi Anies Soal Peningkatan Kasus Corona di DKI Hingga November

  • Kaesang Tanggapi Usulan Gibran Segera Temui Puan
    Nasional

    Kaesang Tanggapi Usulan Gibran Segera Temui Puan

  • Spekulasi Anyar Duet Puan Maharani-Andika Perkasa untuk Pilpres 2024, Bagaimana Peluangnya?
    Nasional

    Soal Opsi Duet Andika Perkasa-Puan, Bagaimana Peluangnya di Pilpres 2024?

  • Trump Janjikan Vaksin Corona Tersedia Saat Pilpres AS
    Internasional

    Trump Janjikan Vaksin Corona Tersedia Saat Pilpres AS

  • Tony Blair Salahkan AS Atas Penarikan Pasukannya dari Afghanistan
    Internasional

    Tony Blair Salahkan AS Atas Penarikan Pasukannya dari Afghanistan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.