TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Terus Bertambah, Korban Serangan Teror ke Kampus di Kabul Jadi 35 Orang

Terus Bertambah, Korban Serangan Teror ke Kampus di Kabul Jadi 35 Orang

By Bagas F Sinaga
5 November 2020
480
0
Terus Bertambah, Korban Serangan Teror ke Kampus di Kabul Jadi 35 Orang

TIKTAK.ID – Korban tewas akibat serangan ke sebuah Universitas di Kabul terus bertambah menjadi sedikitnya 35 orang tewas, kata dua sumber Pemerintah, Selasa (3/11/20), ketika para mahasiswa melancarkan protes atas serangan itu dan menandai hari berkabung.

Dikutip dari kantor Berita Reuters, sekelompok orang bersenjata menerobos masuk ke universitas pada Senin kemarin, dalam serangan kedua terhadap sebuah universitas di Ibu Kota Afghanistan hanya dalam waktu sepekan. Kedua serangan itu diklaim oleh ISIS.

ISIS juga mengklaim serangan sebelumnya, yang menewaskan 24 orang di daerah Dashte Barchi di Kabul.

Dalam sebuah pesan di aplikasi perpesanan Telegram, sebuah akun yang mengaku milik ISIS mengatakan mereka telah “membunuh dan melukai 80 hakim, penyelidik, dan personel keamanan Afghanistan” yang tengah berkumpul untuk sebuah acara di Fakultas Hukum.

Kedua sumber tersebut mengatakan bahwa sebagian besar dari korban yang tewas adalah pelajar dan sekitar 50 orang lainnya terluka, beberapa dari mereka mengalami patah anggota badan saat melompat dari jendela untuk menyelamatkan diri dari serangan pagi itu.

Secara resmi jumlah korban tewas mencapai 22 dengan 27 lainnya luka-luka, menurut Kementerian Dalam Negeri.

Negara itu mengumumkan hari berkabung pada Selasa ini, dengan banyak bendera dikibarkan setengah tiang.

Selasa ini, sekitar 100 mahasiswa berkumpul di luar universitas untuk memprotes bahwa pembicaraan damai dengan kelompok Taliban di Doha ternyata tidak mengarah pada pengurangan kekerasan.

“Meskipun kami melihat serangan semacam ini setiap hari, masih ada pembicaraan damai dengan mereka, yang benar-benar mengerikan,” kata seorang mahasiswa yang memprotes, Zaryab Paryani.

Taliban sendiri membantah terlibat dalam serangan itu, termasuk ledakan bulan lalu -juga diklaim oleh ISIS- yang menewaskan puluhan siswa di sebuah pusat bimbingan.

Tetapi beberapa pejabat Pemerintah Afghanistan, termasuk Wakil Presiden Pertama Amrullah Saleh, menuding Taliban terlibat.

Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid di Twitter menuduh Pemerintah “menganggap publik sebagai orang bodoh”.

Negosiator dari Pemerintah Afghanistan dan Taliban mengadakan pembicaraan di Doha dengan tujuan menengahi kesepakatan damai saat Amerika Serikat menarik pasukannya dari Afghanistan.

TagsBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahKabulKampusKonflik Afghanistanserangan terorTaliban

Related articles More from author

  • Kebakaran Tanker di Sierra Leone Tewaskan Hampir 100 Orang
    Internasional

    Kebakaran Tanker di Sierra Leone Tewaskan Hampir 100 Orang

    10 November 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan, Ketegangan dengan China Makin Memuncak
    Internasional

    Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan, Ketegangan dengan China Makin Memuncak

    12 Maret 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Kunjungan Delegasi Israel Tandai Hubungan Makin Mesra Rezim Zionis dengan Bahrain
    Internasional

    Kunjungan Delegasi Israel Tandai Hubungan Makin Mesra Rezim Zionis dengan Bahrain

    19 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Langgar Gencatan Senjata tapi Berdalih Respons Serangan Balon Api, Israel Kembali Gempur Gaza
    Internasional

    Langgar Gencatan Senjata tapi Berdalih Respons Serangan Balon Api, Israel Kembali Gempur Gaza

    19 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Wall Street Terjun Bebas Akibat Corona, Harta Jeff Bezos Ambyar Rp 100 T Perhari, Kebayang Gimana Rasanya?
    Internasional

    Wall Street Terjun Bebas Akibat Corona, Harta Jeff Bezos Ambyar Rp 100 T Perhari, Kebayang Gimana Rasanya?

    11 Maret 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Serangan Militer Myanmar Membuat 100 Ribu Warga Sipil Melarikan Diri
    Internasional

    Serangan Militer Myanmar Membuat 100 Ribu Warga Sipil Melarikan Diri

    9 Juni 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ini Penyebab Batuk setelah Minum Es
    Tips & Tutorial

    Ini Penyebab Batuk setelah Minum Es

  • Tak Inginkan Jabatan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo Minta Ketua DPR Robek Surat Penunjukan dari Jokowi
    Nasional

    Tak Inginkan Jabatan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo Minta Ketua DPR Robek Surat Penunjukan dari Jokowi

  • Waspadai Microsleep Saat Berkendara
    Tips & Tutorial

    Waspadai Microsleep Saat Berkendara

  • Park Eun Bin Ungkap Kesulitan Eksekusi Dialog Soal Paus di ‘Extraordinary Attorney Woo'
    Selebriti

    Park Eun Bin Ungkap Kesulitan Eksekusi Dialog Soal Paus di ‘Extraordinary Attorney Woo’

  • Kenali Vaksin HPV yang Diwajibkan Pemerintah untuk Cegah Kanker Serviks
    Tips & Tutorial

    Kenali Vaksin HPV yang Diwajibkan Pemerintah untuk Cegah Kanker Serviks

Artikel Terbaru

  • Gusi Bengkak dan Berdarah: Cara Merawat dan Kapan ke Dokter 30 Oktober 2026
  • Cara Membuat Catatan di HP Menggunakan Google Keep 30 Oktober 2026
  • Tablet Redmi Pad 2 9.7: Harga Resmi dan Kelebihannya 29 Oktober 2026
  • Tom Lembong di Acara PDIP Prediksi Krisis 6-12 Bulan Ke Depan, Ini Penjelasannya 29 Oktober 2026
  • Powerbank 10000 vs 20000: Mana yang Lebih Cocok untuk Harian? 29 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (93)
  • Keuangan (23)
  • Kuliner (1,069)
  • Nasional (8,025)
  • Olahraga (1,147)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,295)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.