TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan, Ketegangan dengan China Makin Memuncak

Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan, Ketegangan dengan China Makin Memuncak

By Bagas F Sinaga
12 Maret 2021
641
0
Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan, Ketegangan dengan China Makin Memuncak

TIKTAK.ID – Ketegangan antara AS dan China terkait Taiwan terus memuncak. Bahkan, ketegangan itu terus meningkat tak lama setelah pelantikan Joe Biden pada Januari, saat kedua negara mengerahkan kekuatan Angkatan Laut dan Udara ke wilayah sekitar Taiwan untuk unjuk kekuatan.

USS John Finn, kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke milik Amerika, berlayar melalui Selat Taiwan pada Rabu (10/3/21), menurut laporan Armada ke-7 Angkatan Laut AS, seperti yang dilaporkan Sputniknews.

Kantor urusan publik Armada ke-7 menggambarkan pengerahan tersebut sebagai “transit rutin” yang dilakukan “sesuai dengan hukum internasional”, dan menyebutnya sebagai demonstrasi “komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka”.

Armada ke-7 juga berjanji bahwa militer AS akan “terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional”.

Dalam perkembangan terkait, Angkatan Laut melaporkan pada Kamis (11/3/21) bahwa USS Curtis Wilbur, kapal perusak kelas Arleigh Burke lainnya, telah melintasi Laut China Timur menuju Pasifik barat.

Kapal perang kelas Arleigh Burke dipersenjatai dengan berbagai senjata, termasuk rudal anti-kapal Harpoon, torpedo perang anti-kapal selam, dan sistem peluncuran vertikal 90-sel yang dapat membawa rudal serangan darat Tomahawk, rudal permukaan-ke-udara RIM-66M dan rudal anti-balistik.

Pelayaran pada Rabu kemarin oleh kapal USS John Finn adalah pengerahan ketiga dari jenisnya sejak pelantikan Biden pada 20 Januari, dan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing di pulau itu.

Pada Selasa sebelumnya, Kepala Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana Philip Davidson mengatakan kepada anggota parlemen Washington bahwa China mungkin berencana untuk mencaplok Taiwan dalam “enam tahun ke depan”, dan memperingatkan bahwa dugaan meningkatnya ketegasan militer China di Asia berisiko menciptakan situasi yang “tidak menguntungkan” bagi AS dari sudut pandang keamanan.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian menolak klaim Davidson pada akhir pekan ini, dan menuduh “beberapa orang AS” menggunakan “masalah Taiwan untuk meningkatkan ancaman militer terhadap China” sebagai alasan untuk meningkatkan pengeluaran anggaran militer Amerika sendiri dengan campur tangan di luar negeri.

Ketegangan antara Washington dan Beijing atas persoalan Taiwan melonjak pada hari Biden dilantik, dengan hadirnya perwakilan dari pulau itu pada upacara pelantikan untuk pertama kalinya sejak AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik China (ROC) pada 1979, sesuai dengan kepatuhannya pada kebijakan “Satu China”.

Washington terus mempertahankan hubungan diplomatik, ekonomi dan pertahanan informal dengan Taiwan.

Pada pengarahan Rabu kemarin, Zhao mendesak AS untuk “memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan menghentikan penjualan senjata,” serta menahan diri untuk tidak mengirimkan “sinyal palsu kepada pasukan kemerdekaan pro-Taiwan agar tidak merusak hubungan China-AS”.

Seminggu sebelumnya, Davidson mendesak Pemerintahan Biden untuk mempertahankan penjualan senjata, menyebut senjata AS “sangat penting” di tengah dugaan penumpukan militer regional dari pesawat tempur, pembom, dan kapal perang.

Pada awal Maret, Menteri Luar Negeri Wang Yi mendesak Biden untuk “sepenuhnya memahami sensitivitas tinggi dari masalah Taiwan” dan untuk meninggalkan “praktik berbahaya melewati batas dan bermain api”.

Hubungan China-AS jatuh ke posisi terendah yang belum pernah terjadi sejak tahun tujuh puluhan di bawah Donald Trump, dengan presiden Republik melancarkan perang dagang melawan Beijing atas dugaan praktik ekonomi yang “tidak adil”. Kemudian menuduh Republik Rakyat China membiarkan pandemi virus Corona menyebar ke seluruh dunia.

Alih-alih berusaha untuk mengurangi ketegangan, Pemerintahan Biden telah berjanji untuk sama kerasnya dengan Trump soal China. Ia menuduh Beijing berpetualang di Indo-Pasifik, melakukan pelanggaran hak asasi manusia di dalam negeri, dan sejalan dengan Trump dalam klaim “praktik perdagangan yang tidak adil”. Pejabat China telah membantah klaim tersebut dan meminta Washington untuk tidak ikut campur urusan dalam negeri China.

Bersamaan dengan aktivitas militer AS, Taiwan telah melaporkan peningkatan penerbangan militer China di zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) dalam beberapa bulan terakhir, dengan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat dilaporkan mengerahkan puluhan pembom, pesawat tempur, pengintai, dan pesawat perang ke wilayah itu dalam beberapa minggu terakhir.

China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang bandel dan berharap untuk melihat pulau itu bersatu dengan RRC di masa depan. Pulau ini telah lama diperintah oleh penerus pasukan nasionalis Tiongkok yang melarikan diri ke Taiwan setelah berakhirnya Perang Saudara Tiongkok pada tahun 1949.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniChinaKapal Perang ASKonflik AS-ChinaSelat Taiwan

Related articles More from author

  • TIKTAK.ID - Mendukung agresi Arab Saudi atas rakyat Yaman dan membela muslim Uighur, satu lagi dari ironi Donald Trump!
    Internasional

    Mendukung Agresi Arab Saudi ke Yaman dan Membela Muslim Uighur, Satu Lagi Ironi dari Donald Trump!

    28 Desember 2019
    By Bagas F Sinaga
  • Dianggap Hina Presiden, Pria Prancis Didenda 167 Juta
    Internasional

    Dianggap Hina Presiden, Pria Prancis Didenda 167 Juta

    18 September 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Seorang Tentara Myanmar Nekad Membelot dan Mendukung Demonstran Anti Kudeta
    Internasional

    Seorang Tentara Myanmar Nekad Membelot dan Mendukung Demonstran Anti Kudeta

    17 Maret 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Tok! Senat AS Resmi Lanjutkan Pemakzulan Trump
    Internasional

    Tok! Senat AS Resmi Lanjutkan Pemakzulan Trump

    12 Februari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Iran Kembali Ajukan Penangkapan Trump ke Interpol
    Internasional

    Iran Kembali Ajukan Penangkapan Trump ke Interpol

    7 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Pangeran William Sengaja 'Tutup Mulut' Saat Terinfeksi Covid-19
    Internasional

    Pangeran William Sengaja ‘Tutup Mulut’ Saat Terinfeksi Covid-19

    4 November 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Duta Besar Amerika untuk China Mengundurkan Diri
    Internasional

    Duta Besar Amerika untuk China Mengundurkan Diri

  • Divonis 6 Tahun Bui Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Bambang Tri Mulyono Siap Banding
    Nasional

    Divonis 6 Tahun Bui Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Bambang Tri Mulyono Siap Banding

  • TIKTAK.ID - Gibran Rakabuming Raka bersama Didit Hediprasetyo mengapit Jokowi dan Maruf Amin
    NasionalSelebriti

    Mungkinkah Gibran Putra Jokowi Duet dengan Didit Putra Prabowo?

  • Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, Fadli Zon: Apa Sih Hebatnya Ahok?
    Nasional

    Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, Fadli Zon: Apa Sih Hebatnya Ahok?

  • Curhat Megawati Soal Jokowi dan Dirinya yang Kerap Dituduh Anggota PKI
    Nasional

    Curhat Megawati Soal Jokowi dan Dirinya yang Kerap Dituduh Anggota PKI

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.