
TIKTAK.ID – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Fadel Muhammad berharap pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan laporan kinerja lembaga negara dalam Sidang Tahunan MPR memberi harapan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).
Fadel mengatakan pidato presiden harus menyampaikan sesuatu yang memberi harapan kepada rakyat.
Baca juga: Novel Baswedan: Presiden Jokowi Berkontribusi Langsung terhadap Pelemahan KPK, Ironi!
“Pidato Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR jangan hanya biasa-biasa saja, melainkan harus membawa harapan bagi masyarakat yang sedang sulit karena pandemi Covid-19,” ujar Fadel Muhammad dalam Media Expert Meeting dengan tema “Sidang Tahunan MPR: Konvensi Ketatanegaraan dalam Rangka Laporan Kinerja Lembaga Negara” di Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/8/20), seperti dilansir Tempo.co.
Menurut Fadel, saat ini Pemerintah Indonesia tengah menghadapi masalah pandemi Covid-19 yang belum mereda bahkan jumlah kasus positif bertambah banyak, di sisi lain ekonomi lesu. Ia menilai persoalannya adalah bagaimana kita menangani masalah itu.
Baca juga: Jokowi Sebut Ada Hikmah di Tengah Wabah Corona, Apa Saja?
“Pihak MPR berpendapat bahwa Pemerintah harus berani mengambil langkah-langkah terobosan, dan tidak boleh menunggu. Saat ini kita menunggu, dana di bank tidak tersalurkan, usaha kecil tidak bergerak, dan tidak ada kebijakan khusus untuk kredit tanpa agunan,” ucap Fadel.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










