TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›6 Menterinya Dapat Rapor Merah, BEM UI Desak Jokowi Segera Evaluasi

6 Menterinya Dapat Rapor Merah, BEM UI Desak Jokowi Segera Evaluasi

By Joni Sitohang
24 Oktober 2021
726
0
6 Menterinya Dapat Rapor Merah, BEM UI Desak Jokowi Segera Evaluasi

TIKTAK.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) diketahui telah memberi rapor merah kepada enam menteri dalam Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seperti dilansir CNN Indonesia, BEM UI menyoroti enam sektor, yaitu pemberantasan korupsi, kebebasan berekspresi dan berpendapat, perlindungan lingkungan hidup, HAM, pendidikan, serta penanganan pandemi Covid-19. Mereka pun mendesak Jokowi agar melakukan evaluasi terhadap menteri terkait.

Luhut Binsar Panjaitan
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) termasuk dalam daftar enam menteri yang memiliki rapor merah. BEM UI memberi Luhut nilai D (remedial), lantaran sudah gagal dalam mengoordinasikan kementerian di bawahnya.

Baca juga : PDIP Bandingkan Jokowi dengan Pemimpin Sebelumnya, Sindir Keras SBY?

Luhut dianggap gagal mengoordinasikan kementerian di bawahnya dalam aspek pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup. BEM UI terutama mengkritik langkah Pemerintah membuat Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja dan merevisi UU tentang Mineral dan Batubara. Mereka menyebut dua undang-undang itu bertolak belakang dengan janji Jokowi-Ma’ruf mewujudkan prinsip hijau dan keberlanjutan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memperoleh nilai D karena belum optimal menanggulangi pandemi Covid-19, khususnya saat terjadi lonjakan kasus. BEM UI pun meminta Budi memperbaiki kinerjanya, guna menghadapi potensi gelombang ketiga lonjakan kasus Covid-19 di akhir tahun mendatang.

Mahfud MD
BEM UI memberi nilai E (dropout) kepada Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, karena telah gagal memberikan jaminan dan perlindungan hukum atas kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Baca juga : Singgung Habib Rizieq, Mujahid 212 Sarankan Prabowo Usung Anies Baswedan-Fadli Zon Saja

Mereka menyoroti kasus penghapusan mural berisi kritik kepada Pemerintah Jokowi dalam beberapa waktu terakhir, sampai aksi kekerasan aparat terhadap massa aksi. Selain itu, Mahfud dinilai gagal menuntaskan pelanggaran HAM berat masa lalu.

Yasonna Laoly
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly juga disebut gagal memberi jaminan perlindungan hukum dan kebebasan berekspresi. Lantas BEM UI mendesak Jokowi mengevaluasi aspek keamanan dan kebebasan berekspresi dengan merevisi pasal-pasal kontroversial UU ITE.

Siti Nurbaya
BEM UI menyebut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya gagal dalam mengatasi degradasi lingkungan, sehingga memberi Nurbaya nilai E alias dropout.

Baca juga : Komnas HAM Desak Kejagung Telusuri Peran Inggris di Tragedi 1965

BEM UI menjelaskan, kebijakan Jokowi juga bertolak belakang dalam perbaikan lingkungan lewat pengesahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) beserta peraturan turunannya.

Nadiem Makarim
BEM UI memberikan nilai E kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, akibat gagal dalam memenuhi mimbar akademik di lingkungan kampus.

Menurut BEM UI, Pemerintah kerap absen menanggapi serangan terhadap kebebasan akademik yang semakin marak dalam dua tahun terakhir. Contohnya penjatuhan sanksi akademik (drop out atau skors), kriminalisasi, pembubaran diskusi mahasiswa, serta bentuk represi lain, seperti imbauan untuk tidak mengikuti demonstrasi.

TagsBEM UIBudi Gunadi SadikinCoronaCOVID-19JokowiLuhut Binsar Pandjaitanmahfud mdnadiem makarimVirus CoronaYasonna Laoly

Related articles More from author

  • Ancaman Reshuffle Tak Terbukti, Pengamat: Lama-lama Kemarahan Jokowi Hilang Kredibilitasnya
    Nasional

    Ancaman Reshuffle Tak Terbukti, Pengamat: Lama-lama Kemarahan Jokowi Hilang Kredibilitasnya

    22 Agustus 2020
    By Joni Sitohang
  • Erick Thohir Ngaku Mulai Kebanyakan Tugas, Memang Apa Saja Tugasnya?
    Nasional

    Erick Thohir Ngaku Mulai Kebanyakan Tugas, Memang Apa Saja Tugasnya?

    31 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Mahfud MD Ungkap Ujaran Kebencian Turun Semenjak Prabowo Bergabung
    Nasional

    Mahfud MD Klaim Ujaran Kebencian Menurun Drastis Usai Prabowo Gabung Jokowi

    28 Desember 2019
    By Adam Humain
  • Pengamat Sebut Pemilihan Dua Menteri Anyar ‘Kurang Pas' dan ‘Hanya Kepentingan Politik Sesaat’ Jokowi
    Nasional

    Pengamat Sebut Pemilihan Dua Menteri Anyar ‘Kurang Pas’ dan ‘Hanya Kepentingan Politik Sesaat’ Jokowi

    17 Juni 2022
    By Joni Sitohang
  • Rizieq Shihab Tak Bisa Pulang, Fadli Zon Sebut Ada Invisible Hand
    Nasional

    Fadli Zon: Kenapa Jokowi Tak Beri Ucapan Duka Wafatnya Jenderal Djoko Santoso?

    13 Mei 2020
    By Johan Arif
  • Jokowi Tanyakan Terobosan Nadiem Selama Jadi Menteri
    Nasional

    Jokowi Tanyakan Terobosan Nadiem Selama Jadi Menteri

    4 Mei 2021
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Dituding Dalangi ‘Jokowi End Game’, Aktivis ini Kena Teror Doxing dan Diancam Dibunuh
    Nasional

    Dituding Dalangi ‘Jokowi End Game’, Aktivis ini Kena Teror Doxing dan Diancam Dibunuh

  • MAKI Desak KPK Adili Harun Masiku Meski Belum Ditangkap
    Nasional

    MAKI Desak KPK Adili Harun Masiku Meski Belum Ditangkap

  • Buka Gerai Kebab Ngidam, Vanessa Angel Ikuti Prinsip Bisnis Orang Padang
    Selebriti

    Buka Gerai Kebab Ngidam, Vanessa Angel Ikuti Prinsip Bisnis Orang Padang

  • PDIP Bantah Terlibat Rencana PSI Interpelasi Anies Baswedan
    Nasional

    PDIP Bantah Terlibat Rencana PSI Interpelasi Anies Baswedan

  • Ganjar Siap Sisihkan Rp4 Triliun untuk Insentif Guru Agama Jika Jadi Presiden
    Nasional

    Ganjar Siap Sisihkan Rp4 Triliun untuk Insentif Guru Agama Jika Jadi Presiden

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.