TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Wakil Presiden Afghanistan Jadi Target Serangan Bom yang Tewaskan 10 Orang

Wakil Presiden Afghanistan Jadi Target Serangan Bom yang Tewaskan 10 Orang

By Bagas F Sinaga
10 September 2020
539
0
Wakil Presiden Afghanistan Jadi Target Serangan Bom yang Tewaskan 10 Orang

TIKTAK.ID – Sebuah serangan bom yang menargetkan wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas. Akibat serangan pada Rabu (9/9/20 itu Saleh mengalami luka ringan di wajah dan tangannya.

Serangan bom yang terjadi di pinggir jalan Ibu Kota Afghanistan, Kabul itu terjadi ketika para pejabat Afghanistan dan Taliban bersiap untuk memulai pembicaraan damai resmi mereka untuk pertama kalinya, tulis BBC.

Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan melalui akun Twitternya bahwa mereka bukan pelaku ledakan itu.

Rekaman yang beredar di internet tidak lama setelah ledakan menunjukkan asap hitam besar mengepul dari tempat kejadian.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tareq Arain mengatakan bahwa serangan bom itu menargetkan konvoi Saleh saat dia berangkat bekerja. Arain mengatakan 10 warga sipil yang bekerja di daerah itu tewas dan 15 orang, termasuk salah satu pengawal Saleh, terluka.

Seorang saksi ledakan mengatakan dia mengemudi melewati lokasi itu dalam perjalanan ke klinik ketika bom meledak.

“Saya kehilangan salah satu saudara saya, dan yang lainnya terluka,” kata pria itu kepada kantor berita Reuters segera setelah ledakan itu. “Pemerintahan macam apa ini? Tidak ada ambulans, dan bahkan polisi pun belum datang,” protesnya.

Saleh merupakan mantan Kepala Badan Intelijen Afghanistan dan dikenal sebagai lawan paling vokal Taliban. Dia telah selamat dari sejumlah upaya pembunuhan sebelumnya, termasuk pada tahun lalu yang menewaskan 20 orang di kantornya. Berbicara setelah ledakan pada Rabu, dia berjanji untuk melanjutkan pekerjaan politiknya.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani bertemu dengan Saleh setelah serangan itu, pada Rabu pagi.

“Para teroris dan pendukung asing mereka tidak dapat merusak keyakinan kuat rakyat pada perdamaian, demokrasi dan masa depan cerah negara kami,” kata Ghani dalam sebuah pernyataannya.

Delegasi Uni Eropa di Afghanistan mengutuk serangan itu, menyebutnya sebagai “tindakan putus asa oleh perusak upaya perdamaian, yang harus dihadapi secara kolektif”.

Para pejabat Afghanistan diperkirakan akan memulai pembicaraan yang lama tertunda dengan Taliban dalam beberapa hari mendatang di Doha, Qatar, dalam upaya mencapai rekonsiliasi politik setelah bertahun-tahun pertumpahan darah.

Taliban menandatangani kesepakatan pada Februari dengan Amerika untuk mengakhiri konflik selama 18 tahun antara keduanya. Perjanjian perdamaian menyepakati penghentian serangan Taliban terhadap pasukan Amerika tetapi kelompok militan terus menargetkan militer dan Pemerintah Afghanistan.

Namun Taliban pada Februari lalu berjanji untuk tidak melancarkan serangan di daerah perkotaan, seperti yang terjadi di Kabul pada Rabu ini.

Kelompok yang disebut ISIS juga telah melancarkan berbagai serangan tingkat tinggi di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Agustus, kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas operasi terhadap sebuah penjara di kota Jalalabad timur yang menewaskan 29 orang dan memungkinkan ratusan narapidana melarikan diri.

TagsAmrullah SalehBerita timur tengahKabulKonflik AfghanistanLedakan BomSerangan BomTalibanWakil Presiden Afghanistan

Related articles More from author

  • PBB Desak Israel Batalkan Rencana Aneksasinya
    Internasional

    PBB Desak Israel Batalkan Rencana Aneksasinya

    26 Juni 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Dua Orang Tewas Akibat Ledakan Bom Lahore
    Internasional

    Dua Orang Tewas Akibat Ledakan Bom Lahore

    22 Januari 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Hamas Kirim ‘Pesan’ Perlawanan kepada Israel
    Internasional

    Hamas Kirim ‘Pesan’ Perlawanan kepada Israel

    11 Agustus 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Sedikitnya 60 Anggota Taliban Tewas di Kandahar
    Internasional

    Sedikitnya 60 Anggota Taliban Tewas di Kandahar

    15 Desember 2020
    By William Putra Wijaya
  • Pasukan Terakhir AS Tinggalkan Afghanistan, Taliban Berpesta
    Internasional

    Pasukan Terakhir AS Tinggalkan Afghanistan, Taliban Berpesta

    7 September 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Peringati Pembunuhan Jenderal Soleimani dan Abu Mahdi di Bandara Baghdad, Ribuan Orang Tuntut Tentara AS Diusir dari Irak
    Internasional

    Peringati Pembunuhan Jenderal Soleimani dan Abu Mahdi di Bandara Baghdad, Ribuan Orang Tuntut Tentara AS Diusir dari Irak

    3 Januari 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Respons Dingin Moeldoko Saat Ditanya Soal Surat AHY ke Jokowi
    Nasional

    Respons Dingin Moeldoko Saat Ditanya Soal Surat AHY ke Jokowi

  • Turunkan Angka Stunting, BKKBN Luncurkan Aplikasi Elsimil
    Nasional

    Turunkan Angka Stunting, BKKBN Luncurkan Aplikasi Elsimil

  • Saat Masalah Kejiwaan Ferdy Sambo Dipertanyakan TIKTAK.ID - Belakangan ini kondisi kejiwaan tersangka pembunuhan berencana, Irjen Ferdy Sambo, menjadi sorotan. Beredar kesimpang-siuran yang mengklaim Sambo memiliki masalah kejiwaan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik. Kemudian Taufan meluruskan isu itu. Dia menilai pernyataan dia sebelumnya dimaknai secara keliru dalam sebuah pemberitaan. Padahal, Taufan hendak menyampaikan kalau Sambo sudah melampaui abuse of power. "Salah nangkap, jadi maksudnya orang ini [Sambo] memiliki kekuasaan yang sangat besar. Dia Kadiv Propam, tapi dia juga mampu menggerakkan di luar lingkungan bawah Propam, bisa menggerakan di Metro Jaya, Reskrim," ujar Taufan, seperti dilansir CNNIndonesia.com, pada Kamis (15/9/22). "Inilah yang dimaksud melebihi abuse of power. Seseorang dengan kekuasaan tertentu di luar kekuasaannya," sambung Taufan. Taufan pun menduga karena Sambo merasa berkuasa, maka berani mengeksekusi ajudannya, Brigadir J di rumah dinas, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Taufan bahkan menyebut Sambo jemawa bisa kebal hukum. Selain itu, kata Taufan, Sambo juga dapat mengerahkan puluhan polisi untuk menghilangkan barang bukti, merusak Tempat Kejadian Perkara (TKP), hingga menambah skenario palsu. "Itu kan artinya orang ini sangat percaya diri kalau tindakan kejahatannya tidak akan terbongkar," jelas Taufan. Sebelumnya, beredar informasi soal Sambo mempunyai masalah kejiwaan. Dalam suatu pemberitaan nasional, hal itu disampaikan oleh Taufan. Seperti diketahui, Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Sambo pada 8 Juli lalu. Polisi sudah menetapkan lima tersangka, yakni Sambo, Putri, RR, RE dan KM. Kelimanya dijerat dengan Pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. Empat tersangka sudah ditahan, sedangkan Putri masih menunggu pemeriksaan selanjutnya. Tidak hanya itu, polisi juga menetapkan tujuh orang tersangka terkait obstruction of justice dalam kasus ini, yaitu Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto. Mereka diduga telah melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.
    Nasional

    Kritik Pemerintahan Jokowi Soal BLT, AHY: Dulu Dihina-hina

  • Respons Isu Duet Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta, Politikus PDIP: Jangan Ulangi Tragedi Pilpres
    Nasional

    Respons Isu Duet Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta, Politikus PDIP: Jangan Ulangi Tragedi Pilpres

  • Gugatan Gatot Nurmantyo Cs Soal Ambang Batas Capres Ditolak MK
    Nasional

    Gugatan Gatot Nurmantyo Cs Soal Ambang Batas Capres Ditolak MK

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.