TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Tulsi Gabbard: Isu Perang Ukraina Dibutuhkan Industri Militer AS

Tulsi Gabbard: Isu Perang Ukraina Dibutuhkan Industri Militer AS

By William Putra Wijaya
20 Februari 2022
258
0
Tulsi Gabbard: Isu Perang Ukraina Dibutuhkan Industri Militer AS

TIKTAK.ID – Mantan anggota kongres AS dan calon presiden dari Partai Demokrat, Tulsi Gabbard menuduh isu invasi Rusia ke Ukraina dibutuhkan industri militer AS untuk membenarkan pengeluaran senjata baru dan memperkuat perang dingin habis-habisan dengan Rusia.

“Pertama-tama, Presiden Biden dapat mengakhiri krisis ini dan mencegah perang dengan Rusia dengan melakukan sesuatu yang sangat sederhana: menjamin bahwa Ukraina tidak akan menjadi anggota NATO,” kata Tulsi, berbicara kepada Tucker Carlson dari Fox, seperti yang dilansir Sputniknews, Senin (14/2/22).

“Karena jika Ukraina menjadi anggota NATO itu akan menempatkan pasukan AS dan NATO secara langsung di depan pintu Rusia, seperti yang telah dikemukakan Putin, hal itu akan merusak kepentingan keamanan nasional mereka. Kenyataannya adalah sangat, sangat tidak mungkin bahwa Ukraina akan menjadi anggota NATO, jadi pertanyaannya adalah mengapa Presiden Biden dan para pemimpin NATO tidak mengatakan itu, dan menjaminnya?” tanyanya retorik.

“Mengapa kita berada dalam posisi ini, jika jawaban untuk ini dan pencegahan perang ini sangat jelas…?” lanjut Tulsi.

Hal itu, menurutnya hanya menunjukkan satu kesimpulan, bahwa mereka sebenarnya ingin Rusia menyerang Ukraina. Sebab bila hal itu terjadi, akan memberi Pemerintah Biden alasan yang jelas untuk mengenakan sanksi kejam yang merupakan pengepungan modern terhadap Rusia dan rakyat Rusia.

Yang kedua, lanjutnya, hal itu akan memperkuat perang dingin ini. Dan kompleks industri militer adalah salah satu yang diuntungkan dari perang ini.

“Mereka jelas mengontrol Pemerintahan Biden. Penghasut perang di kedua belah pihak di Washington telah mengobarkan ketegangan ini,” kata Tulsi.

“Siapa yang membayar harganya? Rakyat Amerika membayar harganya, rakyat Ukraina membayar harganya. Orang-orang Rusia membayar harganya. Itu merusak keamanan nasional kita sendiri, tetapi kompleks industri militer yang mengendalikan begitu banyak politisi kita menang dan mereka lari ke bank,” tambahnya.

Politisi itu kemudian mengecam pembenaran Pemerintah Biden untuk meningkatkan ketegangan dengan Rusia di Ukraina, dengan alasan bahwa poin pembicaraan “kita harus membela demokrasi” tidak masuk akal karena “presiden saat ini menangkap oposisi politik, menjebloskan mereka ke penjara, mematikan stasiun TV yang penting baginya.

“Saya kesulitan melihat bagaimana Presiden Biden atau siapa pun dapat mengatakan dengan wajah jujur ‘kami membela demokrasi’. Dan alasannya adalah Pemerintah kita sendiri secara terbuka mendukung tindakan otoriter oleh presiden Ukraina ini dalam menutup oposisi politik mereka sendiri,” katanya.

Pada Sabtu (12/2/22), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta media untuk memberikan bukti mengenai klaim “100 persen dijamin invasi Ukraina oleh Rusia pada 16 Februari”, dan mengatakan intelijen Ukraina tidak memiliki bukti adanya rencana tersebut pada tahap ini.

Departemen Luar Negeri mengutip laporan media untuk membenarkan evakuasi Kedutaan Besar AS di Kiev, dan telah meminta semua orang Amerika di Ukraina untuk meninggalkan negara itu secepatnya, menyebabkan meningkatnya ketegangan lebih lanjut.

Moskow telah berulang kali menolak “klaim invasi” dan menuduh Barat memicu ketakutan untuk memvalidasi langkah NATO untuk meningkatkan jejak militernya di Eropa Timur. Kecurigaan Rusia tampaknya telah dikonfirmasi selama dua minggu terakhir, dengan AS memindahkan 1.000 pasukan dari Jerman ke Rumania, mengirim 5.000 tentara ke Polandia dan Jerman, menyiapkan 8.500 pasukan kontingen kuat yang siap terbang ke Eropa pada saat itu juga, dan meningkatkan pengiriman senjata ke Ukraina.

Anggota parlemen AS dan Eropa juga mengancam akan menjatuhkan sanksi berat terhadap Rusia, termasuk pembatasan “pendahuluan” yang dapat segera diterapkan, baik Moskow “menyerang” Ukraina atau tidak.

TagsBerita Dunia Hari Inicalon presiden ASIndustri militer ASMantan anggota Kongres ASRusiaTulsi GabbardUkraina

Related articles More from author

  • Usai 'Bela' Putin, Kepala Angkatan Laut Jerman Pilih Mundur
    Internasional

    Usai ‘Bela’ Putin, Kepala Angkatan Laut Jerman Pilih Mundur

    25 Januari 2022
    By Bagas F Sinaga
  • PBB: Usir Paksa Warga Palestina, Israel Langgar Hukum Internasional
    Internasional

    PBB: Usir Paksa Warga Palestina, Israel Langgar Hukum Internasional

    4 Juni 2021
    By William Putra Wijaya
  • Jokowi Buka Opsi Impor BBM Murah Rusia di Tengah Ancaman Embargo Amerika
    Nasional

    Jokowi Buka Opsi Impor BBM Murah Rusia di Tengah Ancaman Embargo Amerika

    12 September 2022
    By Joni Sitohang
  • NATO Berencana Target dan Pojokkan China
    Internasional

    NATO Berencana Target dan Pojokkan China

    7 April 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Laporan PBB Ungkap Taliban Tetap Jalin Hubungan dengan Al-Qaeda
    Internasional

    Laporan PBB Ungkap Taliban Tetap Jalin Hubungan dengan Al-Qaeda

    4 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Ekonomi Jatuh Akibat Corona, Menteri Keuangan Negara Bagian di Jerman Bunuh Diri
    Internasional

    Ekonomi Jatuh Akibat Corona, Menteri Keuangan Negara Bagian di Jerman Bunuh Diri

    30 Maret 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Densus 88 Waspadai Aksi Bela Palestina Ditunggangi Kelompok Teroris
    Nasional

    Densus 88 Waspadai Aksi Bela Palestina Ditunggangi Kelompok Teroris

  • Laporan Penembakan di Masjid Christchurch Ungkap Kegagalan Sistem Kepolisian Selandia Baru
    Internasional

    Laporan Penembakan di Masjid Christchurch Ungkap Kegagalan Sistem Kepolisian Selandia Baru

  • TKN Bakal Ajak Jokowi Saat Masa Transisi Pemerintahan, Permainan Politik?
    Nasional

    TKN Bakal Ajak Jokowi Saat Masa Transisi Pemerintahan, Permainan Politik?

  • Ini Penyebab Malaysia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2024
    Olahraga

    Ini Penyebab Malaysia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2024

  • Arsenal Coret Mesut Ozil, Arsene Wenger Duga Ada Konfrontasi
    Olahraga

    Arsenal Coret Mesut Ozil, Arsene Wenger Duga Ada Konfrontasi

Artikel Terbaru

  • Cara Menggunakan WhatsApp Web di Laptop dengan Mudah 2026 30 September 2026
  • HP vivo Y29 Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Kelebihannya 29 September 2026
  • Kejagung Segel Perusahaan Milik Don Ritto di SCBD Terkait Kasus Febrie 29 September 2026
  • Android vs iPhone: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu? 29 September 2026
  • Cara Mengatasi Varises secara Alami dan Kapan ke Dokter 29 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (59)
  • Keuangan (10)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,945)
  • Olahraga (1,135)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,225)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.