TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Timothy, Sandera Taliban yang Dibebaskan, Buka Suara

Timothy, Sandera Taliban yang Dibebaskan, Buka Suara

By William Putra Wijaya
2 Desember 2019
665
0
TIKTAK.ID - Timothy, Sandera Taliban yang Dibebaskan, Buka Suara

TIKTAK.ID – Satu dari dua sandera Taliban yang dibebaskan dalam upaya pertukaran tawanan dengan kelompok Taliban yang ditahan di Afghanistan angkat bicara. Timothy Weeks, warga Australia yang disandera Afghanistan selama tiga tahun, kini dapat tersenyum lebar setelah dapat kembali berkumpul bersama orang-orang yang dicintainya di Australia.

Timothy adalah seorang akademisi yang mengajar di Universitas Amerika di Kabul, Afghanistan. Ia bersama seorang akademisi lain dari Amerika, Kevin King yang juga ikut disandera dan dibebaskan Taliban. Timothy menceritakan, setidaknya enam kali pasukan Amerika berusaha membebaskannya namun gagal. Timothy mengatakan, seringkali ia ditahan di sel-sel kecil tanpa jendela di Afghanistan dan Pakistan.

Baca juga: Taliban Sambut Baik Tawaran Damai Trump

“Saya percaya, dan saya berharap ini benar, bahwa mereka (pasukan khusus) enam kali mencoba membebaskan kami,” kata Timothy, pria 50 tahun dari Wagga Wagga di New South Wales, dalam sebuah konferensi pers setelah kembali ke Australia pada Kamis malam, seperti yang ditulis BBC, Sabtu (1/12/19).

Ia menceritakan, satu kali sebuah misi penyelamatan dilakukan pada April. Ketika itu para pengawal mengatakan padanya bahwa mereka sedang diserang oleh kelompok gerilyawan saingan Negara Islam (IS).

Baca juga: Ditukar Pembebasan Petingginya, Taliban Lepas Sandera Warga Amerika dan Australia

“Saya yakin sekarang bahwa mereka adalah Navy SEAL yang datang untuk membebaskan kami,” katanya.

Timothy melanjutkan dirinya yakin pasukan Navy telah ada di depan pintu terowongan. Ketika itu ia bersama Taliban masuk ke terowongan, berada satu atau dua meter di bawah tanah. Sementara saat itu terjadi ledakan besar di depan pintu terowongan.

Terdengar banyak suara tembakan senapan mesin, kata Timothy. Taliban lalu mendorongnya ke dalam terowongan. Akibatnya Timothy jatuh ke belakang, terguling dan pingsan. Namun ia mengaku memahami apa yang dilakukan oleh anggota Taliban itu. Mereka hanya menerima perintah dan “tak punya pilihan”.

Baca juga: 10 Anggota Kartel Meksiko Tewas Usai Bentrok dengan Polisi

“Saya sama sekali tidak membenci mereka,” katanya. “Dan beberapa dari mereka sangat saya hormati. Beberapa dari mereka sangat berbelas kasih dan orang-orang yang sangat ramah. Dan itu membuat saya berpikir tentang … bagaimana mereka berakhir seperti ini? “

TIKTAK.ID - Timothy, Sandera Taliban yang Dibebaskan, Buka Suara

Timothy mengingat betul detik-detik pembebasannya. Semua akhirnya berakhir ketika dua helikopter Black Hawk AS turun dari langit. Dari debu yang mengepul akibat baling-baling helikopter turun enam pasukan khusus. Mereka kemudian melangkah menuju Timothy. Salah satu dari mereka mendekat kemudian merangkul Timothy dan berkata,”Apakah kamu baik-baik saja?” Kemudian mereka membawa Timothy ke Black Hawk.

Baca juga: Undang-Undang HAM dan Demokrasi, Kado Thanksgiving AS untuk Hongkong

Timothy mengaku bahwa selama menjadi sandera meninggalkan kesan yang mendalam dan tak terbanyangkan dalam benaknya. Namun ia tak pernah menyerah dan terus berharap ada sedikit harapan yang tersisa untuknya.

“Kadang saya merasa seolah-olah kematian sudah dekat, dan saya tidak akan pernah melihat lagi orang-orang yang saya cintai. Tetapi, atas kehendak Tuhan, saya di sini, saya hidup dan saya aman -dan saya bebas,” kata Timothy.

Baca juga: Suriah-Israel Berbalas Roket

Pembebasan Timothy harus dibayar dengan pertukaran tiga anggota Taliban yang ditahan Afghanistan. Mereka adalah Anas Haqqani, Haji Mali Khan dan Hafiz Rashid. Haqqani merupakan tokoh dan figur dari kelompok Haqqani. Kelompok ini didirikan oleh ayahnya Jalaluddin Haqqani, yang sekarang dipimpin oleh saudara tertuanya, Sirajuddin dan juga merupakan salah satu pemimpin di Taliban.

TIKTAK.ID - Timothy, Sandera Taliban yang Dibebaskan, Buka Suara

Kelompok Haqqani sendiri dituduh sebagai biang banyak serangan terkoordinasi kepada pasukan Afghanistan dan NATO dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok Haqqani juga dianggap bertanggungjawab atas sejumlah ledakan mematikan di negara itu, termasuk bom truk yang menewaskan lebih dari 150 orang di Kabul pada 2017.

Baca juga: Polisi Tembak Pria Diduga Penikam di Jembatan London, Inggris

TagsAfghanistanAmerikaAustraliabom trukgerilyawanhelikopter Black HawkKabulNATONavy SEALNegara IslamPakistanpasukan khususTaliban

Related articles More from author

  • Mayor Jendral Pasukan Qossem Soleimani dan Abu Mahdi Al Muhandis Terbunuh Akibat Serangan AS di Dekat Bandara Irak
    Internasional

    Serangan Udara AS Tewaskan Jenderal Tinggi Iran

    3 Januari 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Saat Tagar #IranvsUSA dan #IranAttacks Puncaki Trending Topic Twitter, Cuitan Akun Parodi @RobertDeNiroUS Tetap Menggelitik
    Internasional

    Saat Tagar #IranvsUSA dan #IranAttacks Puncaki Trending Topic Twitter, Cuitan Akun Parodi @RobertDeNiroUS Tetap Menggelitik

    9 Januari 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Eks Anggota JI Ungkap Upaya Rekrut dan Galang Dana Pakai Nama Taliban
    Nasional

    Eks Anggota JI Ungkap Upaya Rekrut dan Galang Dana Pakai Nama Taliban

    7 Oktober 2021
    By Joni Sitohang
  • Taliban Klaim Taklukkan Panjshir
    Internasional

    Taliban Klaim Taklukkan Panjshir

    7 September 2021
    By William Putra Wijaya
  • Internasional

    Saat Perundingan Pajak Digital, Kemauan Sepihak Amerika Ditentang Banyak Negara

    1 Februari 2020
    By William Putra Wijaya
  • TIKTAK.ID - Mendukung agresi Arab Saudi atas rakyat Yaman dan membela muslim Uighur, satu lagi dari ironi Donald Trump!
    Internasional

    Mendukung Agresi Arab Saudi ke Yaman dan Membela Muslim Uighur, Satu Lagi Ironi dari Donald Trump!

    28 Desember 2019
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • TIKTAK.ID - Babak Baru Demonstrasi Hongkong
    Internasional

    Babak Baru Demonstrasi Hongkong

  • Viral Bocah Penghina dan Pengancam Jokowi Ketahuan Foto Bareng Mahfud MD, Anak Siapa Sih Dia?
    NasionalViral

    Viral Bocah Penghina dan Pengancam Jokowi Ketahuan Foto Bareng Mahfud MD, Anak Siapa Sih Dia?

  • Rain Main Bareng Kim Bum di 'Ghost Doctor'
    Selebriti

    Rain Main Bareng Kim Bum di ‘Ghost Doctor’

  • Hasto: Semua Ingin Diendorse Jokowi
    Nasional

    Hasto: Semua Ingin Diendorse Jokowi

  • Anies Baswedan Tanyakan Peristiwa KM 50 ke Ganjar, Apa itu?
    Nasional

    Anies Baswedan Tanyakan Peristiwa KM 50 ke Ganjar, Apa itu?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.