Internasional
Home›Internasional›Washington Kirim Utusan Khusus ke Afghanistan

Washington Kirim Utusan Khusus ke Afghanistan

By Bagas F Sinaga
27 Juli 2020
510
0
Washington Kirim Utusan Khusus ke Afghanistan

TIKTAK.ID – Washington mengirim utusan khusus ke Afghanistan untuk mendesak pembicaraan damai antara Pemerintah dan kelompok Taliban. Utusan itu dijadwalkan mengunjungi Kabul dalam perjalanan dengan singgah ke lima negara, kata Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu (25/7/20).

Perwakilan Khusus Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad berangkat pada Jumat lalu untuk melakukan perjalanan ke Doha, Kabul, Islamabad, Oslo, dan Sofia, kata Departemen itu melalui sebuah pernyataan.

Amerika Serikat sedang mengurangi jumlah pasukannya di Afghanistan berdasarkan perjanjian yang dicapai pada Februari lalu dengan Taliban, tulis Reuters.

Perjanjian tersebut bertujuan untuk membuka jalan bagi pembicaraan damai secara formal antara kelompok Taliban dan Pemerintah Afghanistan, dan tugas Khalilzad adalah mencoba dan membawa kedua belah pihak secepatnya ke meja perundingan.

Khalilzad berencana untuk mendesak kesepakatan pertukaran tahanan dan pengurangan kekerasan, dua masalah yang menghambat kemajuan menuju dimulainya pembicaraan damai.

“Meskipun kemajuan signifikan telah dibuat dengan pertukaran tahanan, masalah ini membutuhkan upaya tambahan untuk menyelesaikan sepenuhnya,” kata Departemen Luar Negeri dalam pernyataannya.

Pada Rabu lalu, Khalilzad mengutuk serangan pasukan Pemerintah Afghanistan yang menewaskan 45 orang, termasuk warga sipil, dalam serangan udara yang ditujukan kepada kelompok Taliban di provinsi barat yang berbatasan dengan Iran.

Sementara itu, kelompok Taliban menuduh Pemerintah Afghanistan menangkap kembali para tahanan yang sebelumnya dibebaskan sebagai bagian dari perjanjian.

Juru Bicara Taliban yang berkantor di Doha, Suhail Shaheen pada Sabtu kemarin menulis di akun Twitter-nya bahwa Badan Intelijen Afghanistan, Direktorat Intelijen Nasional, telah melakukan operasi mendadak terhadap anggota kelompok Taliban yang telah dibebaskan.

Dia mengatakan Pemerintah di Kabul akan “memikul tanggung jawab atas konsekuensinya” jika dugaan penangkapan itu tidak dihentikan, tulis Aljazeera.

Shaheen juga mengatakan para tahanan yang dibebaskan telah mematuhi instruksi Pemerintah Afghanistan untuk tinggal di rumah dan tidak kembali ke medan perang.

Namun Juru Bicara Penasihat Dewan Keamanan Nasional Afghanistan, Javid Faisal, pada Minggu (26/7/20), mengatakan sejumlah tahanan yang dibebaskan telah kembali ke medan perang.

Faisal juga menolak klaim Taliban bahwa telah ada operasi untuk menangkap kembali tahanan yang dibebaskan.

Hingga saat ini Pemerintah telah membebaskan lebih dari 4.000 anggota kelompok Taliban, sementara Taliban telah membebaskan hampir 700 tahanan di bawah perjanjian Amerika-Taliban yang bertujuan untuk membuka jalan bagi pembicaraan damai di antara rakyat Afghanistan.

TagsAfghanistanAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahTalibanUtusan KhususZalmay Khalilzad

Related articles More from author

  • Pembicaraan Damai Afghanistan-Taliban Kini di Depan Mata
    Internasional

    Pembicaraan Damai Afghanistan-Taliban Kini di Depan Mata

    9 September 2020
    By William Putra Wijaya
  • Dua Helikopter Afghanistan Tabrakan, 9 Tentara Tewas
    Internasional

    Dua Helikopter Afghanistan Tabrakan, 9 Tentara Tewas

    16 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Pengadilan Tinggi Malaysia Putuskan Najib Bayar Tunggakan Pajaknya yang Hampir 6 Triliun Rupiah
    Internasional

    Pengadilan Tinggi Malaysia Putuskan Najib Bayar Tunggakan Pajaknya yang Hampir 6 Triliun Rupiah

    23 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Pembunuhan Remaja di London Meningkat pada 2021
    Internasional

    Pembunuhan Remaja di London Meningkat pada 2021

    2 Januari 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Washington Marah, Pengadilan Rusia Vonis 16 Tahun Penjara Mantan Marinir AS Diduga Mata-Mata
    Internasional

    Washington Marah, Pengadilan Rusia Vonis 16 Tahun Penjara Mantan Marinir AS Diduga Mata-Mata

    17 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Dianggap Hina Presiden, Pria Prancis Didenda 167 Juta
    Internasional

    Dianggap Hina Presiden, Pria Prancis Didenda 167 Juta

    18 September 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Cara Atasi Kesedihan dan Kehilangan Orang Tercinta di Masa Pandemi
    Tips & Tutorial

    Cara Atasi Kesedihan dan Kehilangan Orang Tercinta di Masa Pandemi

  • Ceramah Oki Setiana Dewi Viral, Ini Kata Komnas Perempuan
    Selebriti

    Ceramah Oki Setiana Dewi Viral, Ini Kata Komnas Perempuan

  • Gurun di Chili Berubah Jadi TPA Baju Bekas
    Internasional

    Gurun di Chili Berubah Jadi TPA Baju Bekas

  • Balik Sindir Soal 'Bandar' di Pilpres, Surya Paloh Sebut-sebut Sambo
    Nasional

    Balik Sindir Soal ‘Bandar’ di Pilpres, Surya Paloh Sebut-sebut Sambo

  • Resmi Jadi Tersangka KPK, Bendahara PBNU Mardani Maming Malah Ajak Lawan Mafia Hukum
    Nasional

    Resmi Jadi Tersangka KPK, Bendahara PBNU Mardani Maming Malah Ajak Lawan Mafia Hukum

© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.