Tag: Pola hidup sehat

  • Hindari Kebiasaan Ini di Usia Muda untuk Cegah Penyakit Jantung

    Hindari Kebiasaan Ini di Usia Muda untuk Cegah Penyakit Jantung

    TIKTAK.ID – Penyakit jantung dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali orang yang tergolong muda atau mereka yang berusia kurang dari 40 tahun. Anda perlu mengetahui kebiasaan buruk penyebab penyakit jantung di usia muda dan tindakan pencegahan yang bisa dilakukan.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Antara (13/5/23), Ahli Jantung Intervensi Pantai Hospital Kuala Lumpur, dr. Tan Kok Leng memaparkan sejumlah faktor pemicu gangguan jantung pada usia muda, seperti:

    1. Mengonsumsi makanan cepat saji yang dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh.
    2. Kebiasaan merokok atau vaping, sehingga memicu aterosklerosis, atau penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.
    3. Konsumsi minuman beralkohol yang mampu meningkatkan risiko kardiomiopati alkoholik, sehingga otot jantung melemah.
    4. Terlalu lama duduk di depan meja kerja sehingga kurang beraktivitas fisik.
    5. Melakukan olahraga dengan intensitas tinggi berlebihan, terutama latihan beban, sehingga memicu kerusakan dan penebalan otot jantung, serta aritmia atau gangguan irama jantung.
    6. Mengalami stres dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat kadar kortisol meningkat dan memicu penyakit kolesterol serta hipertensi.

    Beberapa kebiasaan di atas berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung di bawah usia 40 tahun. Tan pun menekankan pentingnya melakukan skrining gangguan jantung, khususnya bagi Anda yang berusia 30-an tahun atau berasal dari keluarga yang mengidap penyakit jantung. Dengan melakukan tindakan pencegahan, akan menurunkan risiko penyakit berbahaya ini.

    Melakukan tindakan pencegahan sangat disarankan, supaya bisa menurunkan risiko penyakit jantung di usia muda.

    Mengutip Cleveland Clinic, terdapat beberapa cara mencegah penyakit jantung di usia muda yang bisa dilakukan. Berikut ini di antaranya:

    1. Berolahraga minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang.
    2. Menurunkan berat badan dan menjaganya supaya tetap ideal.
    3. Mengonsumsi makanan bernutrisi.
    4. Mengontrol tekanan darah dan stres dengan cara melakukan kegiatan relaksasi, seperti meditasi.
    5. Berhenti merokok.

    Mengetahui kebiasaan buruk penyebab penyakit jantung di usia muda sangat penting, sehingga Anda dapat melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan. Melakukan beberapa cara mencegah penyakit jantung tersebut dan skrining gangguan jantung juga disarankan guna menurunkan risikonya.

  • Ini Cara Kembali Sehat dan Bugar Setelah Lebaran

    Ini Cara Kembali Sehat dan Bugar Setelah Lebaran

    TIKTAK.ID – Umumnya saat musim liburan, kita makan sepuasnya, tidur larut malam, atau menjalani aktivitas yang padat mengunjungi banyak tempat. Hal itu pun dapat membuat kita merasa kelelahan setelah liburan usai, bahkan tak sedikit orang yang justru terserang penyakit. Padahal, kita berharap liburan mampu mengisi ulang semangat dan energi untuk kembali menjalani aktivitas.

    “Usai masa liburan usai, tidak jarang kita menghadapi kelelahan, kenaikan berat badan, masalah kulit, dan penyakit-penyakit lain yang rawan muncul atau diderita setelah liburan,” ungkap VP of Medical Operations PT Good Doctor Technology Indonesia, dr. Ega Bonar Bastari dalam siaran pers, seperti dilansir Kompas.com.

    Mengutip Gooddoctor.co.id, sejumlah penyakit yang sering ditemui setelah berlibur di antaranya leisure sickness (sakit setelah peristiwa penting dalam hidup) yang muncul setelah pesta pernikahan, memulai pekerjaan baru, menyelesaikan ujian sekolah, hingga liburan panjang.

    Kemudian penyakit lainnya berkaitan dengan gangguan pencernaan. Kondisi itu dipicu oleh perubahan pola makan dan tidak memperhatikan kebersihan makanan di tempat liburan. Perjalanan menggunakan pesawat pun bisa menimbulkan gangguan pencernaan.

    Adapun gangguan migrain sepulang liburan biasanya terjadi lantaran pola tidur berantakan, terlalu lama terpapar sinar matahari, atau dehidrasi.

    Selain penyakit fisik seperti di atas, seseorang juga dapat mengalami post-vacation depression (depresi yang mungkin dialami saat seseorang kembali ke rutinitas biasa). Emosi negatif tersebut bisa berupa cepat marah, sedih, gelisah, sulit tidur, lelah, sulit berkonsentrasi, dan sakit di tubuh yang tak dapat dijelaskan.

    Supaya fokus dan level energi kembali naik setelah liburan, terdapat sejumlah hal yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah memberi jeda satu atau dua hari sepulang liburan sebelum kembali bekerja. Artinya, jangan pulang dari liburan terlalu mepet dengan selesainya masa cuti.

    Setelah itu cobalah memperbaiki pola tidur dan pola makan, melakukan aktivitas fisik ringan, serta merencanakan kegiatan yang menyenangkan di rumah. Tapi jika langkah-langkah itu tidak juga membantu, maka tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk mencari penyebab dan solusinya. Pasalnya, beberapa gangguan kesehatan yang terasa ringan, kalau dibiarkan berkepanjangan bisa saja menjadi berat.

  • Terapkan Pola Hidup Ini untuk Cegah Kanker Payudara

    Terapkan Pola Hidup Ini untuk Cegah Kanker Payudara

    TIKTAK.ID – Kanker payudara dapat menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Namun Anda bisa mencegah kanker payudara dengan melakukan pola hidup sehat yang perlu dijadikan kebiasaan.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Breast Cancer Research Foundation dan Healthline, berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker payudara melalui pola hidup sehat:

    Menjaga berat badan ideal

    Salah satu penyebab kanker payudara yaitu kelebihan berat badan atau obesitas. Sebab, kondisi tersebut bisa membuat tubuh memproduksi estrogen yang berlebihan, sehingga meningkatkan reseptor estrogen positif sel kanker payudara.

    Untuk itu, dengan mengurangi berat badan dan menjaga berat badan ideal, maka produksi estrogen bisa ditekan, dan risiko terkena kanker payudara bisa dicegah.

    Berolahraga secara rutin

    Berolahraga setidaknya 30 menit sehari mampu mengurangi risiko terkena kanker payudara. Jenis olahraga yang dilakukan tak harus yang punya intensitas berat. Beberapa olahraga ringan, seperti bersepeda, berjalan kaki, hingga berenang, masih bisa dipilih guna menurunkan risiko kanker payudara.

    Menghentikan konsumsi minuman beralkohol

    Mengonsumsi minuman beralkohol bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kanker payudara, walaupun yang dikonsumsi hanya sedikit. Membatasi konsumsi minuman beralkohol per hari pun sangat disarankan sebelum selanjutnya menghentikannya secara bertahap. Batasan per hari yang disarankan yakni 350 ml untuk bir, 142 ml untuk wine, dan 43 ml untuk minuman beralkohol yang lebih keras, seperti whiskey dan gin.

    Mengonsumsi makanan bernutrisi

    Anda bisa mulai meningkatkan konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, susu atau produk susu rendah lemak, dan daging, supaya memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Sementara makanan yang diproses, goreng-gorengan, atau yang punya kandungan gula tinggi sebaiknya dihindari karena justru meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

    Berhenti merokok

    Merokok tidak hanya menyebabkan kanker payudara, tapi juga memicu munculnya jenis kanker lain dan masalah kesehatan yang lebih serius. Wanita yang memiliki riwayat kanker payudara di dalam keluarga dan merokok disebut-sebut berisiko terkena kanker payudara yang lebih besar.

    Menyusui

    Menyusui memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, salah satunya mengurangi risiko terkena kanker payudara. Walaupun dianggap bisa mengubah bentuk payudara, tapi menyusui akan mencegah tubuh untuk memproduksi lebih banyak estrogen sehingga risiko kanker payudara lebih kecil.

  • Lakukan Kebiasaan Sederhana Ini untuk Tingkatkan Sistem Imun

    Lakukan Kebiasaan Sederhana Ini untuk Tingkatkan Sistem Imun

    TIKTAK.ID – Terdapat beberapa kebiasaan sederhana yang bisa meningkatkan sistem imun kita, sehingga tidak mudah terinfeksi penyakit, seperti influenza, Covid-19, dan cacar monyet. Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini di antaranya.

    1. Beraktivitas di bawah sinar matahari

    Eat This menyatakan sinar matahari bisa memberikan kita vitamin D yang diperlukan oleh tubuh. Vitamin D disebut-sebut bisa membantu memfasilitasi fungsi sistem imun tubuh berkerja. Beberapa penelitian menyebut sinar matahari dapat membantu kita tidak mudah sakit pilek dan flu.

    Untuk itu, melakukan kebiasaan sederhana dengan beraktivitas di luar rumah di bawah sinar matahari sebentar saja bisa menguatkan sistem imun.

    Selain itu, Anda juga bisa memperoleh asupan vitamin D dari suplemen dan makanan, seperti ikan salmon, sarden, dan haring.

    1. Tidur minimal 7 jam dalam semalam

    Tidur malam minimal 7 jam untuk orang dewasa akan membantu meningkatkan sistem imun.

    Eat This menjelaskan, studi menunjukkan kurang tidur dapat secara signifikan menurunkan kekuatan sistem imun tubuh.

    Penelitian di University of California San Francisco, Carnegie Mellon University, dan University of Pittsburgh Medical Center mengamati sebanyak 164 sukarelawan yang dipaparkan virus flu beserta kebiasaan tidur mereka. Ternyata peserta yang tidur kurang dari 5 jam, memliki 4,5 kali lebih mungkin terinfeksi flu ketimbang mereka yang tidur 7 jam setiap malam.

    1. Minum air putih sepanjang hari

    Kementerian Kesehatan menyarankan untuk minum air putih setidaknya sebanyak 8 gelas berukuran 230 ml atau total 2 liter per hari. Eat This menyatakan cairan apa saja tanpa gula tambahan, mampu membuat kita terhidrasi yang bermanfaat untuk menguatkan sistem imun tubuh.

    1. Makan sayur

    Anda perlu menumbuhkan kebiasaan makan sayuran yang beragam sejak dini, lantaran kandungan nutrisi pada sayur bisa meningkatkan sistem imun. Eat This memaparkan, beberapa sayuran mengandung antioksidan yang berperan untuk meningkatkan sistem imun tubuh, seperti Vitamin A, Vitamin B6, Vitaman C, Vitamin E, Selenium, Zat besi, dan Asam folat.

    1. Rajin cuci tangan

    Menurut Eat This, mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir setidaknya selama 20 detik menjadi cara terbaik membunuh kuman. Hal itu karena tangan kita sering menyentuh banyak permukaan yang mengandung kuman.

  • Lakukan Pola Sehat ini Demi Jaga Kesehatan Mental

    Lakukan Pola Sehat ini Demi Jaga Kesehatan Mental

    TIKTAK.ID – World Health Organization atau WHO melaporkan, angka kematian akibat depresi cukup tinggi, terutama pada orang usia 15 hingga 29 tahun. Kondisi tersebut terjadi karena ada banyak stigma negatif mengenai kesehatan mental, sehingga banyak orang yang takut mencari bantuan dan berakhir pada kematian.

    Padahal, menjaga kesehatan mental sangat penting karena akan mendukung lancarnya segala kegiatan sehari-hari dan menghindarkan dari penyakit tertentu.

    Supaya dapat sehat secara mental, ada sejumlah hal yang dapat dilakukan, dan salah satunya adalah menjaga pola hidup yang sehat.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini beberapa pola hidup sehat yang bisa menjaga kesehatan mental.

    1. Berolahraga
      Aktif secara fisik tak hanya membuat badan lebih sehat, tapi juga membantu menjaga kesehatan mental. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pelayanan Kesehatan Nasional (NHS) yang berpusat di Inggris, aktivitas fisik dapat meningkatkan kesehatan mental, dalam hal kepercayaan diri, motivasi untuk mencapai tujuan dan menghadapi tantangan, serta meningkatkan suasana hati.

    Olahraga yang dilakukan pun tidak harus olahraga yang berat, seperti berada di gym selama 2 jam penuh. Anda cukup melakukan beberapa aktivitas ringan yang membuat badan bergerak. Healthline menyebut beberapa aktivitas ringan, seperti peregangan, berjalan-jalan, menari, sampai melakukan pekerjaan rumah, bisa membantu meningkatkan aliran darah yang akan membuat tubuh merasa rileks dan bahagia.

    1. Mengonsumsi Makanan yang Sehat
      Mengonsumsi makanan tertentu dapat memengaruhi kesehatan mental. Mengutip Healthline, ada beberapa jenis makanan yang mengandung nutrisi baik untuk meningkatkan suasana hati. Di antaranya pisang, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, ikan dengan protein tinggi, dan buah beri.

    Meski begitu, Anda perlu menghindari beberapa jenis makanan yang mampu mendehidrasi tubuh sehingga tubuh tidak bisa bekerja secara optimal. Misalnya alkohol, karbohidrat olahan, kafein, dan makanan atau minuman yang terlalu manis.

    1. Menghindari Stres
      Salah satu faktor yang dapat memengaruhi terganggunya kesehatan mental yakni munculnya stres yang dirasakan. Stres sendiri dapat datang dari dalam dan dari luar, seperti tujuan yang belum tercapai, tuntutan pekerjaan, dan lain sebagainya.

    Untuk menghindari stres yang berlebih, sebaiknya Anda rehat sejenak dan fokus dengan yang terjadi pada saat ini. Cara tersebut disebut mindfulness, yang membuat Anda hanya fokus pada pikiran dan perasaan yang terjadi pada tubuh dan sekitar Anda pada saat ini. Dengan menerapkan cara ini, akan mengurangi stres yang dirasakan dan bisa mengenali tubuh dengan lebih baik.

  • Rebahan Usai Makan Bisa Picu Asam Lambung

    Rebahan Usai Makan Bisa Picu Asam Lambung

    TIKTAK.ID – Setelah makan, rasa kantuk kerap datang sehingga membuat kita ingin rebahan. Namun ternyata hal itu dapat mendatangkan gangguan pada kesehatan pencernaan. Ahli gastroenterologi, Peyton Berookim menjelaskan bahwa berbaring atau tidur setelah makan dapat mengganggu fungsi pencernaan.

    “Saat Anda berbaring usai makan, ada kemungkinan makanan yang baru saja Anda telan—yang telah melewati kerongkongan dan masuk ke perut Anda— bakal kembali naik ke kerongkongan. Berbaring setelah makan sama saja seperti menantang arah gravitasi alami yang mendorong pencernaan yang sehat,” terangnya, seperti dilansir Kompas.com.

    Hal itu pun bisa memicu asam lambung. Aliran sistem pencernaan dapat terganggu dan memicu gejala heartburn dan refluks asam. Refluks asam tersebut juga berpotensi mengiritasi saluran napas dan menyebabkan batuk, yang bahkan mungkin menyerupai beberapa gejala asma ringan.

    “Orang yang punya penyakit GERD atau kondisi seperti hernia hiatus tidak boleh berbaring terlentang setelah makan. Sebab, hal itu kemungkinan akan memperburuk ketidaknyamanan,” ucap Berookim.

    Bila Anda memang ingin berbaring atau tidur setelah makan, sebaiknya menunggu beberapa saat.

    “Biasanya disarankan untuk menunggu setidaknya 30 menit usai makan sebelum berbaring sepenuhnya,” tutur Berookim.

    Akan tetapi, bila Anda beristirahat dalam posisi miring, setengah tegak, atau memiliki beberapa bantal untuk ditumpuk, maka Anda bisa segera langsung melakukannya usai makan.

    “Jika Anda hanya akan berbaring di sofa namun dengan posisi kepala yang lebih tinggi, biasanya tidak apa-apa untuk melakukannya segera setelah makan. Tapi jika Anda benar-benar ingin berbaring, sebaiknya menunggu dulu selama 30 menit,” jelas Berookim.

    “Sementara untuk makan malam, sebaiknya Anda melakukannya dua jam sebelum waktu tidur tiba,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, bila Anda sudah punya riwayat penyakit GERD, sebaiknya Anda menunggu minimal tiga jam usai makan sebelum tidur.

    Tidak hanya menghindari tidur usai makan, terdapat beberapa cara lain untuk menghindari gangguan pencernaan. Di antaranya makan lebih banyak serat, rutin melakukan olahraga, mengurangi stres, menghindari makanan yang menganggu pencernaan, serta minum lebih banyak air mineral.

  • Cara Sehat Mengolah Makanan, Minim Minyak Goreng

    Cara Sehat Mengolah Makanan, Minim Minyak Goreng

    TIKTAK.ID – Selama beberapa waktu terakhir, minyak goreng menjadi langka dan mahal. Hal itu membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dapur tersebut.

    Oleh sebab itu, mungkin kini Anda perlu mulai mengurangi penggunaan minyak dan konsumsi makanan yang digoreng. Apalagi makanan yang digoreng bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Seperti dikutip Kompas.com dari WebMD, berikut ini cara mengolah makanan lebih sehat dan minim menggunakan minyak goreng:

    1. Braise
      Salah satu cara mengolah makanan yang sehat adalah braise atau yang biasa disebut merebus. Teknik memasak pelan menggunakan air atau kaldu akan membuat daging dan sayur empuk dan penuh cita rasa.
    2. Stew
      Stew hampir sama seperti braise, namun memerlukan jumlah air yang lebih banyak. Teknik ini pun bisa membuat masakan empuk dan penuh rasa.
    3. Bake
      Baking atau memanggang masakan menggunakan oven tidak terbatas hanya untuk roti, kue, dan tart. Teknik ini juga bisa diterapkan untuk mengolah hidangan laut, unggas, daging merah, sayur, hingga buah. Dengan memanggang masakan, Anda tidak perlu menambahkan lemak tambahan.
    4. Roast
      Cara ini sebenarnya hampir sama dengan bake, karena memakai alat panggang. Bedanya, temperatur oven terpaut lebih tinggi pada teknik roast. Anda bisa mencoba teknik ini untuk mengolah ikan, ayam, atau sayuran.
    5. Broil
      Broil adalah teknik memasak menggunakan oven dan membuat makanan kecokelatan serta renyah. Namun broil menempatkan rak di posisi tertinggi oven, sehingga meniriskan lemak yang ada pada daging yang sedang dipanggang.
    6. Grill
      Grill atau membakar merupakan teknik memasak makanan langsung di atas bara api. Cara ini akan membuat makanan punya aroma asap yang khas. Anda pun hanya memerlukan sedikit minyak jika memakai teknik ini.
    7. Poach
      Mungkin Anda sudah pernah mendengar telur poached. Namun sebenarnya ada banyak makanan lain yang bisa dimasak dengan cara ini. Teknik ini hanya memerlukan air atau cairan yang berbumbu seperti kaldu. Cara memasak ini akan membuat tekstur makanan menjadi lembut dan menjaga tetap lembap.
  • Saat Cuaca Ekstrem, Ini 4 Cara Ampuh Jaga Stamina Tubuh

    Saat Cuaca Ekstrem, Ini 4 Cara Ampuh Jaga Stamina Tubuh

    TIKTAK.ID – Indonesia diketahui berpotensi mengalami cuaca ekstrem di awal November ini. Terkadang cuaca sangat panas, namun tak lama hujan deras. Untuk itu, kita perlu menjaga stamina tubuh sehingga tetap sehat meski berada dalam cuaca ekstrem.

    Seperti dilansir Tempo.co, berikut ini tips atau cara ampuh menjaga stamina tubuh saat cuaca ekstrem.

    1. Mengonsumsi Makanan Sehat
      Kita perlu mengonsumsi buah, sayur, dan makanan berprotein tinggi. Laman herminahospital.com menyatakan sayur dan buah adalah makanan kaya antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Kemudian mengonsumsi makanan sehat berprotein juga bisa meningkatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Saat kekebalan tubuh baik, maka tubuh akan mampu menghalang berbagai bakteri dan virus yang datang.

    1. Minum Air Mineral yang Cukup
      Air mineral mempunyai banyak manfaat bagi tubuh. Mengutip laman webmd.com, air mineral bisa menjaga keseimbangan tubuh, meningkatkan energi pada otot-otot, dan meningkatkan metabolisme tubuh.

    Jika tubuh terhidrasi dengan baik, maka tubuh pun memiliki sistem kekebalan yang baik dan kuat.

    Laman ssihi.uci.edu menjelaskan, sistem kekebalan tubuh bergantung pada nutrisi dalam aliran darah.

    Aliran darah tubuh sendiri sebagian besar terbuat dari air, sehingga bila kekurangan air mineral, nutrisi yang diangkut tentu akan berkurang dan tidak optimal.

    1. Berolahraga secara Rutin
      Anda sebaiknya mulai berolahraga secara rutin, karena dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Saat metabolisme tubuh meningkat, bakal membantu dalam menjaga tubuh dari berbagai penyakit.

    Menurut laman herminahospital.com, olahraga juga akan mengontrol dan mengatur sel T, yakni sel darah putih yang berperan dalam menjaga kekebalan tubuh, seperti menghadapi penyakit maupun infeksi.

    Anda pun perlu berolahraga selama 30 menit dalam sehari demi menjaga tubuh tetap aktif dan sehat.

    1. Istirahat yang Cukup
      Laman webmd.com menyebut istirahat yang cukup bisa menjaga tubuh dari berbagai penyakit. Pasalnya, tubuh mempunyai sistem kekebalan tubuh yang baik, terutama dalam mengidentifikasi bakteri dan virus berbahaya bagi tubuh.

    Jika Anda sampai kurang tidur, maka bisa mengubah cara kerja sel-sel kekebalan tubuh sehingga bakteri dan virus akan menyerang tubuh lebih cepat dan mudah.

  • Diet Okinawa ala Jepang, Bikin Hidup Lebih Sehat dan Panjang Umur

    Diet Okinawa ala Jepang, Bikin Hidup Lebih Sehat dan Panjang Umur

    TIKTAK.ID – Diet Okinawa atau diet tradisional Okinawa ala Jepang dikenal sebagai diet sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan dan memperpanjang usia.

    Pola makan yang berasal dari wilayah Okinawa, Jepang ini diklaim aman dilakukan jangka panjang, lantaran efeknya membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

    Seperti dikutip CNN Indonesia dari Healthline, kawasan Okinawa menjadi bagian dari lima wilayah di dunia yang masuk zona biru. Hal itu berarti rata-rata penduduk di sana mempunyai gaya hidup sehat dan berumur panjang.

    Istilah “Diet Okinawa” muncul karena terinspirasi dari gaya hidup penduduknya dengan pola makan tradisional yang mengutamakan asupan sayuran dan produk nabati.

    Penduduk Okinawa memang tetap mengonsumsi protein hewani, tapi dengan jumlah yang sangat minim. Mereka pun aktif bergerak dalam kesehariannya karena banyak beraktivitas.

    Manfaat paling nyata dari diet Okinawa yakni kualitas umur yang panjang, karena rata-rata penduduknya bisa hidup hingga usia mencapai 100 tahun. Berada di usia tersebut dengan kondisi fisik sehat dan prima tentu dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya gaya hidup dan lingkungan yang sehat.

    Penduduk tradisional Okinawa gemar mengonsumsi makanan nabati yang tinggi antioksidan karena dianggap sebagai agen anti-inflamasi yang kuat untuk mendorong umur lebih panjang.

    Selain itu, penduduk Okinawa juga jarang terkena penyakit kronis seperti diabetes, jantung, atau kanker. Hal itu karena mereka mengonsumsi sayuran tinggi serat, vitamin, mineral, dan rendah kalori, serta protein hewani. Kemudian penduduk Okinawa menyeimbangkan dengan aktivitas fisik yang cukup, sehingga terhindar dari penyakit kronis.

    Perlu diketahui, orang Jepang umumnya makan nasi putih sebagai makanan pokok. Namun penduduk Okinawa sangat sedikit mengonsumsi nasi putih. Sumber kalori utama mereka berasal dari ubi jalar, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran.

    Jika Anda tertarik mengikuti diet ala penduduk Okinawa, berikut ini makanan yang sebaiknya dikonsumsi.
    · 60 persen sayuran, seperti ubi jalar, rumput laut, rebung, lobak, pare, kubis, wortel, labu, pepaya, dan lainnya.
    · 33 persen biji-bijian, yakni gandum, nasi merah atau mi rendah kalori.
    · 5 persen kedelai, seperti tahu, tempe, miso, atau edamame.
    · 1 persen daging atau seafood, yaitu ikan laut atau daging tanpa lemak.
    · 1 persen lainnya berupa teh, atau minuman dari rempah-rempah tradisional.

  • Ikuti Kebiasaan Nabi Muhammad ini untuk Pola Hidup Sehat

    Ikuti Kebiasaan Nabi Muhammad ini untuk Pola Hidup Sehat

    TIKTAK.ID – Dalam Islam, menjalani pola hidup yang sehat merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan. Nabi Muhammad pun selalu menekankan pentingnya menerapkan kebiasaan makan bersih dan sehat kepada para pengikutnya.

    Seperti dikutip detik.com dari Health Fitness Revolution, berikut ini sejumlah kebiasaan sehat Nabi Muhammad yang dapat kita ikuti untuk pola hidup yang lebih sehat.

    1. Makan secukupnya
      Dalam praktik Islami dianjurkan untuk makan dalam porsi sedang dan perut harus diisi oleh makanan, cairan, dan napas.

    Menurut penelitian, pola makan yang baik akan membantu mengurangi porsi makan berlebihan, menurunkan berat badan, mengatasi masalah makan, dan mengurangi pikiran cemas tentang tubuh serta asupan makanan.

    1. Makan secara perlahan
      Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad menganjurkan makan secara perlahan untuk membantu proses pencernaan. Makanan yang dikunyah secara efisien pun dapat membantu proses pencernaan dan tidak membutuhkan terlalu banyak energi dari lambung atau usus.
    2. Rutin berolahraga
      Islam menganjurkan kita untuk melakukan olahraga. Contohnya memanah, berenang, dan menunggang kuda. Nabi bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah ketimbang mukmin yang lemah. Padahal keduanya sama-sama baik.”

    Islam menganjurkan kita agar kuat secara fisik karena lebih aktif dan energik dalam menjalankan ibadah serta mengurus kebutuhan orang lain.

    1. Tidur yang cukup dan salat
      Nabi Muhammad menganjurkan kita untuk tidur yang cukup. Hal itu juga didukung oleh penelitian ilmiah yang menunjukkan tidur lebih awal bisa membantu menjaga berat badan yang sehat, lebih produktif, dan mengurangi risiko masalah kesehatan yang serius seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

    Kemudian salat adalah salah satu dari lima kewajiban seorang Muslim. Dalam sebuah hadis, Nabi menyatakan, “Sesungguhnya ada obat dalam salat.”

    Diketahui terdapat beberapa manfaat fisik dalam salat, seperti gerakan otot tangan dan bahu di awal salat yang mampu meningkatkan aliran darah ke tubuh.

    1. Puasa
      Bukti terbaru menyebut makanan yang dikonsumsi dan waktu makan dapat memengaruhi kesehatan seseorang.

    Nabi Muhammad sendiri rutin berpuasa tidak hanya selama Ramadan, melainkan juga pada hari-hari tertentu, seperti Senin, Kamis, serta tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Islam.

    Dari segi kesehatan, puasa bermanfaat menurunkan berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, mempercepat metabolisme, dan mengurangi rasa lapar. Tidak hanya itu, puasa juga bisa memperbaiki pola makan, meningkatkan fungsi otak, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.