TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Status Negaranya Terparah Kedua setelah AS, Presiden Brasil Anggap Lockdown Bunuh Perekonomian

Status Negaranya Terparah Kedua setelah AS, Presiden Brasil Anggap Lockdown Bunuh Perekonomian

By Bagas F Sinaga
19 Juli 2020
456
0
TIKTAK.ID - Status Negaranya Terparah Kedua setelah AS, Presiden Brasil Anggap Lockdown Bunuh Perekonomian

TIKTAK.ID – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro pada Sabtu (18/7/20) kemarin mengatakan bahwa langkah penguncian atau lockdown yang diterapkan untuk menahan laju penyebaran virus Corona berakibat membunuh dan mencekik ekonomi negara itu.

“Tanpa gaji dan pekerjaan, orang-orang mati,” katanya mengacu pada pembatasan yang diberlakukan oleh beberapa negara bagian dan kota. “Lockdown membunuh,” tambahnya, dia mengatakan bahwa beberapa politisi telah mencekik perekonomian dengan memaksakan pelaksanaan jam malam, tulis Reuters.

Pernyataan presiden itu disampaikan ketika ekonomi Brasil diperkirakan berkontraksi 6,4% pada tahun ini, karena terdampak pandemi.

Bolsonaro, menyampaikan hal itu ketika bertemu dengan para pendukungnya di tempat tinggal resminya, Istana Alvorada, di Brasilia. Sambil mengenakan masker, pria yang mengumumkan dirinya dinyatakan positif Covid-19 pada 7 Juli itu, tetap menjaga jarak sosial beberapa meter dari pendukungnya.

Pada pertemuan itu dia juga mengatakan merasa sehat, terlepas dari virus, dan sekali lagi memuji kesehatannya dengan penggunaan hydroxychloroquine untuk melawan Covid-19, meskipun belum ada bukti ilmiah obat itu ampuh untuk melawan Covid-19.

“Saya adalah bukti hidup (bahwa obat itu bekerja),” katanya kepada para pendukungnya.

Selain hydroxychloroquine, presiden sayap kanan ini mengatakan bahwa dirinya juga menggunakan obat anti-parasit untuk melawan virus Corona.

Bolsonaro sudah sejak lama dikenal melawan langkah lockdown untuk mengurangi penyebaran virus Corona. Pada April lalu, dia bergabung dengan kelompok demonstran yang menentang lockdown. Pada kesempatan itu dia mengatakan kepada ratusan pendukungnya di luar markas tentara di Ibu Kota, Brasilia.

Dia mengatakan bahwa para pengunjuk rasa ini adalah “patriot” karena membela kebebasan individu.

Selain menuntut diakhirinya lockdown, beberapa dari peserta demonstran juga membawa poster dengan tulisan yang menyerukan agar Kongres Brasil dan Mahkamah Agung ditutup.

Sementara demonstran lainnya mengatakan mereka ingin militer mengambil alih penanganan krisis virus Corona.

Brasil mencatat 28.532 kasus baru covid-19 dan 921 orang meninggal yang dikonfirmasi pada Sabtu ini, kata Kementerian Kesehatan.

Total kasus di Brasil, negara yang paling terpengaruh kedua di dunia setelah Amerika Serikat, kini meningkat menjadi 2.074.860, sementara jumlah kematian mencapai 78.772.

TagsBrasiliaCOVID-19Jair BolsonaroLockdownPenyebaran Virus CoronaPresiden Brasil

Related articles More from author

  • Taiwan Konfirmasi Kematian Pertama Akibat Corona
    Internasional

    Taiwan Konfirmasi Kematian Pertama Akibat Corona

    17 Februari 2020
    By William Putra Wijaya
  • Pengamat Ungkap Alasan Kenapa Rizieq Ditahan dan FPI Dibubarkan
    Nasional

    Pengamat Ungkap Alasan Kenapa Rizieq Ditahan dan FPI Dibubarkan

    3 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Pasar Minyak Mentah AS Alami Kekacauan Hingga Harganya Jatuh di Bawah Nol
    Internasional

    Pasar Minyak Mentah AS Alami Kekacauan Hingga Harganya Jatuh di Bawah Nol

    22 April 2020
    By William Putra Wijaya
  • Anies, RK dan Ganjar Kompak Larang Warga Mudik
    Nasional

    Anies, RK dan Ganjar Kompak Larang Warga Mudik

    28 Maret 2020
    By Joni Sitohang
  • Laporan Prabowo ke Wapres Soal Lumbung Pangan: Semua Negara Bakal Berebut Pangan
    Nasional

    Laporan Prabowo ke Wapres Soal Lumbung Pangan: Semua Negara Bakal Berebut Pangan

    4 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Ombudsman Ingatkan Anies Soal Dampak Fatal jika Paksa Terapkan Pergub PSBB
    Nasional

    Ombudsman Ingatkan Anies Soal Dampak Fatal jika Paksa Terapkan Pergub PSBB

    14 Mei 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Soal Isu Keretakan Timnas AMIN, Petinggi NasDem Minta Maaf ke Sudirman Said
    Nasional

    Soal Isu Keretakan Timnas AMIN, Petinggi NasDem Minta Maaf ke Sudirman Said

  • Potensi Musim Kedua 'Taxi Driver', Ini Kata Lee Je Hoon
    Selebriti

    Potensi Musim Kedua ‘Taxi Driver’, Ini Kata Lee Je Hoon

  • Bantah Dukung Sandiaga Jadi Ketum Partai, Gerindra Satu Suara Tetap Prabowo
    Nasional

    Bantah Dukung Sandiaga Jadi Ketum Partai, Gerindra Satu Suara Tetap Prabowo

  • TIKTAK.ID - Kabar Duka, PB IDI Konfirmasi 4 Dokter yang Tangani Corona Meninggal Dunia
    Nasional

    Kabar Duka, PB IDI Konfirmasi 4 Dokter yang Tangani Corona Meninggal Dunia

  • KAMI Buka Posko Bantuan Advokasi Pendemo Omnibus Law Korban Kekerasan Polisi
    Nasional

    KAMI Buka Posko Bantuan Advokasi Pendemo Omnibus Law Korban Kekerasan Polisi

Artikel Terbaru

  • Cara Membuat Stiker WhatsApp dari Foto di HP dengan Mudah 5 November 2026
  • Demokrat Dukung Pertemuan Pimpinan Parpol, Ini Alasannya Soal Penyadapan Prabowo 5 November 2026
  • Cara Mengurangi Konsumsi Gula Harian Tanpa Kehilangan Rasa Manis 5 November 2026
  • Cara Menyimpan Cabai agar Tahan Lama dan Tidak Mudah Busuk 4 November 2026
  • Profil Windy Cantika Aisah: Biodata, Karier, dan Prestasi Atlet 4 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (102)
  • Keuangan (25)
  • Kuliner (1,071)
  • Nasional (8,043)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,312)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.